Jumat, 27 April 2018 09:39

Hubungkan Lowokwaru-Sukun, UB Malang Bersama Masyarakat Bangun Jembatan

Senin, 16 April 2018 19:04 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Tuhu Priyono
Hubungkan Lowokwaru-Sukun, UB Malang Bersama Masyarakat Bangun Jembatan
Jembatan yang masih dalam proses pembangunan.

MALANG, BANGSAONLINE.com - Peran Universitas Brawijaya (UB) dalam menggalang warga masyarakat untuk mewujudkan pembangunan sebuah jembatan kini akan segera terwujud.

Jembatan yang saat ini dalam taraf pembangunan adalah hasil dari swadaya masyarakat sekitar dengan pihak UB yang mana jembatan tersebut dapat menghubungkan Kecamatan Lowokwaru dan Kecamatan Sukun Kota Malang.

Jembatan ini adalah sebuah akses penghubung yang selama ini dinanti oleh masyarakat wilayah Merjosari yang menghubungkan Tegal Tawang, Puncak Tidar, Greenland dan Joyogrand.

Untuk daerah-daerah perkotaan seperti Kota Malang, akses jalan terutama jalan alternatif sangat vital fungsinya guna menunjang semua aktivitas warganya, baik ekonomi, sosial dan pendidikan.

Kepala Pengerjaan Pembangunan Jembatan Adi Sancoko mengatakan, proyek ini adalah proyek swadaya masyarakat yang didukung oleh UB dan juga salah satu media lokal yang berfungsi sebagai koordinator dana kegiatan. 

"Sedang untuk pengawasan tehnik pekerjaan di lakukan oleh fakultas tehnik UB sekaligus sebagian besar anggarannya di dapat dari UB," terangnya.

“Sementara untuk pengerjaan proyek ini diperkirakan selesai dalam waktu lima bulan dengan anggaran proyek mencapai 600 juta rupiah. Sedangkan proses pengerjaannya kita silang tenaga, antara karyawan proyek dan warga sekitar. Khusus hari minggu kita pakai sistem kerja bakti.

Terkait masalah kendala teknis yang selama ini dialami dalam proses pengerjaan jembatan ini adalah faktor cuaca, sempat beberapa kali karena hujan deras. 

"Kami harus melakukan penyedotan lumpur di beberapa lokasi proyek, ini yang agak menghambat waktu penyelesaian proyek,” imbuhnya.

Sementara Imam, salah satu tokoh masyarakat di wilayah Merjosari mengatakan, jembatan ini sebenarnya sudah sangat lama dinantikan warga sekitar dan beberapa kali kami mengajukan proyek jembatan ini, mulai april 2017. 

"Saat itu kami mulai membuat proposal. Yang pertama kali, kami mengajukan kepada Wali Kota Malang (H Moh Anton), kebetulan beliau juga warga di sini. Akan tetapi tidak ada realisasinya sampai hari ini, akhirnya dengan swadaya masyarakat bersama UB pembangunan jembatan ini bisa terealisasi,” pungkasnya. (thu/ian)

Rabu, 25 April 2018 00:28 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*PILKADA terus diselenggarakan dan saya selalu membanding di kala bertandang di banyak negara Asia, Eropa maupun Timur Tengah. Pergantian kepala daerah memang banyak mengeluarkan ongkos dan perubahan di mana-mana terus dikamp...
Senin, 19 Maret 2018 19:42 WIB
Dr. KHA Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KHA Musta'in Syafi'ie M.Ag. . .      Wa-aataynaa muusaa alkitaaba waja’alnaahu hudan libanii israa-iila allaa tattakhidzuu min duunii wakiilaan (2).Dzurriyyata man hamalnaa ma’a nuuhin innahu kaana ‘abdan syakuuraa...
Sabtu, 21 April 2018 12:32 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...
Jumat, 20 April 2018 23:01 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Ngawi dikenal mempunyai Alas Srigati atau Alas Ketonggo yang terletak 12 Km arah selatan dari kota. Menurut masyarakat Jawa, Alas Ketonggo merupakan salah satu wilayah angker atau ‘wingit’ di tanah Jawa.Ha...