Selasa, 16 Juli 2019 16:05

Petani Bantaran Bengawan Solo Panen dengan Harga Tinggi

Selasa, 15 Januari 2019 12:20 WIB
Editor: Rizki Daniarto
Wartawan: Eky Nurhadi
Petani Bantaran Bengawan Solo Panen dengan Harga Tinggi
Aktivitas para petani memanen hasil padi mereka.

BOJONEGORO, BANGSAONLINE.com - Sejumlah desa di Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengawan Solo, Jawa Timur, panen dengan harga tinggi pada musim hujan awal tahun ini. Harga gabah basah dari sawah mencapai Rp 5.200 per kilogram.

Harga tersebut terbilang cukup tinggi dibandingkan harga panenan pada musim hujan tahun 2017 lalu senilai Rp 4.200 per kilogram. Rp 5.200 ini sama dengan harga gabah pada panenan musim kemarau akhir 2018 kemarin senilai Rp 5.500 per kilogram.

"Kami sangat bersyukur karena musim hujan biasanya lahan kami kebanjiran. Tetapi tahun ini aman dari banjir dan dapat panen dengan harga tinggi," ujar Kepala Desa Pucangarum Sanawi, Selasa, (15/1).

Dia menjelaskan, harga Rp 5.200 itu terkena potongan (refaksi) 5 persen dari bobot gabah dari tengkulak yang membeli. Kata dia, tengkulak yang membeli gabah para petani masih didominasi dari lokal, sehingga tidak ada persaingan harga.

Meski hari ini harga gabah tinggi, namun dia memperkirakan harga tersebut akan turun beberapa minggu ke depan. Sebab, curah hujan di wilayah Bojonegoro tinggi.

"Panen hari ini kemungkinan akan ada penurunan karena faktor cuaca ekstrem. Tetapi sedikit antara Rp 200 sampai Rp 300 per kilogramnya, dan harga terendah nanti kami prediksi masih Rp 4.800 per kilogram," terangnya.

Dia menambahkan, lahan Desa Pucangarum yang hari ini panen seluas 277 hektare. Selain Desa Pucangarum, di Kecamatan Baureno ada Desa Lebaksari, Kadungrejo, Kauman, Karangdayu, dan Pomahan yang juga panen raya.

Sementara di Kecamatan Kanor, sejumlah desa juga panen. Di antaranya Desa Kedungprimpen, Gedongarum, Temu, Prigi, Pilang, Semambung, dan Desa Kanor serta beberapa desa lain yang tersebar di aliran Sungai Bengawan Solo.

"Desa Pucangarum mengawali panen karena tanamnya mmaj. Untuk serentak panen raya kemungkinan dua minggu lagi," papar Sanawi.

Dia menambahkan, kualitas panenan hari ini menurun 20 persen karena faktor musim hujan. Selain itu banyaknya hama dan kurangnya sinar matahari sehingga padi kurang tumbuh maksimal.

Kadir (54) salah seorang petani menambahkan, pasca panen musim hujan ini dia bersama petani lainnya akan langsung melakukan tanam padi lagi. Sebab, cuaca hujan tahun ini diperkirakan tidak begitu ekstrem yang berdampak pada banjir Sungai Bengawan Solo.

"Tetapi masih nunggu koordinasi dahulu dengan pengurus HIPPA dan desa lainnya. Tapi kemungkinan tanam lagi," ujarnya menambahkan. (nur/rd)

Kamis, 11 Juli 2019 16:29 WIB
YOGYAKARTA, BANGSAONLINE.com - Siapa pun pasti tersenyum membaca nama tempat wisata ini. Maklum, identik alat vital wanita: “Tempik Gundul” yang artinya alat vital wanita tanpa bulu. Apalagi tulisan yang beredar di media sosial (medsos) juga d...
Minggu, 14 Juli 2019 13:13 WIB
Oleh: Dr. KH. M. Cholil NafisBaru saja, Kamis (12/7) saya berpartisipasi dalam kegiatan Bussiness Matching The 1st Pasific Exposition yang berlangsung pada 11 s.d. 14 Juli 2019 di Auckland, Selandia Baru.Pacific Exposition merupakan salah satu kontri...
Sabtu, 06 Juli 2019 15:08 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag57. Ulaa-ika alladziina yad’uuna yabtaghuuna ilaa rabbihimu alwasiilata ayyuhum aqrabu wayarjuuna rahmatahu wayakhaafuuna ‘adzaabahu inna ‘adzaaba rabbika kaana mahtsuuraanOrang-orang yang mereka seru itu, ...
Sabtu, 29 Juni 2019 14:36 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...