112 Warga Binaan Lapas Blitar Tak Bisa Salurkan Hak Suara di Pilgub Jatim

112 Warga Binaan Lapas Blitar Tak Bisa Salurkan Hak Suara di Pilgub Jatim TPS Mobile Bantu Pasien Salurkan Hak Suara.

TPS Mobile Bantu Pasien Salurkan Hak Suara

Masih di Kota Blitar tingkat partisipasi Pilgub Jawa Timur di RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar kurang dari 50 persen. Hal itu setelah KPU Kota Blitar datang ke sejumlah rumah sakit di Kota Blitar untuk melakukan mobile TPS.

Dari enam rumah sakit yang didatangi, RSUD Mardi Waluyo memiliki estimasi pemilih terbanyak, mencapai 500 pemilih. Terdiri dari 250 pasien dengan estimasi satu pasien satu pendamping. Sehingga KPU menyiapkan 500 surat suara.

"Semua berjalan lancar, sesuai dengan data rumah sakit dan data kami. Namun memang partisipasi di RSUD Mardi Waluyo diprediksi hanya sekitar 50 persen kurang dari total surat suara yang kami sediakan," jelas Choirul Umam.

Menurut dia, salah satu faktor yang menyebabkan rendahnya partisipasi ini adalah karena para pasien dan pendamping tidak membawa formulir C6. Formulir C6 hanya surat pemberitahuan. Formulir tersebut memuat nama, nomor urut dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT), hari, tanggal, dan jam pemungutan suara, serta alamat Tempat Pemungutan Suara (TPS).

"Kebanyakan mereka gak bawa A5 atau formulir pindah memilih. Tanpa memegang A5 kami tentu tidak bisa akomodir hak politik mereka. Kecuali, sampai jam yang ditentukan, mereka bisa menuju TPS tempatnya memilih," ungkap Umam.

Selain di RSUD Mardi Waluyo, mobile TPS ini juga keliling di RS Budi Rahayu, Aminah dan Siti Khodijah. Sedangkan dua puskesmas yang dilayani yakni Puskesmas Tanggung dan Sananwetan.

TPS mobile ini sendiri jam operasionalnya terbatas selama satu jam. Dimulai pukul 12.00 sampai pukul 13.00 wib. Setelah waktu itu, TPS mobile kembali ke lokasi TPS reguler. Di RSUD Mardi Waluyo mobile TPS diback up TPS 1,2,3,4 dan 5 Kelurahan Karang Tengah, Kecamatan Sananwetan. (ina/ian)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO