Jumat, 19 April 2019 16:30

Luruskan Sejarah Warga Madiun Bukan Keturunan PKI

Senin, 26 November 2018 00:13 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Hendro Utomo
Luruskan Sejarah Warga Madiun Bukan Keturunan PKI
Bupati Madiun melakukan peninjauan dan dialog dengan warga di Lubang Sudo yang merupakan bukti peninggalan keganasan PKI tahun 1948.

MADIUN, BANGSAONLINE.com - Tidak enak mendapat sebutan keturunan Partai Komunis Indonesia (PKI) atau keturunan dari Muso. Untuk menghilangkan stigma tersebut, warga Madiun dan seluruh jajaran pemerintah daerah selalu melakukan pelurusan sejarah pada setiap kesempatan.

Bakesbangpol Kabupaten Madiun menyelenggarakan penelusuran sejarah dengan menghadirkan narasumber yang paham dan mengerti masalah pemberontakan PKI di Madiun yang dikemas dalam seminar dengan tema Peningkatan Kesadaran Masyarakat akan Nilai-Nilai Luhur Budaya Bangsa.

Acara tersebut dihadiri kedua pucuk pimpinan Kabupaten Madiun di Desa Kresek, Kecamatan Wungu.

Bupati Madiun Ahmad Dawami mengatakan, kegiatan menghadirkan narasumber pelaku sejarah dan juga menghadirkan masyarakat agar langsung tepat sasaran.

"Generasi sekarang tidak boleh lupa pada sejarah, sejarah juga tidak boleh dirubah atau dibelokkan. Kita memiliki tugas dan kewajiban yang sama dalam rangka mencabut stigma negatif yang terdapat di Kabupaten Madiun yang konon katanya Madiun tempatnya PKI," ujarnya.

Seminar yang dihadiri forkopimda Kabupaten Madiun, para kepala OPD dan masyarakat ini, Ahmad Dawami dan Hariwuryanto bertamu langsung dengan sejumlah narasumber yang menyampampaikan testimoni dan menceritakan kembali cerita mengenai keganasan PKI pada saat itu.

Mereka adalah KH. Abdul Halim yang merupakan keluarga korban keganasan PKI; KH. Muksinun, saksi mata penggalian kembali 1994 untuk mengangkat jenasah korban PKI; KH. Mahfud, penggali jasad korban PKI; Suwanto Paimun, penemu titik pertama jasad pahlawan ideologi dibantai dan dikubur dan Sumaryono, putra dari saksi hidup korban keganasan PKI.

Dikatakannya, warga Kabupaten Madiun pun sangat tidak sepakat dengan perbuatan yang menentang NKRI tersebut. "Dan dengan acara hari ini akan kita tambah satu bukti otentik bahwa kita pun korban dalam peristiwa di Kresek. Pesan dari acara ini semoga sampai pada masyarakat luas dan mampu merubah menjadi stigma yang lebih baik," terangnya.

Usai acara, para pejabat melakukan peninjauan di sekitar wilayah Monumen Kresek. Salah satunya adalah adalah Lubang Sudo yang merupakan bukti peninggalan keganasan PKI tahun 1948. (hen/rev)

Polda Jatim Gerebek Pabrik Makanan Ringan Berbahan Tawas dan Bumbu Kadaluarsa di Sidoarjo
Jumat, 15 Maret 2019 05:14 WIB
SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Tim Satgas Pangan Polda Jatim menggerebek pabrik produksi makanan ringan (snack) di Dusun Dodokan, Desa Tanjungsari, Taman, Sidoarjo, Kamis (14/3). Dalam penggerebekan ditemukan bahan baku berbahaya dan kadaluarsa y...
Selasa, 26 Maret 2019 21:54 WIB
MADIUN, BANGSAONLINE.com - KAI Daop 7 ajak beberapa wartawan wilayah Madiun, mulai dari wartawan cetak, online, dan televisi, ke tempat bangunan bersejarah Lawang Sewu dan Stasiun Ambarawa, Selasa (26/3). Kegiatan ini dilakukan selama dua hari (25-26...
Suparto Wijoyo
Rabu, 17 April 2019 10:19 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*RABU 17 April 2019 telah beranjak dari gawe demokrasi yang amat besar bagi Republik ini. Pemilu untuk memilih capres-cawapres, caleg DPR RI maupun DPRD dan insan DPD bagi kepentingan kepemimpinan lima tahun mendatang telah usai. ...
Sabtu, 13 April 2019 11:40 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag36. Walaa taqfu maa laysa laka bihi ‘ilmun inna alssam’a waalbashara waalfu-aada kullu ulaa-ika kaana ‘anhu mas-uulaanDan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesun...
Dr. KH. Imam Ghazali Said.
Jumat, 01 Februari 2019 11:02 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...