Kendaraan besar yang melintas di perempatan Duduksampeyan. foto: SYUHUD/ BANGSAONLINE.
GRESIK, BANGSAONLINE.com - Menjelang musim mudik Lebaran 1439 H yang tinggal beberapa hari lagi, Polres Gresik melakukan pengawasan ekstra di sejumlah titik jalan yang dianggap rawan dan padat.
Terlebih, pasca putusnya jembatan di Babat Kabupaten Lamongan yang terhubung ke Kabupaten Tuban, mayoritas kendaraan tujuan Jakarta-Surabaya maupun sebaliknya memilih melewati jalur pantai utara (Pantura).
BACA JUGA:
- Terekam CCTV, Sejoli Diduga Curi Motor di Tiga Lokasi Wilayah Gresik
- Polres Gresik Gelar Dialog 'Jangkar', Nelayan Curhat soal Reklamasi hingga Harga Ikan
- Menteri PPPA Puji Respons Cepat Polres Gresik Tangani Kasus Kekerasan Seksual pada Anak
- Ambulans Gratis Sidokkes Polres Gresik Jemput Pasien Bawean untuk Dirujuk ke RSUD Ibnu Sina
"Sejumlah titik jalan yang kami anggap rawan menjadi atensi untuk pengamanan," ujar Kapolres Gresik AKBP Wahyu Sri Bintoro didampingi Kasat Lantas AKP Whika Ardilestanto kepada sejumlah wartawan, kemarin.
Menurut Kapolres, ada sejumlah titik rawan kemacetan di wilayah utara, di antaranya pertigaan Bungah, Jembatan Sembayat Bungah, Pertigaan Tugu Manyar, dan sejumlah titik lain. "Titik-titik itu kami siapkan petugas agar setiap ada kemacetan langsung bisa diurai," papar mantan Kapolres Bojonegoro ini.
Selain itu, Kapolres juga menyebutkan wilayah Duduksampeyan yang juga mendapatkan perhatian. "Semua kita awasi. Kita pantau," kata dia.
Untuk pengamanan jalur mudik dan balik, Kapolres mengatakan telah mempersiapkan sejumlah upaya. Di antaranya, menempatkan tim Unit Reaksi Cepat (URC) Black Panther untuk melakukan patroli dan penjagaan. Instansi vertikal dan samping seperti Personel Kodim 0817, Dinas Perhubungan, komponen masyarakat lain, serta tenaga paramedis tentunya juga dilibatkan dalam pengamanan tersebut.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




