Rabu, 28 Juli 2021 19:43

Nelayan di Pacitan Belum Tersentuh Rapid Test Covid-19

Jumat, 08 Mei 2020 15:31 WIB
Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Yuniardi Sutondo
Nelayan di Pacitan Belum Tersentuh Rapid Test Covid-19
Ilustrasi.

PACITAN, BANGSAONLINE.com - Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pemkab Pacitan, sejauh ini belum menyentuh keberadaan nelayan di Pacitan untuk dilakukannnya tracing, maupun uji rapid test.

Jubir Percepatan Penanganan Covid-19 Pemkab Pacitan, Rachmad Dwiyanto menegaskan bahwa saat ini tim surveilans lebih konsentrasi dengan beberapa temuan klaster baru yang masih belum tuntas dalam pelacakan. Terutama, santri Pondok Pesantren Al Fattah Temboro, Kabupaten Magetan, yang saat ini sudah ada yang positif Covid-19.

Selain itu, ketersediaan alat rapid test juga sangat terbatas. "Karena keterbatasan alat, sehingga saat ini gugus tugas masih konsentrasi dengan tracing-tracing yang ada di depan mata," jelasnya, Jumat (8/5/2020).

Namun menurutnya, ke depan tidak menutup kemungkinan juga akan menyasar para nelayan. Khususnya nelayan andon yang berasal dari zona merah. "Ke depan nanti, kemungkinan juga akan sampai nelayan andon," ungkap mantan Kepala Dinas Kesehatan Pacitan ini.

BACA JUGA : 

Pengusaha Rendah Hati, Nyumbang Rp 2 Triliun ke Kapolda Sumsel, untuk Apa?

Dipermalukan, Menteri Kesehatan Bakal Mundur atau Bertahan?

Tanggapi Ajakan Demo Tolak PPKM Darurat, PB HMI Dorong Polisi Lakukan Penangkapan

AMSI akan Luncurkan Crisis Center COVID-19, Bantu Pekerja Media yang Terpapar

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Pacitan, Sumorohadi menegaskan bahwa untuk pelaksanaan rapid test, semua dikembalikan kepada gugus tugas, meski nelayan yang selama ini beroperasi, sudah melalui screening ketat dari petugas di pelabuhan. 

"Untuk nelayan andon, sudah banyak yang kita pulangkan ke daerah asalnya, terutama yang dari zona merah. Nelayan yang ada di Pacitan, Insya Allah sudah melalui beberapa tahap screening," jelasnya.

Dia menuturkan, saat ini hampir semua kapal besar sudah tidak beroperasi. "Jumlahnya ada 30 lebih kapal-kapal besar yang melempar sauh, tidak melaut," pungkasnya. (yun/zar)

Warga Sambisari dan Manukan Kulon Menolak Sekolah Dijadikan Tempat Isolasi Pasien Corona
Senin, 26 Juli 2021 19:36 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Korban Covid-19 yang terus berjatuhan mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperluas tempat isolasi pasien yang sedang terpapar virus corona. Berbagai fasilitas gedung – termasuk sekolah – direncana...
Kamis, 15 Juli 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Ini ide baru. Untuk menyiasati pandemi. Menggelar resepsi pernikahan di dalam bus. Wow.Lalu bagaimana dengan penghulunya? Silakan baca tulisan wartawan terkemuka Dahlan Iskan di  Disway, HARIAN BANGSA dan B...
Selasa, 27 Juli 2021 06:32 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Mayat korban covid yang perlu dibakar – sesuai keyakinan mereka – terus bertambah. Bahkan menumpuk. Sampai perusahaan jasa pembakaran mayat kewalahan. Celakanya, hukum kapitalis justru dipraktikkan dalam pe...
Kamis, 15 Juli 2021 12:37 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*66. Qaala lahu muusaa hal attabi’uka ‘alaa an tu’allimani mimmaa ‘ullimta rusydaanMusa berkata kepadanya, “Bolehkah aku mengikutimu agar engkau mengajarkan kepadaku (ilmu yang benar) yang telah diajark...
Sabtu, 17 Juli 2021 10:23 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...