Minggu, 17 Februari 2019 09:50

Luruskan Sejarah Warga Madiun Bukan Keturunan PKI

Senin, 26 November 2018 00:13 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Hendro Utomo
Luruskan Sejarah Warga Madiun Bukan Keturunan PKI
Bupati Madiun melakukan peninjauan dan dialog dengan warga di Lubang Sudo yang merupakan bukti peninggalan keganasan PKI tahun 1948.

MADIUN, BANGSAONLINE.com - Tidak enak mendapat sebutan keturunan Partai Komunis Indonesia (PKI) atau keturunan dari Muso. Untuk menghilangkan stigma tersebut, warga Madiun dan seluruh jajaran pemerintah daerah selalu melakukan pelurusan sejarah pada setiap kesempatan.

Bakesbangpol Kabupaten Madiun menyelenggarakan penelusuran sejarah dengan menghadirkan narasumber yang paham dan mengerti masalah pemberontakan PKI di Madiun yang dikemas dalam seminar dengan tema Peningkatan Kesadaran Masyarakat akan Nilai-Nilai Luhur Budaya Bangsa.

Acara tersebut dihadiri kedua pucuk pimpinan Kabupaten Madiun di Desa Kresek, Kecamatan Wungu.

Bupati Madiun Ahmad Dawami mengatakan, kegiatan menghadirkan narasumber pelaku sejarah dan juga menghadirkan masyarakat agar langsung tepat sasaran.

"Generasi sekarang tidak boleh lupa pada sejarah, sejarah juga tidak boleh dirubah atau dibelokkan. Kita memiliki tugas dan kewajiban yang sama dalam rangka mencabut stigma negatif yang terdapat di Kabupaten Madiun yang konon katanya Madiun tempatnya PKI," ujarnya.

Seminar yang dihadiri forkopimda Kabupaten Madiun, para kepala OPD dan masyarakat ini, Ahmad Dawami dan Hariwuryanto bertamu langsung dengan sejumlah narasumber yang menyampampaikan testimoni dan menceritakan kembali cerita mengenai keganasan PKI pada saat itu.

Mereka adalah KH. Abdul Halim yang merupakan keluarga korban keganasan PKI; KH. Muksinun, saksi mata penggalian kembali 1994 untuk mengangkat jenasah korban PKI; KH. Mahfud, penggali jasad korban PKI; Suwanto Paimun, penemu titik pertama jasad pahlawan ideologi dibantai dan dikubur dan Sumaryono, putra dari saksi hidup korban keganasan PKI.

Dikatakannya, warga Kabupaten Madiun pun sangat tidak sepakat dengan perbuatan yang menentang NKRI tersebut. "Dan dengan acara hari ini akan kita tambah satu bukti otentik bahwa kita pun korban dalam peristiwa di Kresek. Pesan dari acara ini semoga sampai pada masyarakat luas dan mampu merubah menjadi stigma yang lebih baik," terangnya.

Usai acara, para pejabat melakukan peninjauan di sekitar wilayah Monumen Kresek. Salah satunya adalah adalah Lubang Sudo yang merupakan bukti peninggalan keganasan PKI tahun 1948. (hen/rev)

Tim PSC Dinkes Pacitan Siaga 24 Jam, Apa Saja Tugasnya?
Jumat, 01 Februari 2019 06:27 WIB
PACITAN, BANGSAONLINE.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Pacitan mempunyai tim public safety center (PSC) yang siaga 24 jam dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Apa saja tugas tim ini? Simak video berikut.
Rabu, 06 Februari 2019 13:59 WIB
JOMBANG, BANGSAONLINE.com - Menambah jumlah destinasi wisata buatan, sebuah desa di Jombang mengembangkan destinasi wisata tanaman. Di areal wisata ini, pengelola menyuguhkan ratusan aneka tanaman bunga yang menarik dan indah. Selain keindahan wisata...
Suparto Wijoyo
Rabu, 13 Februari 2019 10:28 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*RABU, 13 Februari 2019 ini, Bude Khofifah Indar Parawansa dan Mas Emil E. Dardak dilantik di Istana Negara sebagai Gubernur-Wakil Gubernur periode 2019-2024. Ucapan selamat dan senyum mengembang diragam kesempatan beliau yang me...
Sabtu, 16 Februari 2019 11:20 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.AgAl-Isra': 24وَاخْفِضْلَهُمَاجَنَاحَالذُّلِّمِنَالرَّحْمَةِوَقُلْرَّبِّارْحَمْهُمَاكَمَارَبَّيٰنِيْصَغِيْرًاۗWaikhfidh...
Dr. KH. Imam Ghazali Said.
Jumat, 01 Februari 2019 11:02 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...