Selasa, 26 Mei 2020 06:37

Hadiri Konfercab PCNU Bangil, Ketua DPRD Ingatkan Soal Sinergitas

Minggu, 06 Januari 2019 16:39 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Ahmad Fuad
Hadiri Konfercab PCNU Bangil, Ketua DPRD Ingatkan Soal Sinergitas
Ketua DPRD Kab. Pasuruan HM. Sudiono Fauzan didampingi Anggota DPRD Kab. Pasuruan.

PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Bangil, menggelar Konferensi Cabang (Konfercab) atau reformasi pemimpin. Konfercab itu dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan HM. Sudiono Fauzan. Ia turut menyumbang saran, agar ke depan PCNU bersinergi dengan pemerintah daerah. 

"Program yang sudah diakses pemerintah, NU harus mensuport kepada masyarakat. Dan itu harus ada sinergi antara pengurus yang dengan Pemda," kata Dion, sapaan Sudiono Fauzan kepada BANGSAONLINE.com di lokasi Konfercab, tepatnya di Desa Banggle, Beji, Kab. Pasuruan atau PP. Nurus Sobach, Minggu (6/1).

Dion juga menyarankan kepada pengurus baru supaya kantor baru PCNU di Sidowayah, Beji, ditempati, guna membangun program yang harus dikembangkan untuk kemajuan NU Bangil ke depannya. Ia beralasan, kantor PCNU yang ada di Kota Bangil tersebut sudah tidak memenuhi kapasitas. Di samping menurutnya halamannya sempit, fasilitasnya campur dengan kampus, dan fasilitas kantornya juga kecil.

"Kemudian yang harus dikembangkan lagi yakni Perguruan Tinggi. Satu-satunya perguruan tinggi yang ada di Bangil dan afiliasinya dengan NU adalah Staipana (Sekolah Tinggi Agama Islam Panca Warna). Jika perguruan tersebut berkembang, pastinya NU tidak akan krisis generasi," sarannya.

Menurutnya, NU harus punya peranan moral dalam membina para pemuda yang tidak sepadan dengan lingkungan sekitar. Misal, wilayah Bangil masih rawan pemuda yang suka narkoba, anak jalanan, dan yang lebih penting yakni pergaulan bebas di luar status ikatan suami istri (seks bebas).

Sementara H. Najib Syafi'i sebagai Ketua PCNU Bangil berharap dukungan pemerintah untuk mengembangkan dan meningkatkan program tersebut. "Bagaimana pun tugas pembinaan moral kawula muda seperti anak jalanan, pecandu narkoba, dan pergaulan bebas itu butuh tenaga dari Dinas Sosial untuk fasilitas pembinaan," tegasnya.

"Bagaimana pun, NU ini adalah organisasi sosial yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Tetapi NU tidak bisa serta merta bertindak sendirian untuk mengamankan kondusivitas tersebut. Jika kondusivitas yang bertentangan dengan agama tersebut tidak diperhatikan maka, dan dosa semuanya kita. Bupatinya dosa, DPRD-nya dosa, Kiainya juga dosa," pungkasnya. (afa/ian)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Sabtu, 23 Mei 2020 12:36 WIB
Oleh: Firman Syah AliSaat ini gelar Habib sedang populer di Indonesia karena beberapa peristiwa. Diantaranya Insiden Habib Umar Abdullah Assegaf Bangil dengan mobil sedan mewah Nopol N 1 B diduga melanggar peraturan pemerintah tentang pembatasan sosi...
Sabtu, 23 Mei 2020 23:28 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*21. Unzhur kayfa fadhdhalnaa ba’dhahum ‘alaa ba’dhin walal-aakhiratu akbaru darajaatin wa-akbaru tafdhiilaanPerhatikanlah bagaimana Kami melebihkan sebagian mereka atas sebagian (yang lain). Dan kehidupan ...
Rabu, 13 Mei 2020 11:23 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <&...