Rabu, 21 Agustus 2019 04:24

Tiga Titik Tanggul Kali Sadar Jebol, Banjir Besar Ancam Kota Mojokerto

Jumat, 25 Januari 2019 19:10 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Yudi Eko Purnomo
Tiga Titik Tanggul Kali Sadar Jebol, Banjir Besar Ancam Kota Mojokerto
Ambrol beruntun, setelah dua tanggul di Kuti, giliran tanggul Ngaglik ambrol. Diduga, kerusakan ini akibat pengerukan BBWS yang tidak memperhatikan keberadaan plengsengan di atasnya. foto: YUDI EP/ BANGSAONLINE

MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Banjir besar kini menghantui Kota Mojokerto. Keberadaan Sungai Sadar yang membagi dua kawasan Kota Onde-onde ini menjadi momok menakutkan yang mengancam kehidupan warga setempat. Potensi bencana ini menyusul meluasnya kerusakan tanggul sungai pasca normalisasi sungai tersebut oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas tahun 2018 lalu.

Saat ini, tercatat tiga titik tanggul sungai di kawasan perkotaan, jebol. Selebihnya, dalam kondisi kritis. Terakhir, sebuah plengsengan di Lingkungan Ngaglik, Kelurahan Miji Baru, Kecamatan Kranggan, ambrol. Lokasinya berapa tepat di sebelah rumah dinas Kapolres Mojokerto Kota.

Area tebing yang longsor mencapai kurang lebih 15 meter. Dinas Polisi Pamong Praja (Pol PP) setempat segera membentangkan garis tanda bahaya di lingkungan rawan tersebut usai ambrol Jumat (25/1).

"Kita sudah memberi Pol PP line pada tanggul yang jebol. Upaya kita yakni mendesak kepada BBWS agar memperbaiki tanggul yang rusak. Kedua, kita mengimbau agar masyarakat mengurangi aktivitas di bibir sungai untuk mengurangi tingkat kerawanan di daerah tanggul yang kritis," jelas Hatta Amrullah Kabid Keamanan dan Ketertiban (Trantib) Dinas Pol PP Kota Mojokerto, petang ini (25/1).

Hatta tak menampik adanya potensi bencana yang mengancam wilayahnya. "Patut diwaspadai adalah tanggul di Lingkungan Kuti, Kelurahan Gunung Gedangan. Persoalannya bibir tanggul di daerah timur itu tipis. Sehingga mengancam keselamatan warga yang berada di sekitaran tanggul," urainya lebih lanjut.

Dengan kejadian ambrolnya bibir tanggul di daerah Ngaglik, kerusakan tebing sungai tercatat ada sebanyak tiga titik. Selebihnya berada di daerah Kuti, Gunung Gedangan.

Sekadar diketahui, proses pengerukan sedimentasi Sadar berikut perbaikan tanggul sungai, pembuatan sudetan dan pembangunan rumah pompa telah melewati Kota ini dan saat ini telah bergerak di wilayah Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto. Besaran anggaran normalisasi dari Pusat ini mencapai besaran kurang lebih Rp 350 miliar.

Pada Selasa malam (22/1), sebuah tanggul sungai Sadar di Lingkungan Kuti, Kelurahan Gunung Gedangan, ambrol. Tak main-main, panjang permukaan tanggul yang longsor mencapai kurang lebih 20 meter.

Labilnya area tanggul ini, diduga akibat normalisasi sungai yang kini telah bergerak ke timur di Kecamatan Mojosari. Tanggul ambrol selebar sekitar 20 meter. Tembok tanggul longsor ke sungai, tanah yang berada di atas tanggul juga terlihat retak. Terlihat sejumlah orang tengah memperbaiki. Mereka melakukan pengurukan dengan batu sisa dari tembok tanggul.

Mendengar kabar adanya tanggul sungai sadar ambrol, Wakil Wali Kota Mojokerto Ahmad Rizal langsung datang ke lokasi. Bersama Satpol PP, camat dan, lurah, orang nomer dua di Pemkot ini langsung meninjau lokasi.

Ia juga berdialog dengan warga yang rumahnya berada di samping tanggul. "Kondisi tanggul memang menggantung sejak adanya normalisasi sungai, sehingga ini tanggung jawab Balai Besar Wilayah Sungai Brantas (BBWS)," katanya.

Rizal menjelaskan sejak adanya proyek normalisasi sungai sadar pada tahun 2018 lalu, sejumlah tanggul kondisinya memang kritis. Tak hanya itu, kondisi tanggul memang menggantung dan rawan ambrol lantaran dikeruk.

"Memang imbasnya seperti ini, tapi kita sudah berkoordinasi dengan pihak terkait yakni Balai Besar Sungai Brantas (BBWS)," jelasnya.

Untuk itu tambah Rizal, pihaknya sudah berkirim surat agar BBWS memprioritaskan pengerjaan pembangunan tanggul sungai yang ambrol.

Memang, tambah Rizal, saat ini pengerjaan tanggul masih berada di wilayah timur atau sekitar wilayah Kabupaten Mojokerto, sehingga ia meminta BBWS lebih dulu mengerjakan titik tanggul yang ambrol ini. "Sudah ada respons dari BBWS, termasuk mereka orang suruhan BBWS," tambahnya.

Ia meminta agar warga sekitar tanggul sungai Sadar tidak perlu cemas. Ia menjamin jika ada tanggul ambrol akan ada respon cepat dari BBWS. "Kita juga meminta BBWS menginventarisir titik-titik mana saja yang rawan ambrol. Jadi, ketika sudah terpetakan penanganannya bisa cepat, sehingga warga tidak perlu khawatir," tukasnya. (yep/rev) 

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 09 Agustus 2019 19:52 WIB
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Kediri memiliki destinasi wisata baru bernama Dewi Cemara. Obyek wisata berbasis pertanian dan peternakan di Desa Kedung Malang, Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri ini telah diresmikan oleh Gubernur Jawa Timur...
Minggu, 11 Agustus 2019 17:36 WIB
Oleh: Em Mas’ud AdnanPeta politik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Kota Surabaya kembali berubah. Awalnya ada tiga kekuatan kubu politik di internal PDIP Kota Surabaya. Kubu Wihsnu Sakti Buana (wakil wali kota Surabaya), Bambang...
Senin, 19 Agustus 2019 01:09 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag58. wa-in min qaryatin illaa nahnu muhlikuuhaa qabla yawmi alqiyaamati aw mu’adzdzibuuhaa ‘adzaaban syadiidan kaana dzaalika fii alkitaabi masthuuraanDan tidak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduk...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...