Minggu, 17 Februari 2019 09:49

Dugaan Penyelewengan Kartu Asuransi Nelayan, Begini Penjelasan DKP

Rabu, 23 Januari 2019 23:58 WIB
Editor: Rosihan Choirul Anwar
Wartawan: Sahlan
Dugaan Penyelewengan Kartu Asuransi Nelayan, Begini Penjelasan DKP
Ilustrasi

SUMENEP, BANGSAONLINE.com - Kartu Asuransi Jiwa bagi nelayan yang sempat menjadi polemik di kalangan nelayan di sejumlah Desa di Kabupaten Sumenep, kini terjawab. Sebelumnya, persoalan ini ramai diperbincangkan bahwa asuransi jiwa yang seharusnya menjadi milik para nelayan ternyata tidak pernah diterima oleh para nelayan. Meskipun, para nelayan sudah memiliki Kartu Nelayan.

Bahkan, ditengarai ada dugaan asuransi jiwa bagi nelayan dimanfaatkan sejumlah oknum di dinas terkait. Pasalnya, jumlah dana asuransi nelayan mencapai hingga Rp 200 juta, diperuntukkan bila terjadi kecelakaan meninggal dunia saat beraktivitas di laut.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sumenep Arif Rusdi saat dikonfirmasi menjelaskan, tidak semua pemilik Kartu Nelayan secara otomatis menerima asuransi jiwa. Meskipun pemerintah sudah meluncurkan program Asuransi Jiwa bagi para nelayan.

“Kartu Nelayan ini adalah syarat pertama untuk mendapatkan Kartu Asuransi kemudian KTP dan KK. Tidak semua nelayan yang memiliki Kartu Nelayan otomatis memiliki kartu Asuransi Jiwa, karena penentuan untuk mendapatkan asuransi adalah Pemeritah Pusat, yang melakukan seleksi,” kata dia.

Terkait kartu asuransi milik nelayan yang ditengarai dipegang dinas terkait, Rusdi menyampaikan bahwa seluruh kartu Asuransi Jiwa milik nelayan yang menerima untuk tahun 2018, sudah diberikan kepada pemiliknya dan ada tanda terima. “Jika ada warga yang memegang Kartu Nelayan dan mendapatkan asuransi, tapi kartu asuransinya tidak dipegang penerima, suruh menghadap dan temui saya,” kata dia.

Ditanya soal daftar penerima asuransi nelayan, Rusdi mengatakan masih akan melakukan koordinasi dengan stafnya. “Nanti aja, saya bicarakan dengan staf saya, karena jumlahnya banyak,” pungkas dia.

Untuk diketahui, penerima Asuransi Jiwa bagi nelayan di Kabupaten Sumenep sedikitnya 6680 polis asuransi, melebihi batas target yang diberikan Pemerintah Pusat, yakni 5000 polis asuransi. (aln/ros)

Tim PSC Dinkes Pacitan Siaga 24 Jam, Apa Saja Tugasnya?
Jumat, 01 Februari 2019 06:27 WIB
PACITAN, BANGSAONLINE.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Pacitan mempunyai tim public safety center (PSC) yang siaga 24 jam dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Apa saja tugas tim ini? Simak video berikut.
Rabu, 06 Februari 2019 13:59 WIB
JOMBANG, BANGSAONLINE.com - Menambah jumlah destinasi wisata buatan, sebuah desa di Jombang mengembangkan destinasi wisata tanaman. Di areal wisata ini, pengelola menyuguhkan ratusan aneka tanaman bunga yang menarik dan indah. Selain keindahan wisata...
Suparto Wijoyo
Rabu, 13 Februari 2019 10:28 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*RABU, 13 Februari 2019 ini, Bude Khofifah Indar Parawansa dan Mas Emil E. Dardak dilantik di Istana Negara sebagai Gubernur-Wakil Gubernur periode 2019-2024. Ucapan selamat dan senyum mengembang diragam kesempatan beliau yang me...
Sabtu, 16 Februari 2019 11:20 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.AgAl-Isra': 24وَاخْفِضْلَهُمَاجَنَاحَالذُّلِّمِنَالرَّحْمَةِوَقُلْرَّبِّارْحَمْهُمَاكَمَارَبَّيٰنِيْصَغِيْرًاۗWaikhfidh...
Dr. KH. Imam Ghazali Said.
Jumat, 01 Februari 2019 11:02 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...