Selasa, 21 Agustus 2018 13:03

Ajak Pesantren Kembangkan Sektor Industri, MP3I Teken Kerja Sama

Minggu, 01 Juli 2018 21:29 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Rony Suhartomo
Ajak Pesantren Kembangkan Sektor Industri, MP3I Teken Kerja Sama
Penandatangan Kerja Sama. foto: RONY/ BANGSAONLINE

JOMBANG, BANGSAONLINE.com - Pesantren di tanah air kini getol mengembangkan sayap bisnis yang berorientasi ekonomi keumatan. Tak ingin sekadar di bisnis perdagangan, pesantren juga akan merambah dunia industri.

Hal itu menjadi pembahasan dalam Halaqoh Nasional Pengasuh Pesantren dengan tema "Urgensi Keuangan Syariah untuk Pemberdayaan Ekonomi Umat" yang digelar di Aula Bachir Ahmad Pondok Pesantren (PP) Tebuireng, Jombang, Minggu (1/7).

Acara ini juga dihadiri Ketua Umum MUI Ma'ruf Amin, Pakar Hukum Tata Negara Mahfud MD, Dirut PT Pegadaian (Persero) Sunarso, serta Ketua Majelis Pembina MP3I yang juga Pengasuh PP Tebuireng KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah.

Gus Sholah mengatakan, perekonomian di Indonesia masih dikuasai oleh pihak-pihak tertentu. Nampak dari perputaran uang di tanah air, sekitar 70% berada di ibu kota Jakarta.

"Kalau ada 100 pengusaha besar, yang Islam mungkin hanya 10. Ini yang harus kita atasi. Karena Islam mengajarkan uang tidak berputar di satu kelompok, juga tak sesuai sila ke lima, keadilan sosial," kata Gus Sholah, Minggu (1/7/2018).

Adik kandung Presiden ke 4 RI KH Abdrurrahman Wahid atau Gus Dur ini menjelaskan, pesantren yang dinilai mempunyai potensi mengembangkan ekonomi keumatan, sejauh ini baru menyentuh bisnis perdagangan. Menurut dia, belum banyak yang merambah dunia industri.

Bahkan sejumlah forum yang sudah dibuat, belum mampu menjadikan pesantren menjadi prosdusen bagi produk tertentu. Sebut saja Forum Peduli Bangsa, Majelis Permusyawaratan Pengasuh Pesantren Indonesia (MP3I), dan Yayasan Pengembangan Pondok Pesantren Indonesia (YP3I).

"Kami di Tebuireng paling bisa memanfaatkan potensi pasar di sekitar pesantren. Misalnya konveksi seragam santri, warung peziarah, tempat parkir, kios. Belum sampai ke situ, masih jauh," ungkapnya.

Kendati begitu, tambah Gus Sholah, pihaknya akan terus mendorong pesantren lainnya untuk mengembangkan ekonomi yang memberdayakan umat. Di Kabupaten Jombang saja, dia mengajak sekitar 40 pesantren untuk membangun koperasi yang melayani kebutuhan di setiap pesantren.

"Tidak mudah mencari orang-orang yang mau terjun ke dunia usaha, itu masalah utama kami," terangnya

Sementara Mahfud MD menuturkan, selain membangun kesadaran umat untuk berwirausaha, peningkatan profesionalisme perbankan syariah juga penting.

"Yang penting sekarang lembaga-lembaga ekonomi perbankan syariah itu diperkuat profesionalismenya. Supaya masyarakat percaya," tandasnya.

Acara Halaqoh Nasioal pengasuh pesantren ini juga diselingi pendandatangan kerja sama antara MP3I dengan beberapa pihak. Antara lain dengan PT Pegadaian, MUI, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN), serta UIN Sunan Ampel. (ony/ian)

Sabtu, 11 Agustus 2018 16:43 WIB
Oleh: Ach. Taufiqil Aziz*Sekitar jam 17.00, pada 9 Agustus 2018, kami sekeluarga masih menonton stasiun televisi tentang pengumuman Cawapres Jokowi. Di televisi, beberapa stasiun dan pengamat sudah menganalisa bahwa Mahfud MD (MMD) yang akan menjadi ...
Kamis, 16 Agustus 2018 17:26 WIB
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag. . .   In ahsantum ahsantum li-anfusikum wa-in asa'tum falahaa fa-idzaa jaa-a wa’du al-aakhirati liyasuu-uu wujuuhakum waliyadkhuluu almasjida kamaa dakhaluuhu awwala marratin waliyutabbiruu maa ‘al...
Dr. KH. Imam Ghazali Said
Sabtu, 18 Agustus 2018 10:03 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...
Rabu, 08 Agustus 2018 10:41 WIB
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Asosiasi Wisata Gua Indonesia (Astaga) dan Mahasiswa Pecinta Alam (Mahipal) Unirow Tuban akhirnya memaparkan data pemetaan gua di Desa Jadi, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban. Data tersebut dikeluarkan setelah tim me...