Rabu, 12 Agustus 2020 22:04

Mengais Asa di Usia Senja, Nenek di Bojonegoro Manfaatkan Bansos PKH untuk Modal Usaha

Selasa, 05 Februari 2019 00:46 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Eky Nurhadi
Mengais Asa di Usia Senja, Nenek di Bojonegoro Manfaatkan Bansos PKH untuk Modal Usaha
Mbah Sulikah hendak berangkat ke pasar untuk berjualan krupuk pati.

BOJONEGORO, BANGSAONLINE.com - Monggo mlebet (silakan masuk). Begitu ucap Sulikah dan Kasman kompak. Keduanya adalah warga Dusun Anting-anting, Desa Piyak, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur yang sudah masuk lanjut usia (lansia).

Kasman berumur 80 tahun, sedangkan istrinya Sulikah 65 tahun. Meski usia keduanya sudah senja, namun sehari-hari ia masih produktif bekerja. Mbah Sulikah, sapaan akrabnya, sehari-hari memproduksi kerupuk pati dan loyang.

Kerupuk pati adalah kerupuk yang berbahan baku tepung singkong. Kerupuk ini lima tahun terakhir sudah jarang dapat ditemui di pasaran. Namun Mbah Sulikah Istiqomah memproduksi kerupuk anti kolesterol ini.

"Gorenge damel pasir, mboten damel lengo (gorengnya pakai pasir, bukan minyak goreng)," ucapnya terbata-bata ditemui di rumahnya Senin siang (4/2/19).

Usaha Mbah Sulikah dari hari ke hari terus berkembang. Kerupuk pati yang notabene jaya tahun 90-an, buktinya hingga kini masih bertahan dan diminati para pelanggannya. "Kulo sade ten peken Kanor (saya jual di pasar Kanor)," ujarnya sambil menggoreng kerupuk di tungku.

Seiring usahanya terus berkembang, Mbah Sulikah dan suami setahun terakhir bertambah bahagia. Keduanya mendapat suntikan dana dari pemerintah melalui Program Keluarga Harapan (PKH) di bawah Kementerian Sosial Republik Indonesia tahun 2017 lalu.

"Alhamdulillah angsal bantuan PKH saget damel tambah modal usaha (Alhamdulillah dapat bantuan uang PKH bisa buat nambah modal usaha)," katanya sumringah.

Kata dia, dua tahun sebelumnya, produksinya hanya satu kilo bahan mentah per hari. Namun saat ini bisa sampai dua tiga kilo per hari. Dengan begitu omzet yang didapat Mbah Sulikah juga meningkat.

Meski usianya sudah tua, namun mbah Sulikah dan mbah Kasman masih sehat. Hal itu dimanfaatkan keduanya untuk terus beraktivitas secara produktif. Keduanya tinggal di rumah sederhana yang terbuat dari kayu bambu berukuran 4x8 meter.

Proses pembuatan kerupuk pati oleh Mbah Sulikah dimulai siang hari setelah dia pulang dari berjualan di pasar Kanor. Proses pengadukan bahan baku hingga penjemuran dilakukan sendirian.

Sorenya, proses penggorengan dilakukan, selanjutnya malam hari pengemasan. Saat pengemasan itulah, Mbah Sulikah dibantu Mbah Kasman.

Selain membuat kerupuk pati, Mbah Sulikah juga membuat kerupuk loyang. Kerupuk ini lebih modern, karena penggorengannya menggunakan minyak goreng. Namun bentuknya hampir sama dengan kerupuk pati.

Setiap harinya Mbah Sulikah memproduksi 500 lebih bungkus kerupuk. Harga per bijinya hanya Rp 500 rupiah, namun oleh dia dipaket Rp 5 ribuan. Dalam sehari nek Sulikah bisa mengantongi laba Rp 70 hingga Rp 100 ribu.

Nilai itu bagi keduanya sudah lebih dari cukup. Setiap hari keduanya juga masih bisa menyisihkan sedikit hasil penjualannya untuk ditabung. Bahkan jika keduanya ditakdirkan kaya dan panjang umur, akan keluar dari kepesertaan PKH. (nur/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 12 Agustus 2020 20:53 WIB
NGANJUK, BANGSAONLINE.com - Mengantisipasi lonjakan penumpang saat libur panjang sekaligus meningkatkan bentuk pelayanan, KAI Daop 7 Madiun akan mengoperasikan dua KA Brantas, yakni KA 117 dan KA 118 relasi Blitar-Pasar Senen.Manajer Humas PT KAI Dao...
Senin, 10 Agustus 2020 18:53 WIB
Oleh: M Mas'ud AdnanApollinaris Darmawan - seorang kakek – sangat rajin menghina dan memfitnah agama Islam dan Nabi Muhammad. Dari jejak digitalnya, Apollinaris yang non muslim itu kurang lebih 10 tahun menghina Islam dan juga tokoh-tokoh Islam ...
Minggu, 02 Agustus 2020 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Senin, 03 Agustus 2020 11:04 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan ala...