Rabu, 25 November 2020 18:27

Cuaca Masih Ekstrem, Evakuasi Kapal Larat Belum Bisa Dilakukan

Kamis, 24 Januari 2019 17:34 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Gunawan Wihandono
Cuaca Masih Ekstrem, Evakuasi Kapal Larat Belum Bisa Dilakukan
Kepala Kantor UPP Brondong, Ferry Agus Satrio, saat meninjau lokasi.

TUBAN, BANGSAONLINE.com - Evakuasi terhadap 6 kapal mengalami larat alias terbawa arus dan terdampar di perairan sekitar pelabuhan Semen Indonesia dan pelabuhan Semen Holcim tampaknya belum bisa dilakukan dalam waktu dekat. Penyebabnya, kondisi cuaca masih ekstrem. 

Bahkan, akibat cuaca buruk tersebut, salah satu kapal tongkang bermuatan batu bara larat dan menabrak pelabuhan Semen Holcim hingga mengakibatkan trestle pelabuhan terputus.

Saat meninjau lokasi, Kepala Kantor Unit Pelayanan Pelabuhan (UPP) Brondong, Ferry Agus Satrio mengatakan, cuaca ekstrem masih berlangsung hingga lima hari ke depan sehingga proses evakuasi kapal belum bisa dilakukan. Hal ini berdasarkan data prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)

"Ada 6 kapal yang terdampar, 5 kapal tongkang dan 1 kapal kargo. Semua belum bisa dilakukan evakuasi karena masih menunggu cuaca kembali bersahabat," ujarnya ketika meninjau lokasi kapal terdampar, Kamis (24/1).

Ia menjelaskan, kapal-kapal tersebut tidak berlayar, namun menunggu cuaca membaik di sekitar pelabuhan untuk berlabuh. Namun akibat hempasan gelombang yang sangat ekstrem mengakibatkan tali jangkar terputus, dan mendorong kapal-kapal tersebut ke pesisir pantai.

"Gelombang setinggi 5 meter membuat tali jangkar kapal mengalami putus dan larat di sekitaran pelabuhan. Beruntung insiden ini tidak merenggut korban jiwa," katanya.

Untuk itu, pihaknya mengimbau berupa surat edaran kepada pengelola pelabuhan yang ada di wilayah Tuban untuk menunda keberangkatan kapal, karena cuaca masih belum bersahabat. Di samping itu, bersama dengan pihak-pihak terkait berkoordinasi untuk proses evakuasi kapal.

"Setelah kondisi laut bersahabat, kapal yang terdampar dicek terlebih dahulu bagian dasar kapal dengan melakukan penyelaman. Setelah dirasa aman, nantinya kapal akan ditarik oleh tugboat," paparnya.

Ia juga meminta pelabuhan selalu update prakiraan cuaca dari BMKG, dan mengecek kondisi dan muatan kapal, serta terus mengawal kesehatan dan sertifikasi ABK kapal. (gun/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Jumat, 20 November 2020 22:13 WIB
SUMENEP, BANGSAONLINE.com - Berbicara tentang destinasi wisata di Kabupaten Sumenep memang tak pernah sepi. Selain memiliki sejumlah tempat wisata religi dan budaya, kabupaten yang berada di ujung timur Pulau Madura ini juga memiliki segudang destina...
Selasa, 10 November 2020 09:44 WIB
Oleh: M. Mas’ud Adnan --- Peristiwa 10 November 1945 adalah tonggak sejarah sangat penting bagi bangsa Indonesia, terutama umat Islam. Sebab, pada momentum 10 November itulah, nasionalisme mendapat pemaknaan sangat signifikan dalam paradigma k...
Minggu, 22 November 2020 21:26 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*39. walawlaa idz dakhalta jannataka qulta maa syaa-a allaahu laa quwwata illaa biallaahi in tarani anaa aqalla minka maalan wawaladaanDan mengapa ketika engkau memasuki kebunmu tidak mengucapkan ”Masya Allah, ...
Jumat, 06 November 2020 10:34 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&l...