Sabtu, 23 Maret 2019 12:30

Persyaratan Berat, Pemekaran Kecamatan di Pacitan Sulit Terealisasi

Jumat, 11 Januari 2019 13:44 WIB
Editor: Nur Syaifudin
Wartawan: Yuniardi Sutondo
Persyaratan Berat, Pemekaran Kecamatan di Pacitan Sulit Terealisasi
Muhammad Chusnul Faozi, Kasubbag Pembinaan Wilayah Bagian Pemerintahan dan Kerja Sama.

PACITAN, BANGSAONLINE.com - Pemkab Pacitan sepertinya masih sangat kesulitan untuk melakukan pemekaran wilayah kecamatan guna lebih mendekatkan pelayanan pada masyarakat. Bahkan rencana yang pernah dibesut tahun lalu itu, sepertinya sulit terwujud.

Kasubag Pembinaan Wilayah Bagian Pemerintahan dan Kerja Sama Setkab Pacitan, Muhamad Chusnul Faozi mengatakan, awalnya Kecamatan Pacitan memang diwacanakan untuk dimekarkan menjadi Kecamatan Pacitan Barat dan Timur. Sebab secara administratif, ketentuan minimal desa sudah terpenuhi.

"Di Kecamatan Pacitan itu terdiri dari 20 desa dan lima kelurahan. Dengan begitu, syarat minimal desa sejatinya sudah terpenuhi untuk dilakukan pemekaran wilayah," katanya, Jumat (11/1).

Namun, hal itu sepertinya hanya sebatas rencana. Pasalnya, pemerintah dengan PP 17/18 tentang Kecamatan, kembali memberikan syarat yang dinilai cukup memberatkan agar sebuah kecamatan itu bisa dimekarkan. Selain minimal jumlah desa, juga jumlah penduduk yang disyaratkan minimal 6 ribu jiwa di setiap desa.

"Awalnya hanya mempertimbangkan exsisting desa di kecamatan dimaksud. Sepanjang jumlah minimal desa terpenuhi, pemekaran bisa dilakukan. Namun sekarang ini ada penambahan syarat minimal jumlah penduduk, yaitu 6 ribu jiwa di setiap desa. Sedangkan desa-desa di Kecamatan Pacitan jumlah penduduknya cukup bervariatif. Ada desa yang lebih dari 6 ribu jiwa, juga ada desa yang jumlah penduduknya kurang dari 6 ribu jiwa," beber Chusnul.

Terkait penambahan prasyarat tersebut, tentu hal yang tidak mungkin pemekaran kecamatan akan bisa dilaksanakan. "Ya kita terbentur dengan aturan. Sehingga sulit untuk dilaksanakan pemekaran tersebut," tandasnya. (yun/ns)

Polda Jatim Gerebek Pabrik Makanan Ringan Berbahan Tawas dan Bumbu Kadaluarsa di Sidoarjo
Jumat, 15 Maret 2019 05:14 WIB
SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Tim Satgas Pangan Polda Jatim menggerebek pabrik produksi makanan ringan (snack) di Dusun Dodokan, Desa Tanjungsari, Taman, Sidoarjo, Kamis (14/3). Dalam penggerebekan ditemukan bahan baku berbahaya dan kadaluarsa y...
Selasa, 19 Februari 2019 16:59 WIB
BANGSAONLINE.com - Februari udah mau abis aja nih... Saygon Waterpark punya banyak banget promo menarik buat kalian di bulan Februari ini. Ayo... jangan sampai ketinggalan ya...1. Romantic Moment, Berdua Lebih HematBuat kalian yang dateng berdua sama...
H. Suparto Wijoyo
Rabu, 20 Maret 2019 10:57 WIB
Oleh: H. Suparto Wijoyo*PAPUA menghadirkan duka pada saat yang nyaris setarikan nafas panjang atas tragedi yang menimpa Jamaah shalat Jumat di Masjid An Noor, Christchurch, Selandia Baru, Jumat 15 Maret 2019. 49 orang tewas akibat pemberondongan...
Minggu, 17 Maret 2019 23:15 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag28. Wa-immaa tu’ridhanna ‘anhumu ibtighaa-a rahmatin min rabbika tarjuuhaa faqul lahum qawlan maysuuraanDan jika engkau berpaling dari mereka untuk memperoleh rahmat dari Tuhanmu yang engkau harapkan, maka kat...
Dr. KH. Imam Ghazali Said.
Jumat, 01 Februari 2019 11:02 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...