Pada poin keempat, EML menegaskan bahwa aktivitas pembakaran gas itu tidak berbahaya bagi masyarakat sekitar. Justru pertanda baik adanya potensi gas yang relatif besar.
"Jika dapat diproduksikan dengan baik, justru akan membuka lapangan kerja dan kegiatan CSR untuk masyarakat sekitar lokasi, serta mendorong kemakmuran bagi Kabupaten Sumenep dan Pulau Madura," tegas alumnus IAIN Sunan Ampel Surabaya ini.
Pada bagian akhir, EML memohon maaf jika aktivitas pembakaran gas tersebut sedikit mengganggu kenyamanan sebagian masyarakat. "Kami mohon barakah doa, semoga kegiatan pemboran Sumur Eksplorasi ENC-02 dapat diselesaikan dengan aman, lancar dan membawa kemaslahatan dalam jangka panjang," harap dia.
Sementara itu, Senior Manager Hubungan Masyarakat SKK Migas Jabanusa Dony Aryantho mengapresiasi langkah EML ini. Pria yang akrab dipanggil Dony ini menegaskan, wilayah kerja South East Madura Block yang dioperasikan oleh EML merupakan milik pemerintah dan akan dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan Bangsa Indonesia.
"Wilayah kerja ini merupakan lapangan minyak dan gas bumi satu-satunya di daratan Pulau Madura, yang akan menjadikan Kabupaten Sumenep sebagai daerah penghasil," tandas Dony.
Dengan menjadi daerah penghasil migas, tentu akan dapat meningkatkan pendapatan daerah untuk kesejahteraan seluruh wilayah Kabupaten Sumenep. "Karena itu, mari kita dukung dan jaga aset ini," pesannya. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




