Rabu, 24 Juli 2019 08:24

HPN, Wartawan Blitar Minta Kado Remisi Pembunuh Jurnalis Dicabut

Sabtu, 09 Februari 2019 11:46 WIB
Editor: Nur Syaifudin
Wartawan: Akina Nur Alana
HPN, Wartawan Blitar Minta Kado Remisi Pembunuh Jurnalis Dicabut
Aksi tetrikal yang menggambarkan kematian kebebasan pers.

BLITAR, BANGSAONLINE.com – Di tengah peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2019, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Blitar Raya menggelar aksi menuntut pencabutan remisi I Nyoman Susrama, terpidana pembunuh jurnalis Radar Bali AA Gede Bagus Narendra Prabangsa, Sabtu (9/2).

Aksi puluhan jurnalis yang bertugas di Kabupaten/Kota Blitar ini digelar di perempatan Lovi Kota Blitar. Tak hanya berorasi dan membentangkan berbagai tulisan, mereka juga membawa replika nisan bertuliskan "RIP Kebebasan Pers" dan menaburinya dengan bunga sebagai simbol matinya kebebasan pers.

"Kami menuntut Presiden Joko Widodo untuk mencabut remisi terhadap pembunuh rekan kami Prabangsa," ungkap Ketua Divisi Hukum PWI Blitar Raya Irfan Anshori.

Mereka menilai, pemberian remisi terhadap pembunuh jurnalis merupakan kado pahit yang diberikan pemerintah dalam peringatan HPN 2019.

"Kami meminta presiden meninjau kembali dan tidak ada remisi semacam ini. Kami juga menuntut kasus kekerasan dan pembunuhan wartawan yang lain diungkap. Mau berapa nyawa lagi dikorbankan untuk menjamin kebebasan pers," imbuh dia.

Untuk diketahui AA Gede Bagus Narendra Prabangsa dibunuh pada 11 Februari 2009. Prabangsa dibuang ke laut dan jasadnya ditemukan mengambang di Perairan Padang Bai, Karangasem, 16 Februari 2009. Dalam persidangan terungkap, otak pembunuh Prabangsa adalah Nyoman Susrama adik Bupati Bangli saat itu, I Nengah Arwana.

Susrama membunuh Prabangsa karena kesal dengan tulisan Prabangsa terkait dugaan korupsi proyek di Dinas Pendidikan Kabupaten Bangli. Desember lalu, Susrama menerima remisi dari hukuman seumur hidup menjadi 20 tahun penjara. (ina/ns)

Kamis, 11 Juli 2019 16:29 WIB
YOGYAKARTA, BANGSAONLINE.com - Siapa pun pasti tersenyum membaca nama tempat wisata ini. Maklum, identik alat vital wanita: “Tempik Gundul” yang artinya alat vital wanita tanpa bulu. Apalagi tulisan yang beredar di media sosial (medsos) juga d...
Minggu, 14 Juli 2019 13:13 WIB
Oleh: Dr. KH. M. Cholil NafisBaru saja, Kamis (12/7) saya berpartisipasi dalam kegiatan Bussiness Matching The 1st Pasific Exposition yang berlangsung pada 11 s.d. 14 Juli 2019 di Auckland, Selandia Baru.Pacific Exposition merupakan salah satu kontri...
Kamis, 18 Juli 2019 13:54 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag57. Ulaa-ika alladziina yad’uuna yabtaghuuna ilaa rabbihimu alwasiilata ayyuhum aqrabu wayarjuuna rahmatahu wayakhaafuuna ‘adzaabahu inna ‘adzaaba rabbika kaana mahtsuuraanOrang-orang yang mereka seru itu, ...
Sabtu, 29 Juni 2019 14:36 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...