Minggu, 21 April 2019 18:03

Cuaca Masih Ekstrem, Evakuasi Kapal Larat Belum Bisa Dilakukan

Kamis, 24 Januari 2019 17:34 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Gunawan Wihandono
Cuaca Masih Ekstrem, Evakuasi Kapal Larat Belum Bisa Dilakukan
Kepala Kantor UPP Brondong, Ferry Agus Satrio, saat meninjau lokasi.

TUBAN, BANGSAONLINE.com - Evakuasi terhadap 6 kapal mengalami larat alias terbawa arus dan terdampar di perairan sekitar pelabuhan Semen Indonesia dan pelabuhan Semen Holcim tampaknya belum bisa dilakukan dalam waktu dekat. Penyebabnya, kondisi cuaca masih ekstrem. 

Bahkan, akibat cuaca buruk tersebut, salah satu kapal tongkang bermuatan batu bara larat dan menabrak pelabuhan Semen Holcim hingga mengakibatkan trestle pelabuhan terputus.

Saat meninjau lokasi, Kepala Kantor Unit Pelayanan Pelabuhan (UPP) Brondong, Ferry Agus Satrio mengatakan, cuaca ekstrem masih berlangsung hingga lima hari ke depan sehingga proses evakuasi kapal belum bisa dilakukan. Hal ini berdasarkan data prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)

"Ada 6 kapal yang terdampar, 5 kapal tongkang dan 1 kapal kargo. Semua belum bisa dilakukan evakuasi karena masih menunggu cuaca kembali bersahabat," ujarnya ketika meninjau lokasi kapal terdampar, Kamis (24/1).

Ia menjelaskan, kapal-kapal tersebut tidak berlayar, namun menunggu cuaca membaik di sekitar pelabuhan untuk berlabuh. Namun akibat hempasan gelombang yang sangat ekstrem mengakibatkan tali jangkar terputus, dan mendorong kapal-kapal tersebut ke pesisir pantai.

"Gelombang setinggi 5 meter membuat tali jangkar kapal mengalami putus dan larat di sekitaran pelabuhan. Beruntung insiden ini tidak merenggut korban jiwa," katanya.

Untuk itu, pihaknya mengimbau berupa surat edaran kepada pengelola pelabuhan yang ada di wilayah Tuban untuk menunda keberangkatan kapal, karena cuaca masih belum bersahabat. Di samping itu, bersama dengan pihak-pihak terkait berkoordinasi untuk proses evakuasi kapal.

"Setelah kondisi laut bersahabat, kapal yang terdampar dicek terlebih dahulu bagian dasar kapal dengan melakukan penyelaman. Setelah dirasa aman, nantinya kapal akan ditarik oleh tugboat," paparnya.

Ia juga meminta pelabuhan selalu update prakiraan cuaca dari BMKG, dan mengecek kondisi dan muatan kapal, serta terus mengawal kesehatan dan sertifikasi ABK kapal. (gun/rev)

Polda Jatim Gerebek Pabrik Makanan Ringan Berbahan Tawas dan Bumbu Kadaluarsa di Sidoarjo
Jumat, 15 Maret 2019 05:14 WIB
SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Tim Satgas Pangan Polda Jatim menggerebek pabrik produksi makanan ringan (snack) di Dusun Dodokan, Desa Tanjungsari, Taman, Sidoarjo, Kamis (14/3). Dalam penggerebekan ditemukan bahan baku berbahaya dan kadaluarsa y...
Selasa, 26 Maret 2019 21:54 WIB
MADIUN, BANGSAONLINE.com - KAI Daop 7 ajak beberapa wartawan wilayah Madiun, mulai dari wartawan cetak, online, dan televisi, ke tempat bangunan bersejarah Lawang Sewu dan Stasiun Ambarawa, Selasa (26/3). Kegiatan ini dilakukan selama dua hari (25-26...
Yogi Indra Pratama
Jumat, 19 April 2019 21:53 WIB
Oleh: Yogi Indra Pratama, ST.,MT.*Istilah golput atau golongan putih pertama kali muncul pada tahun 1971. Pada masa itu, golput merupakan suatu bentuk gerakan protes yang dikumandangkan oleh pemuda dan mahasiswa dengan datang ke TPS untuk mencob...
Jumat, 19 April 2019 22:40 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag36. Walaa taqfu maa laysa laka bihi ‘ilmun inna alssam’a waalbashara waalfu-aada kullu ulaa-ika kaana ‘anhu mas-uulaanDan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesung...
Dr. KH. Imam Ghazali Said.
Jumat, 01 Februari 2019 11:02 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...