Selasa, 25 Juni 2019 19:42

Ratusan Seniman dan Budayawan Desak Pemkab Pasuruan Bangun Gedung Kesenian

Senin, 31 Desember 2018 10:02 WIB
Editor: Abdurrahman Ubaidah
Wartawan: Ahmad Fuad
Ratusan Seniman dan Budayawan Desak Pemkab Pasuruan Bangun Gedung Kesenian
Para seniman yang kemarin menggelar dialog mengenai seni dan budaya.

PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Ratusan seniman dan budayawan menggelar dialog bersama Pejabat Dinas Pariwisata dan Budaya Kabupaten Pasuruan Nurul Hidayati. Hampir semua dari mereka yang hadir mengusulkan supaya Pemkab Pasuruan punya gedung kesenian. Tujuannya, agar kesenian dan kebudayaan yang ada di wilayah Kabupaten Pasuruan terakomodir dan ada perhatian dari pemerintah. Karena menurut mereka, pemerintah seakan-akan kurang perhatian terhadap pelestarian budaya.

Hal itu disampaikan oleh Ana Cunggrang, warga asal Bulusari, Gempol, Pasuruan. Ana mempunyai lahan Prasasti Cunggrang, di mana prasasti tersebut menjadi acuan sebagai pedoman lahirnya Kabupaten Pasuruan.

Dia mengatakan "Cikal bakal Pasuruan itu adalah Prasasti Cunggrang, tapi hingga saat ini tidak ada perhatian dari pemerintah mengenai kondisi prasasti tersebut," tandas Ana dalam dialog yang diselenggarakan Dewan Kesenian dan kebudayaan Kabupaten Pasuruan (DK3P) di RM Nglencer, Batu Emas, Pandaan, Pasuruan, Minggu (30/12) kemarin.

Menurut Ana, warga Pasuruan sendiri masih banyak yang belum tahu tentang cikal bakal itu. Justru yang sering datang ke tempat tersebut dari luar daerah. Bahkan luar negeri. "Ini gimana, pemerintah ke mana saja, kok sampek cikal bakal Pasuruan saja tidak diketahui warganya. Sebenarnya itu bagus untuk dilestarikan, kemudian dikemas jadi wisata. Karena itu termasuk bagian dari cagar budaya " jelasnya.

Di samping itu juga ada seorang seniman asal Tengger mengusulkan supaya pemerintah juga memperhatikan alat tradisional. Salah satunya adalah terompet kecil yang bunyinya luar biasa dan diklaimnya jarang dimiliki oleh daerah lain.

"Kemudian gamelan khas Pasuruan. Semua daerah punya gamelan tersebut, tapi gamelan Pasuruan tersebut punya keunikan sendiri. Kentong tetek, sebuah alat tradisional yang berasal dari Purwosari, juga banyak alat tradisional lainnya yang tidak bisa disebut satu per satu.

Menyikapi usulan para seniman tersebut, Nurul selaku Kabid yang membidangi kesenian itu angkat bicara. Dia juga merasa iri karena Kota Pasuruan yang wilayahnya kecil punya gedung kesenian. "Kami setuju jika Kabupaten Pasuruan punya gedung kesenian, karena Kota Pasuruan sendiri wilayahnya kecil saja punya gedung, masak kita gak punya," kata dia.

Kemudian Nurul balik bertanya kepada para seniman yang hadir. "Jika anggaranya ada, terus pembangunan gedungnya mau taruh mana?," tanya dia.

Kemudian terkait prasasti, candi, dan peninggalan purbakala lainnya, dia juga ingin survei lokasi dulu. Setelah survei lokasi, dia juga melakukan klasifikasi untuk mengecek keaslian barang tersebut ke BPCB (Badan pelestarian Cagar Budaya) di Trowulan, Mojokerto. "Kita cek ke BPCB dulu, asli atau tidaknya baru kita kembangkan bersama," jelasnya.

Adapun terkait alat tradisional, kegiatan seni budaya dan tradisi tersebut, Nurul berkeinginan mengajak para seniman dan budayawan untuk duduk bareng membahas bersama. "Cuma kendalanya di anggaran. Kita ingin mengembangkannya, cuma dana kita kan terbatas. Tapi selagi ada kemauan kita bersama-sama usaha, jika APBD tidak mampu ya APBN," terang Nurul.

Sementara Ketua DK3P, Ki Bagong Sinukarto menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah terkait di mana letak posisi gedung tersebut diadakan. "Pastinya pemerintah lebih taulah di mana gedung itu dibangun. Tapi gambaran kami, kesenian itu yang banyak di kabupaten adalah wilayah Pasuruan Barat," tandasnya. (afa/dur)

Senin, 24 Juni 2019 12:08 WIB
TRENGGALEK, BANGSAONLINE.com - Novita Hardiny, istri dari Bupati Trenggalek Moh. Nur Arifin menegaskan kebersihan di kawasan wisata merupakan hal yang harus dijaga, baik oleh pemerintah, masyarakat, termasuk pengunjung wisata itu sendiri.Perny...
Jumat, 31 Mei 2019 21:16 WIB
Penulis: Nabrisi Rohid*Tahapan Pemilu 2019 sudah berjalan lebih dari setahun. Pada 21 Mei 2019 dini hari, KPU telah menetapkan pemenang dalam Pemilu tahun ini. Setelah itu, muncullah berbagai gerakan untuk menolak hasil Pemilu. Gerakan tersebut dikem...
Sabtu, 22 Juni 2019 17:29 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag54. Rabbukum a’lamu bikum in yasya' yarhamkum aw in yasya' yu’adzdzibkum wamaa arsalnaaka ‘alayhim wakiilaanTuhanmu lebih mengetahui tentang kamu. Jika Dia menghendaki, niscaya Dia akan memberi rahmat kepad...
Sabtu, 22 Juni 2019 13:55 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...