Rabu, 27 Mei 2020 10:42

Mengulik Cerita Pesanggrahan Bung Karno di Alas Ketonggo Ngawi

Jumat, 20 April 2018 23:01 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Zainal Abidin
Mengulik Cerita Pesanggrahan Bung Karno di Alas Ketonggo Ngawi
Pesanggrahan Bung Karno di Alas Ketonggo.

NGAWI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Ngawi dikenal mempunyai Alas Srigati atau Alas Ketonggo yang terletak 12 Km arah selatan dari kota. Menurut masyarakat Jawa, Alas Ketonggo merupakan salah satu wilayah angker atau ‘wingit’ di tanah Jawa.

Hal tersebut terbukti dengan banyaknya situs-situs yang hingga kini masih menjadi jujukan para peziarah yang berkunjung di wilayah Alas Ketonggo.

Yadiman (68) salah satu juru kunci Alas Ketonggo yang ditemui BANGSAONLINE.com, menjelaskan asal muasal dari Alas Srigati. "Kepercayaanya, di tempat ini terdapat kerajaan makhluk halus," jelasnya, Jumat (20/04).

"Eyang Srigati adalah Priyagung, seorang begawan dari Benua Hindia yang datang ke tanah Jawa. Beliau lah yang menurunkan kerajaan-kerajaan di Indonesia mulai dari Pajajaran, Majapahit, Mataram, dan seterusnya. Semua kisah spiritual tertuang di Punden Srigati yang terdapat di Desa Babadan, Kecamatan Paron, Kabupatan Ngawi," paparnya.

Di dalam areal Srigati atau dikenal dengan Alas Ketonggo ini juga terdapat situs yang dipercaya oleh masyarakat sebagai tempat Bung Karno (Presiden RI pertama) mengasingkan diri untuk berdoa. Pada hari-hari tertentu, situs Bung Karno itu menjadi salah satu jujukan bagi peziarah yang datang.

Situs tersebut awalnya hanya berbentuk sebuah batu. Karena seringnya dikunjungi peziarah, warga setempat selanjutnya membangun semacam pendopo yang dipergunakan untuk berkumpul bagi peziarah yang datang.

"Biasanya pada bulan Suro diadakan semacam upacara dari Keraton Solo," urai Mbah Yadiman.

Dahulu sebelum kemerdekaan, menurut cerita Mbah Yadiman, Bung Karno sering mampir ke Srigati untuk berdoa. Dan pendopo yang sering dikunjungi masyarakat itulah yang dipercaya sebagai tempat berdoa Bung Karno. Kini tempat tersebut dinamai Pesanggrahan Soekarno.

Meskipun, hingga saat ini kabar tersebut masih simpang siur karena tidak ada saksi yang melihat benar tidaknya Bung Karno berdoa di areal Srigati tersebut.

Dibanding Pesanggrahan Srigati, Pesanggrahan Soekarno terlihat lebih sederhana. Hanya ada lima tonggak yang menopang bilik kecil beratap asbes tanpa dilengkapi dinding. Di tengahnya ada beberapa batu.

Yang pasti di areal hutan milik Perhutani tersebut memang banyak situs atau peninggalan yang menjadi tujuan para peziarah untuk sekedar berdoa. (nal/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Sabtu, 23 Mei 2020 12:36 WIB
Oleh: Firman Syah AliSaat ini gelar Habib sedang populer di Indonesia karena beberapa peristiwa. Diantaranya Insiden Habib Umar Abdullah Assegaf Bangil dengan mobil sedan mewah Nopol N 1 B diduga melanggar peraturan pemerintah tentang pembatasan sosi...
Selasa, 26 Mei 2020 23:54 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*22. Sayaquuluuna tsalaatsatun raabi’uhum kalbuhum wayaquuluuna khamsatun saadisuhum kalbuhum rajman bialghaybi wayaquuluuna sab’atun watsaaminuhum kalbuhum qul rabbii a’lamu bi’iddatihim maa ya’lamuhum...
Rabu, 13 Mei 2020 11:23 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <&...