Rabu, 21 Agustus 2019 04:28

Dugaan Penyelewengan Kartu Asuransi Nelayan, Begini Penjelasan DKP

Rabu, 23 Januari 2019 23:58 WIB
Editor: Rosihan Choirul Anwar
Wartawan: Sahlan
Dugaan Penyelewengan Kartu Asuransi Nelayan, Begini Penjelasan DKP
Ilustrasi

SUMENEP, BANGSAONLINE.com - Kartu Asuransi Jiwa bagi nelayan yang sempat menjadi polemik di kalangan nelayan di sejumlah Desa di Kabupaten Sumenep, kini terjawab. Sebelumnya, persoalan ini ramai diperbincangkan bahwa asuransi jiwa yang seharusnya menjadi milik para nelayan ternyata tidak pernah diterima oleh para nelayan. Meskipun, para nelayan sudah memiliki Kartu Nelayan.

Bahkan, ditengarai ada dugaan asuransi jiwa bagi nelayan dimanfaatkan sejumlah oknum di dinas terkait. Pasalnya, jumlah dana asuransi nelayan mencapai hingga Rp 200 juta, diperuntukkan bila terjadi kecelakaan meninggal dunia saat beraktivitas di laut.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sumenep Arif Rusdi saat dikonfirmasi menjelaskan, tidak semua pemilik Kartu Nelayan secara otomatis menerima asuransi jiwa. Meskipun pemerintah sudah meluncurkan program Asuransi Jiwa bagi para nelayan.

“Kartu Nelayan ini adalah syarat pertama untuk mendapatkan Kartu Asuransi kemudian KTP dan KK. Tidak semua nelayan yang memiliki Kartu Nelayan otomatis memiliki kartu Asuransi Jiwa, karena penentuan untuk mendapatkan asuransi adalah Pemeritah Pusat, yang melakukan seleksi,” kata dia.

Terkait kartu asuransi milik nelayan yang ditengarai dipegang dinas terkait, Rusdi menyampaikan bahwa seluruh kartu Asuransi Jiwa milik nelayan yang menerima untuk tahun 2018, sudah diberikan kepada pemiliknya dan ada tanda terima. “Jika ada warga yang memegang Kartu Nelayan dan mendapatkan asuransi, tapi kartu asuransinya tidak dipegang penerima, suruh menghadap dan temui saya,” kata dia.

Ditanya soal daftar penerima asuransi nelayan, Rusdi mengatakan masih akan melakukan koordinasi dengan stafnya. “Nanti aja, saya bicarakan dengan staf saya, karena jumlahnya banyak,” pungkas dia.

Untuk diketahui, penerima Asuransi Jiwa bagi nelayan di Kabupaten Sumenep sedikitnya 6680 polis asuransi, melebihi batas target yang diberikan Pemerintah Pusat, yakni 5000 polis asuransi. (aln/ros)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 09 Agustus 2019 19:52 WIB
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Kediri memiliki destinasi wisata baru bernama Dewi Cemara. Obyek wisata berbasis pertanian dan peternakan di Desa Kedung Malang, Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri ini telah diresmikan oleh Gubernur Jawa Timur...
Minggu, 11 Agustus 2019 17:36 WIB
Oleh: Em Mas’ud AdnanPeta politik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Kota Surabaya kembali berubah. Awalnya ada tiga kekuatan kubu politik di internal PDIP Kota Surabaya. Kubu Wihsnu Sakti Buana (wakil wali kota Surabaya), Bambang...
Senin, 19 Agustus 2019 01:09 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag58. wa-in min qaryatin illaa nahnu muhlikuuhaa qabla yawmi alqiyaamati aw mu’adzdzibuuhaa ‘adzaaban syadiidan kaana dzaalika fii alkitaabi masthuuraanDan tidak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduk...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...