?Kapolda Jatim bersama Pangdam V/Brawijaya saat mengecek Kesiapan Pilkada Jatim di Situbondo.
SITUBONDO, BANGSAONLINE.com - Kapolda Jatim Irjen Pol. Drs. Machfud Arifin SH bersama Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Arif Rahman mengecek kesiapan tempat pemungutan suara (TPS) di Kabupaten Situbondo, Selasa (26/6) pagi tadi.
Hal itu dilakukan oleh dua petinggi Polri dan TNI di Jawa Timur tersebut untuk memastikan kesiapan logistik dan pengamanan pada hari pencoblosan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur 2018.
BACA JUGA:
- Wisatawan Jatim Naik 31 Persen, Kapolda Jatim Pastikan Pengamanan Tetap Ketat Pasca Operasi Ketupat
- Safari Ramadhan di Mapolda Jatim, Kapolri Jamin Stok BBM Subsidi Aman Jelang Idulfitri
- Panen Jagung di Banyuwangi, Gubernur Khofifah Tegaskan Sinergi Jaga Ketahanan Pangan
- Pimpin Upacara Hari Kesadaran Nasional, Kapolda Jatim Anugerahkan Satyalancana
"Hari ini kami bersama Pangdam untuk mengecek kesiapan penyelenggara Pilkada di Situbondo. Baik KPU-nya, Bawaslu-nya, hingga aparat keamanannya. Alhamdulillah semua sudah sangat siap. Tinggal menunggu pelaksanaannya saja," kata Machfud.
Ia mengungkapkan bahwa, Secara umum Jawa Timur sudah sangat siap melaksanakan pesta demokrasi. Ia pun berharap pilkada serentak di Jawa Timur ini bisa menjadi pesta rakyat menentukan pemimpinnya.
"Kami TNI dan Polri akan memberikan pengamanan secara maksimal dan bersikap netral di pilkada serentak ini," ujarnya.
Lebih lanjut, Kapolda meminta kepada bupati, wakil bupati dan tokoh masyarakat lainnya, untuk melakukan himbauan kepada masyarakat agar menggunakan hak pilihnya.
"Kalau mau ke laut atau sawah, hendaknya ditunda dulu hingga selesai menyalurkan hak pilihnya. Jangan sia-siakan satu suara untuk menentukan pilihan. Saya juga mengimbau agar terus menjaga keamanan dan ketertiban," imbaunya.
Sementara itu, Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Arif Rahman mengatakan, anggota TNI siap mensupport Polri guna menciptakan situasi pilkada serentak lancar, aman, damai. Selain membantu polri dalam pengamanan, ia menghimbau agar TNI bersikap netral.
"Jaga netralitas TNI, kalau itu tidak dilakukan ya sama seperti yang disampaikan tadi oleh bapak Kapolda, sangsinya yaitu bisa dicopot dari jabatannya. Ini sudah ada contohnya dibeberapa pilkada tidak netral, langsung dicopot dari jabatannya," pungkas Mayjen TNI Arif Rahman. (mur/had/ian)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News






