Jumat, 19 April 2019 16:30

Dugaan Penyelewengan Kartu Asuransi Nelayan, Begini Penjelasan DKP

Rabu, 23 Januari 2019 23:58 WIB
Editor: Rosihan Choirul Anwar
Wartawan: Sahlan
Dugaan Penyelewengan Kartu Asuransi Nelayan, Begini Penjelasan DKP
Ilustrasi

SUMENEP, BANGSAONLINE.com - Kartu Asuransi Jiwa bagi nelayan yang sempat menjadi polemik di kalangan nelayan di sejumlah Desa di Kabupaten Sumenep, kini terjawab. Sebelumnya, persoalan ini ramai diperbincangkan bahwa asuransi jiwa yang seharusnya menjadi milik para nelayan ternyata tidak pernah diterima oleh para nelayan. Meskipun, para nelayan sudah memiliki Kartu Nelayan.

Bahkan, ditengarai ada dugaan asuransi jiwa bagi nelayan dimanfaatkan sejumlah oknum di dinas terkait. Pasalnya, jumlah dana asuransi nelayan mencapai hingga Rp 200 juta, diperuntukkan bila terjadi kecelakaan meninggal dunia saat beraktivitas di laut.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sumenep Arif Rusdi saat dikonfirmasi menjelaskan, tidak semua pemilik Kartu Nelayan secara otomatis menerima asuransi jiwa. Meskipun pemerintah sudah meluncurkan program Asuransi Jiwa bagi para nelayan.

“Kartu Nelayan ini adalah syarat pertama untuk mendapatkan Kartu Asuransi kemudian KTP dan KK. Tidak semua nelayan yang memiliki Kartu Nelayan otomatis memiliki kartu Asuransi Jiwa, karena penentuan untuk mendapatkan asuransi adalah Pemeritah Pusat, yang melakukan seleksi,” kata dia.

Terkait kartu asuransi milik nelayan yang ditengarai dipegang dinas terkait, Rusdi menyampaikan bahwa seluruh kartu Asuransi Jiwa milik nelayan yang menerima untuk tahun 2018, sudah diberikan kepada pemiliknya dan ada tanda terima. “Jika ada warga yang memegang Kartu Nelayan dan mendapatkan asuransi, tapi kartu asuransinya tidak dipegang penerima, suruh menghadap dan temui saya,” kata dia.

Ditanya soal daftar penerima asuransi nelayan, Rusdi mengatakan masih akan melakukan koordinasi dengan stafnya. “Nanti aja, saya bicarakan dengan staf saya, karena jumlahnya banyak,” pungkas dia.

Untuk diketahui, penerima Asuransi Jiwa bagi nelayan di Kabupaten Sumenep sedikitnya 6680 polis asuransi, melebihi batas target yang diberikan Pemerintah Pusat, yakni 5000 polis asuransi. (aln/ros)

Polda Jatim Gerebek Pabrik Makanan Ringan Berbahan Tawas dan Bumbu Kadaluarsa di Sidoarjo
Jumat, 15 Maret 2019 05:14 WIB
SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Tim Satgas Pangan Polda Jatim menggerebek pabrik produksi makanan ringan (snack) di Dusun Dodokan, Desa Tanjungsari, Taman, Sidoarjo, Kamis (14/3). Dalam penggerebekan ditemukan bahan baku berbahaya dan kadaluarsa y...
Selasa, 26 Maret 2019 21:54 WIB
MADIUN, BANGSAONLINE.com - KAI Daop 7 ajak beberapa wartawan wilayah Madiun, mulai dari wartawan cetak, online, dan televisi, ke tempat bangunan bersejarah Lawang Sewu dan Stasiun Ambarawa, Selasa (26/3). Kegiatan ini dilakukan selama dua hari (25-26...
Suparto Wijoyo
Rabu, 17 April 2019 10:19 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*RABU 17 April 2019 telah beranjak dari gawe demokrasi yang amat besar bagi Republik ini. Pemilu untuk memilih capres-cawapres, caleg DPR RI maupun DPRD dan insan DPD bagi kepentingan kepemimpinan lima tahun mendatang telah usai. ...
Sabtu, 13 April 2019 11:40 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag36. Walaa taqfu maa laysa laka bihi ‘ilmun inna alssam’a waalbashara waalfu-aada kullu ulaa-ika kaana ‘anhu mas-uulaanDan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesun...
Dr. KH. Imam Ghazali Said.
Jumat, 01 Februari 2019 11:02 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...