Ithlaq atau Kick Off Hari Santri Nasional 2025 yang digelar Menteri Agama di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang.
JOMBANG, BANGSAONLINE.com - Gubernur Khofifah menghadiri Ithlaq atau Kick Off Hari Santri Nasional 2025 yang digelar Menteri Agama di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Senin (22/9/2025).
Dalam sambutannya, Khofifah mengajak para santri dan masyarakat untuk terus menyalakan semangat jihad kebangsaan yang diwariskan oleh Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari.
BACA JUGA:
- Gubernur Khofifah Salurkan BLT DBHCHT Rp2,5 Miliar untuk 2.508 Buruh Linting Sampoerna Rungkut II
- Produksi Padi Jatim Naik, Gubernur Khofifah Optimis Surplus Beras
- Jadi Guest Lecture Dies Natalis ke-39 UHT, Khofifah: SDM Maritim Unggul untuk Gerbang Baru Nusantara
- Ekonomi Jatim Tumbuh 5,96 Persen, Tertinggi di Pulau Jawa
“Melalui Kick Off Hari Santri Nasional 2025 di Tebuireng ini, kami sangat berharap para santri dapat meneladani secara nyata seluruh nilai pemikiran dan semangat perjuangan para kiai terdahulu,” ujarnya.
Ia menegaskan, Hari Santri adalah momentum strategis untuk memperkuat kontribusi santri dalam pembangunan bangsa. Tahun ini, Hari Santri mengusung tema 'Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia', yang mencerminkan peran santri dalam setiap fase sejarah Indonesia.
“Sejak masa penjajahan, santri tanpa gentar turut berjuang di medan perang. Pascakemerdekaan, tokoh santri seperti KH. Wahid Hasyim bahkan ikut aktif membangun bangsa dan memperjuangkan kemaslahatan umat beragama di Indonesia,” paparnya.
Khofifah mengingatkan, Resolusi Jihad yang menjadi dasar Hari Santri sebenarnya telah dimulai sejak 9 September 1945 oleh KH Hasyim Asy’ari, yang memicu perlawanan di berbagai daerah.
“Bagi santri, agama adalah mata air yang mengalirkan ilham dan inspirasi untuk menjunjung tinggi nilai kemanusiaan. Prinsip menjaga martabat kemanusiaan berarti menjaga Indonesia,” tuturnya.
Ia menambahkan, Hari Santri bukan hanya milik santri, tetapi milik seluruh rakyat Indonesia yang mencintai Tanah Air. Khofifah mengajak masyarakat untuk merayakan Hari Santri dengan menapaktilasi perjuangan para santri dan menjaga martabat kemanusiaan.

Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




