Rabu, 21 Agustus 2019 04:29

Luruskan Sejarah Warga Madiun Bukan Keturunan PKI

Senin, 26 November 2018 00:13 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Hendro Utomo
Luruskan Sejarah Warga Madiun Bukan Keturunan PKI
Bupati Madiun melakukan peninjauan dan dialog dengan warga di Lubang Sudo yang merupakan bukti peninggalan keganasan PKI tahun 1948.

MADIUN, BANGSAONLINE.com - Tidak enak mendapat sebutan keturunan Partai Komunis Indonesia (PKI) atau keturunan dari Muso. Untuk menghilangkan stigma tersebut, warga Madiun dan seluruh jajaran pemerintah daerah selalu melakukan pelurusan sejarah pada setiap kesempatan.

Bakesbangpol Kabupaten Madiun menyelenggarakan penelusuran sejarah dengan menghadirkan narasumber yang paham dan mengerti masalah pemberontakan PKI di Madiun yang dikemas dalam seminar dengan tema Peningkatan Kesadaran Masyarakat akan Nilai-Nilai Luhur Budaya Bangsa.

Acara tersebut dihadiri kedua pucuk pimpinan Kabupaten Madiun di Desa Kresek, Kecamatan Wungu.

Bupati Madiun Ahmad Dawami mengatakan, kegiatan menghadirkan narasumber pelaku sejarah dan juga menghadirkan masyarakat agar langsung tepat sasaran.

"Generasi sekarang tidak boleh lupa pada sejarah, sejarah juga tidak boleh dirubah atau dibelokkan. Kita memiliki tugas dan kewajiban yang sama dalam rangka mencabut stigma negatif yang terdapat di Kabupaten Madiun yang konon katanya Madiun tempatnya PKI," ujarnya.

Seminar yang dihadiri forkopimda Kabupaten Madiun, para kepala OPD dan masyarakat ini, Ahmad Dawami dan Hariwuryanto bertamu langsung dengan sejumlah narasumber yang menyampampaikan testimoni dan menceritakan kembali cerita mengenai keganasan PKI pada saat itu.

Mereka adalah KH. Abdul Halim yang merupakan keluarga korban keganasan PKI; KH. Muksinun, saksi mata penggalian kembali 1994 untuk mengangkat jenasah korban PKI; KH. Mahfud, penggali jasad korban PKI; Suwanto Paimun, penemu titik pertama jasad pahlawan ideologi dibantai dan dikubur dan Sumaryono, putra dari saksi hidup korban keganasan PKI.

Dikatakannya, warga Kabupaten Madiun pun sangat tidak sepakat dengan perbuatan yang menentang NKRI tersebut. "Dan dengan acara hari ini akan kita tambah satu bukti otentik bahwa kita pun korban dalam peristiwa di Kresek. Pesan dari acara ini semoga sampai pada masyarakat luas dan mampu merubah menjadi stigma yang lebih baik," terangnya.

Usai acara, para pejabat melakukan peninjauan di sekitar wilayah Monumen Kresek. Salah satunya adalah adalah Lubang Sudo yang merupakan bukti peninggalan keganasan PKI tahun 1948. (hen/rev)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 09 Agustus 2019 19:52 WIB
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Kediri memiliki destinasi wisata baru bernama Dewi Cemara. Obyek wisata berbasis pertanian dan peternakan di Desa Kedung Malang, Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri ini telah diresmikan oleh Gubernur Jawa Timur...
Minggu, 11 Agustus 2019 17:36 WIB
Oleh: Em Mas’ud AdnanPeta politik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Kota Surabaya kembali berubah. Awalnya ada tiga kekuatan kubu politik di internal PDIP Kota Surabaya. Kubu Wihsnu Sakti Buana (wakil wali kota Surabaya), Bambang...
Senin, 19 Agustus 2019 01:09 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag58. wa-in min qaryatin illaa nahnu muhlikuuhaa qabla yawmi alqiyaamati aw mu’adzdzibuuhaa ‘adzaaban syadiidan kaana dzaalika fii alkitaabi masthuuraanDan tidak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduk...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...