Terkena Lumpuh Layu, Dinda Ingin Tetap Sekolah dan Jadi Dokter

Terkena Lumpuh Layu, Dinda Ingin Tetap Sekolah dan Jadi Dokter Dinda Putri Aprilia, terserang lumpuh layu tapi tetap ingin sekolah dan jadi dokter.

Siswanto menceritakan, keadaan Dinda yang mengalami lumpuh layu itu berawal dari sakit panas yang diderita ketika berusia 8 bulan. Saat itu ayahnya yang bekerja sebagai pembuat genting memilih memijatkan Dinda kecil karena kebiasaan sejumlah warga di Desa Bogorejo seperti itu.

“Dinda seperti anak lainnya, ceria, aktif dan sering minta tetah untuk belajar jalan,” imbuh Siswanto. Namun ironisnya bukan kesembuhan yang didapat. Tapi pasca dipijat, kedua kaki Dinda justru menjadi lemas dan tidak sanggup menahan badannya saat ditetah untuk belajar berjalan. Keadaan tersebut berlanjut sampai saat ini, Dinda berumur 6 tahun.

Karena hal itu, kegiatan keseharian Dinda hanya berkutat di rumah bermain. “Biasanya tidak seramai ini karena kebanyakan orang tua anak-anak pada bekerja. Kebetulan ini tadi pada ngumpul,” ungkap Fatimah, tetangga Dinda.

Meski mengalami lumpuh layu, Dinda masih sempat mengikuti PAUD dengan diantar jemput oleh bapak maupun ibunya. Namun itupun tidak berlangsung lama. Di tengah semangatnya bermain dan belajar di PAUD, ibunya tiba-tiba harus menjalani operasi luka di kaki akibat sakit diabetes.

Yang kemudian disusul ayahnya Sutopo meninggal dunia. Tidak adanya tulang punggung keluarga di saat ibunya sakit diabetes membuat tangung jawab mencari nafkah bergantung kepada Siswanto. Kejadian itupun membuat sekolah Dinda terabaikan.

Alat permainan stetoskop dari plastik terlihat sesekali Dinda mainkan, diletakkan di beberapa bagian tubuh temanya Shiva. Setiap ditanya cita-citanya, Dinda kecil akan lantang menjawab menjadi dokter.

“Menolong orang tua, menolong sakit, menolong semualah,“ ujarnya.

Meski baru berusia 6 tahun, Dinda tahu jika untuk menggapai cita citanya menjadi dokter, dia harus sekolah. Dengan keadaannya tersebut Dinda berharap ada orang yang baik hati yang membantu kebutuhannya agar bisa sekolah seperti anak-anak lainnya. (ton/rd)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO