Jumat, 19 April 2019 16:29

HPN, Wartawan Blitar Minta Kado Remisi Pembunuh Jurnalis Dicabut

Sabtu, 09 Februari 2019 11:46 WIB
Editor: Nur Syaifudin
Wartawan: Akina Nur Alana
HPN, Wartawan Blitar Minta Kado Remisi Pembunuh Jurnalis Dicabut
Aksi tetrikal yang menggambarkan kematian kebebasan pers.

BLITAR, BANGSAONLINE.com – Di tengah peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2019, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Blitar Raya menggelar aksi menuntut pencabutan remisi I Nyoman Susrama, terpidana pembunuh jurnalis Radar Bali AA Gede Bagus Narendra Prabangsa, Sabtu (9/2).

Aksi puluhan jurnalis yang bertugas di Kabupaten/Kota Blitar ini digelar di perempatan Lovi Kota Blitar. Tak hanya berorasi dan membentangkan berbagai tulisan, mereka juga membawa replika nisan bertuliskan "RIP Kebebasan Pers" dan menaburinya dengan bunga sebagai simbol matinya kebebasan pers.

"Kami menuntut Presiden Joko Widodo untuk mencabut remisi terhadap pembunuh rekan kami Prabangsa," ungkap Ketua Divisi Hukum PWI Blitar Raya Irfan Anshori.

Mereka menilai, pemberian remisi terhadap pembunuh jurnalis merupakan kado pahit yang diberikan pemerintah dalam peringatan HPN 2019.

"Kami meminta presiden meninjau kembali dan tidak ada remisi semacam ini. Kami juga menuntut kasus kekerasan dan pembunuhan wartawan yang lain diungkap. Mau berapa nyawa lagi dikorbankan untuk menjamin kebebasan pers," imbuh dia.

Untuk diketahui AA Gede Bagus Narendra Prabangsa dibunuh pada 11 Februari 2009. Prabangsa dibuang ke laut dan jasadnya ditemukan mengambang di Perairan Padang Bai, Karangasem, 16 Februari 2009. Dalam persidangan terungkap, otak pembunuh Prabangsa adalah Nyoman Susrama adik Bupati Bangli saat itu, I Nengah Arwana.

Susrama membunuh Prabangsa karena kesal dengan tulisan Prabangsa terkait dugaan korupsi proyek di Dinas Pendidikan Kabupaten Bangli. Desember lalu, Susrama menerima remisi dari hukuman seumur hidup menjadi 20 tahun penjara. (ina/ns)

Polda Jatim Gerebek Pabrik Makanan Ringan Berbahan Tawas dan Bumbu Kadaluarsa di Sidoarjo
Jumat, 15 Maret 2019 05:14 WIB
SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Tim Satgas Pangan Polda Jatim menggerebek pabrik produksi makanan ringan (snack) di Dusun Dodokan, Desa Tanjungsari, Taman, Sidoarjo, Kamis (14/3). Dalam penggerebekan ditemukan bahan baku berbahaya dan kadaluarsa y...
Selasa, 26 Maret 2019 21:54 WIB
MADIUN, BANGSAONLINE.com - KAI Daop 7 ajak beberapa wartawan wilayah Madiun, mulai dari wartawan cetak, online, dan televisi, ke tempat bangunan bersejarah Lawang Sewu dan Stasiun Ambarawa, Selasa (26/3). Kegiatan ini dilakukan selama dua hari (25-26...
Suparto Wijoyo
Rabu, 17 April 2019 10:19 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*RABU 17 April 2019 telah beranjak dari gawe demokrasi yang amat besar bagi Republik ini. Pemilu untuk memilih capres-cawapres, caleg DPR RI maupun DPRD dan insan DPD bagi kepentingan kepemimpinan lima tahun mendatang telah usai. ...
Sabtu, 13 April 2019 11:40 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag36. Walaa taqfu maa laysa laka bihi ‘ilmun inna alssam’a waalbashara waalfu-aada kullu ulaa-ika kaana ‘anhu mas-uulaanDan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesun...
Dr. KH. Imam Ghazali Said.
Jumat, 01 Februari 2019 11:02 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...