Minggu, 26 Mei 2019 15:22

Begini Pernyataan Sikap Pesantren Tebuireng atas Peristiwa di Garut

Minggu, 28 Oktober 2018 16:44 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Rony Suhartomo
Begini Pernyataan Sikap Pesantren Tebuireng atas Peristiwa di Garut
Pengasuh Pesantren Tebuireng KH. Salahuddin Wahid (Gus Sholah). foto: RONY S/ BANGSAONLINE

JOMBANG, BANGSAONLINE.com - Pesantren Tebuireng menyampaikan delapan butir pernyataan sikap atas peristiwa pembakaran bendera HTI saat peringatan Hari Santri Nasional di Garut, Jabar, 22 Oktober 2018. Pernyataan itu disampaikan secara langsung oleh pengasuh pesantren Tebuireng KH. Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, Sabtu (27/10/2018).

Gus Sholah menyesalkan terjadinya peristiwa itu yang dimulai dengan penyusupan seseorang yang membawa bendera berkalimat tauhid atau bendera HTI saat acara HSN (Hari Santri Nasional). Dari situlah bendera tersebut kemudian dibakar oknum Banser dan berdampak pada kegaduhan secara nasional.

"Persepsi masyarakat terbelah menjadi dua atas peristiwa tersebut. Pertama, menyatakan bahwa tindakan oknum Banser itu tidak bisa dibenarkan. Kedua, menyatakan bahwa tindakan Banser itu benar sebagai antisipasi terhadap bahaya yang lebih besar," kata Gus Sholah yang didampingi wakil pengasuh KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin.

Gus Sholah mengungkapkan, sebagain besar masyarakat merasa tidak nyaman bahkan marah akibat kejadian itu. Namun demikian, menurut Gus Sholah, penyusupan pada acara HSN dan tindakan pembakaran itu tidak etis.

"Kami menghargai permohonan maaf oknum Banser dan juga penyusup yang membawa bendera. Akan tetapi, kami meminta kepada pihak kepolisian agar menindaklanjuti proses hukum secara tuntas terhadap penyusupan pada acara HSN itu," ujarnya saat jumpa pers di 'dalem kasepuhan' Tebuireng. (ony/rev)

Berikut 8 pernyataan sikap Pesantren Tebuireng atas pembakaran bendera HTI

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Selasa, 26 Maret 2019 21:54 WIB
MADIUN, BANGSAONLINE.com - KAI Daop 7 ajak beberapa wartawan wilayah Madiun, mulai dari wartawan cetak, online, dan televisi, ke tempat bangunan bersejarah Lawang Sewu dan Stasiun Ambarawa, Selasa (26/3). Kegiatan ini dilakukan selama dua hari (25-26...
Suparto Wijoyo
Rabu, 22 Mei 2019 11:24 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*SAYA menyaksikan penuh kagum terhadap para kompetitor yang menyorong sekehendaknya. Dengan nyaman menikmati gelisah rakyat yang sangat mayoritas. Para promotor pertandingan tergiring dalam alun langkahnya dengan kosa laku yang...
Minggu, 26 Mei 2019 13:06 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag42. qul law kaana ma’ahu aalihatun kamaa yaquuluuna idzan laibtaghaw ilaa dzii al’arsyi sabiilaanKatakanlah (Muhammad), “Jika ada tuhan-tuhan di samping-Nya, sebagai-mana yang mereka katakan, niscaya tuhan-t...
Dr. KH. Imam Ghazali Said
Jumat, 17 Mei 2019 16:44 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...