Senin, 19 Agustus 2019 07:27

Mengulik Cerita Pesanggrahan Bung Karno di Alas Ketonggo Ngawi

Jumat, 20 April 2018 23:01 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Zainal Abidin
Mengulik Cerita Pesanggrahan Bung Karno di Alas Ketonggo Ngawi
Pesanggrahan Bung Karno di Alas Ketonggo.

NGAWI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Ngawi dikenal mempunyai Alas Srigati atau Alas Ketonggo yang terletak 12 Km arah selatan dari kota. Menurut masyarakat Jawa, Alas Ketonggo merupakan salah satu wilayah angker atau ‘wingit’ di tanah Jawa.

Hal tersebut terbukti dengan banyaknya situs-situs yang hingga kini masih menjadi jujukan para peziarah yang berkunjung di wilayah Alas Ketonggo.

Yadiman (68) salah satu juru kunci Alas Ketonggo yang ditemui BANGSAONLINE.com, menjelaskan asal muasal dari Alas Srigati. "Kepercayaanya, di tempat ini terdapat kerajaan makhluk halus," jelasnya, Jumat (20/04).

"Eyang Srigati adalah Priyagung, seorang begawan dari Benua Hindia yang datang ke tanah Jawa. Beliau lah yang menurunkan kerajaan-kerajaan di Indonesia mulai dari Pajajaran, Majapahit, Mataram, dan seterusnya. Semua kisah spiritual tertuang di Punden Srigati yang terdapat di Desa Babadan, Kecamatan Paron, Kabupatan Ngawi," paparnya.

Di dalam areal Srigati atau dikenal dengan Alas Ketonggo ini juga terdapat situs yang dipercaya oleh masyarakat sebagai tempat Bung Karno (Presiden RI pertama) mengasingkan diri untuk berdoa. Pada hari-hari tertentu, situs Bung Karno itu menjadi salah satu jujukan bagi peziarah yang datang.

Situs tersebut awalnya hanya berbentuk sebuah batu. Karena seringnya dikunjungi peziarah, warga setempat selanjutnya membangun semacam pendopo yang dipergunakan untuk berkumpul bagi peziarah yang datang.

"Biasanya pada bulan Suro diadakan semacam upacara dari Keraton Solo," urai Mbah Yadiman.

Dahulu sebelum kemerdekaan, menurut cerita Mbah Yadiman, Bung Karno sering mampir ke Srigati untuk berdoa. Dan pendopo yang sering dikunjungi masyarakat itulah yang dipercaya sebagai tempat berdoa Bung Karno. Kini tempat tersebut dinamai Pesanggrahan Soekarno.

Meskipun, hingga saat ini kabar tersebut masih simpang siur karena tidak ada saksi yang melihat benar tidaknya Bung Karno berdoa di areal Srigati tersebut.

Dibanding Pesanggrahan Srigati, Pesanggrahan Soekarno terlihat lebih sederhana. Hanya ada lima tonggak yang menopang bilik kecil beratap asbes tanpa dilengkapi dinding. Di tengahnya ada beberapa batu.

Yang pasti di areal hutan milik Perhutani tersebut memang banyak situs atau peninggalan yang menjadi tujuan para peziarah untuk sekedar berdoa. (nal/rev)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 09 Agustus 2019 19:52 WIB
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Kediri memiliki destinasi wisata baru bernama Dewi Cemara. Obyek wisata berbasis pertanian dan peternakan di Desa Kedung Malang, Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri ini telah diresmikan oleh Gubernur Jawa Timur...
Minggu, 11 Agustus 2019 17:36 WIB
Oleh: Em Mas’ud AdnanPeta politik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Kota Surabaya kembali berubah. Awalnya ada tiga kekuatan kubu politik di internal PDIP Kota Surabaya. Kubu Wihsnu Sakti Buana (wakil wali kota Surabaya), Bambang...
Senin, 19 Agustus 2019 01:09 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag58. wa-in min qaryatin illaa nahnu muhlikuuhaa qabla yawmi alqiyaamati aw mu’adzdzibuuhaa ‘adzaaban syadiidan kaana dzaalika fii alkitaabi masthuuraanDan tidak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduk...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...