Jumat, 19 Juli 2019 22:20

Sungai di Jombang Mendadak Dipenuhi Busa Setinggi 5 Meter dan Sepanjang 100 Meter

Senin, 07 Januari 2019 22:02 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Rony Suhartomo
Sungai di Jombang Mendadak Dipenuhi Busa Setinggi 5 Meter dan Sepanjang 100 Meter
Warga yang penasaran memadati sepanjang sungai di Desa Jatipelem yang mengeluarkan busa. foto: RONY S/ BANGSAONLINE

JOMBANG, BANGSAONLINE.com - Sungai di Desa Jatipelem, Kecamatan Diwek, Jombang mendadak dipenuhi busa putih setinggi 5 meter dengan panjang lebih dari 100 meter. Sontak fenomena busa yang menggunung ini membuat heboh warga sekitar.

Busa berwarna putih seperti salju itu menutup permukaan sungai di pintu air Dukuhan, Desa Jatipelem. Permukaan sungai selebar 5 meter seluruhnya berwarna putih.

Ketinggian busa mencapai sekitar 5 meter dari permukaan air. Permukaan sungai yang tertutup busa mencapai lebih dari 100 meter. Tercium wangi sabun dari busa tersebut.

Warga setempat Sukoyo (46) mengatakan, busa tersebut menutupi permukaan sungai sejak sekitar pukul 17.00 WIB. "Setelah turun hujan tadi tiba-tiba air sungai ini berbusa. Baunya wangi seperti sabun," kata dia kepada wartawan di lokasi, Senin (7/1/2019) malam.

Fenomena gunungan busa ini membuat heboh warga sekitar. Warga terus memadati tepi sungai untuk menyaksikan langsung fenomena langka ini. Ada yang sekadar untuk berswafoto, ada pula yang berusaha menghilangkan busa dari permukaan sungai.

Mereka mendatangkan sebuah pompa air ke lokasi. Dengan mesin pompa tersebut, warga menyemprotkan air ke arah busa dengan harapan busa tersebut hanyut terbawa air. Banyak warga yang berdatangan mengakibatkan kemacetan di jalur Diwek-Perak.

Sejumlah anggota Polsek Diwek telah datang ke lokasi untuk meminta keterangan warga dan mengambil sampel air busa. Sampel tersebut akan diuji di Laboratorium Forensik Surabaya.

"Sampel air busa sudah kami bawa ke Polsek, akan dikirim ke Labfor untuk mengetahui kandungannya," terang Kanit Sabhara Polsek Diwek, Ipda Slamet Hariyono di lokasi.

Slamet menambahkan, busa yang menutup permukaan sungai Jatipelem ini diperkirakan berasal dari pabrik karung plastik. Diduga air bercampur sabun bekas cucian karung terbawa air hujan ke sungai.

"Kemungkinan dari pabrik karung plastik, limbahnya dibuang ke sungai ini," tandasnya. (ony/rev)

Kamis, 11 Juli 2019 16:29 WIB
YOGYAKARTA, BANGSAONLINE.com - Siapa pun pasti tersenyum membaca nama tempat wisata ini. Maklum, identik alat vital wanita: “Tempik Gundul” yang artinya alat vital wanita tanpa bulu. Apalagi tulisan yang beredar di media sosial (medsos) juga d...
Minggu, 14 Juli 2019 13:13 WIB
Oleh: Dr. KH. M. Cholil NafisBaru saja, Kamis (12/7) saya berpartisipasi dalam kegiatan Bussiness Matching The 1st Pasific Exposition yang berlangsung pada 11 s.d. 14 Juli 2019 di Auckland, Selandia Baru.Pacific Exposition merupakan salah satu kontri...
Kamis, 18 Juli 2019 13:54 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag57. Ulaa-ika alladziina yad’uuna yabtaghuuna ilaa rabbihimu alwasiilata ayyuhum aqrabu wayarjuuna rahmatahu wayakhaafuuna ‘adzaabahu inna ‘adzaaba rabbika kaana mahtsuuraanOrang-orang yang mereka seru itu, ...
Sabtu, 29 Juni 2019 14:36 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...