Kick Off Hari Santri 2025, Gubernur Khofifah Serukan Spirit Jihad Kebangsaan

Kick Off Hari Santri 2025, Gubernur Khofifah Serukan Spirit Jihad Kebangsaan Ithlaq atau Kick Off Hari Santri Nasional 2025 yang digelar Menteri Agama di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang.

Sebagai bagian dari persiapan menuju Indonesia Emas 2045, menekankan pentingnya penguatan SDM pesantren. 

“Kita harus siapkan generasi santri emas yang siap menghadapi tantangan global, tapi tetap berakar kuat pada nilai keagamaan dan kebangsaan,” pungkasnya.

Sementara itu, Menteri Agama Prof. Nazarudin Umar menyebut Hari Santri sebagai pengingat sejarah panjang perjuangan para kiai dan santri. Ia mengibaratkan Resolusi Jihad seperti perang Badar yang dipimpin Rasulullah SAW. 

“Allhamdulillah, atas izin Allah SWT dengan berbekal tombak dan bambu runcing dari kiai dan santri bisa mengalahkan sekutu,” tegasnya.

Menag juga menyampaikan bahwa Indonesia memiliki lebih dari 42 ribu pondok pesantren dengan 9,8 juta santri, jumlah yang signifikan dan berpotensi besar. Ia berharap pesantren dapat melahirkan perguruan tinggi berkualitas yang mengembangkan ilmu umum dan agama.

“Ke depan, kita harus bisa membawa konsep pesantren yang ada di Indonesia menjadi pusat peradaban dunia Islam di masa mendatang,” ujarnya. Ia menekankan pentingnya memperkuat umat sebagai fondasi bangsa yang kuat.

Dalam kesempatan tersebut, Menag juga memperkenalkan konsep ekoteologi ke dalam kurikulum pendidikan agama. Ekoteologi merupakan pendekatan yang menghubungkan ajaran agama dengan pelestarian lingkungan, sejalan dengan gagasan saat menjabat sebagai Menteri Pemberdayaan Perempuan RI.

Menag berharap nilai-nilai ekoteologi dapat diintegrasikan dalam pendidikan agama sebagai bagian dari ibadah dan tanggung jawab manusia terhadap alam. (dev/mar)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO