Kamis, 21 Februari 2019 17:49

​Kampung Topeng Malangan, Karya Anak Gelandangan yang Jadi Destinasi Wisata

Selasa, 27 Maret 2018 22:10 WIB
Editor: Choirul
Wartawan: -
​Kampung Topeng Malangan, Karya Anak Gelandangan yang Jadi Destinasi Wisata
Masuk desa, langsung disapa topeng. foto: Retno A W/BANGSAONLINE

MALANG, BANGSAONLINE.com – Kampung wisata topeng malangan di kampung Desaku Menanti, Dusun Baran, Kecamatan Kedung Kandang, Kota Malang merupakan wisata yang didirikan oleh Dinas Sosial Kota malang untuk menampung para gelandangan dan orang-orang miskin.

Kampung yang saat ini menjadi tempat wisata tersebut telah dihuni sekitar 36 kepala keluarga, dan semua penghuninya merupakan gelandangan beserta orang-orang miskin yang tidak mempunyai rumah. Hadi (40) yang saat ini merupakan koordinator desa menjelaskan jika mereka diberi rumah oleh Dinas Sosial agar tidak bergelandang di jalanan.

“Di Desaku Menanti memang disediakan untuk relokasi orang-orang gepeng atau orang-orang miskin yang tidak mampu menyewa rumah layak, termasuk saya” ungkap Hadi.

Hadi mengaku jika mereka dikumpulkan di desa tersebut dan diajarkan berbagai pelatihan. Namun karena jauhnya jarak desa dari kota, kebanyakan apa yang sudah di atih tersebut justru tidak berjalan sesuai rencana, sehingga dibuatlah wisata topeng untuk menunjang pekerjaan masyarakat di desa tersebut.

“Untuk mengembangkan desa, Dinas Sosial akhirnya membuat kampung topeng sebagai destinasi wisata, hal tersebut cukup membantu perekomnomian kami,” ucap Hadi.

Topeng-topeng yang ada di desa tersebut merupakan topeng malangan yang beberapa di antaranya dibuat oleh orang-orang desa. Topeng malangan sendiri merupakan topeng yang menjadi ciri khas kota Malang. Lebih dari 100 topeng malangan terpajang di kampung Desaku Menanti. Hal tersebut mampu menggaet para wisatawan untuk berkunjung. Banyak dari mereka menjadikan Kampung topeng sebagai spot foto yang menarik.

“Kalau topeng yang kecil-kecil, kebanyakan warga desa sini yang buat, tapi kalau patung topeng yang besar, itu dipesankan dari pengrajin di Batu sana,” kata Hadi.

Wisata Kampung Topeng sendiri didirikan sejak 14 Februari 2017 dan sudah setahun lebih beroperasi. Hadi mengaku jika banyak wisatawan yang datang, terhitung sekitar 300-an pengunjung datang per harinya. Wisatawan tersebut nyatanya tidak hanya dari Kota Malang saja, melainkan dari berbagai daerah bahkan sampai ke mancanegara.

“Sudah banyak yang ke sini, seingat saya ada orang Australia, Korea, bahkan Cina yang datang. Puncak ramainya itu waktu hari raya Nyepi tahun kemarin,” ucap Hadi yang saat itu sedang menikmati rokoknya.

Dibuka dari jam 7-4 sore, Kampung Topeng menarik tiket seharga 5 ribu rupiah per orangnya. Selain itu, Kampung Topeng sendiri menyediakan Flying fox untuk pengunjung yang dibandrol dengan harga 15 ribu termasuk tiket masuk. Tempat wisata tersebut juga terdiri dari gantungan payung dengan tangga berwarna warni, cocok untuk dijadikan spot foto (instagramable) oleh pengunjung. Ada juga area bermain, spot foto topeng malangan dan juga tempat untuk bersantai.

Selain itu, Kampung Topeng juga dipenuhi banyak pohon serta udaranya sejuk karena Desaku Menanti terletak di daerah pegunungan. Tempat wisata dengan luas sekitar 1 hektar tersebut juga menyediakan toilet umum, tempat ibadah bagi muslim, juga beberapa warung yang berjualan aneka macam makanan.

Jadi, Tidak perlu ragu untuk berkunjung ke Kampung Topeng, selain akses jalan yang sudah bagus, tempat wisata tersebut juga bersih karena warga rajin merawat area wisata.

Dibantu oleh Dinas Sosial, Desaku Menanti mampu mengelola Kampung Topeng dengan sangat baik, dan untuk kedepannya, Hadi berencana untuk mengusulkan pembuatan kolam renang untuk anak-anak agar menambah wisatawan datang berkunjung.

“Kendalanya hanya jarak, tapi saya ingin desa ini tetap menjadi desa wisata. Saya berencana untuk memperluas lahan yang di atas, dan dibuat kolam renang untuk anak-anak, karena kalau anak-anak kemari, otomatis orang tuanya juga ikut,” ungkap Hadi sembari tertawa. (*)

Sumber: *Retno A W
Tim PSC Dinkes Pacitan Siaga 24 Jam, Apa Saja Tugasnya?
Jumat, 01 Februari 2019 06:27 WIB
PACITAN, BANGSAONLINE.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Pacitan mempunyai tim public safety center (PSC) yang siaga 24 jam dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Apa saja tugas tim ini? Simak video berikut.
Selasa, 19 Februari 2019 16:59 WIB
BANGSAONLINE.com - Februari udah mau abis aja nih... Saygon Waterpark punya banyak banget promo menarik buat kalian di bulan Februari ini. Ayo... jangan sampai ketinggalan ya...1. Romantic Moment, Berdua Lebih HematBuat kalian yang dateng berdua sama...
Suparto Wijoyo
Rabu, 20 Februari 2019 12:01 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*DEBAT capres kedua telah digelar dengan segala kehormatannya pada 17 Februari 2019. Riuh tepuk tangan dan sorakan terdengar di setiap kerumunan sebagai lahan hiburan politik yang sangat komunalistik. Saya sendiri menepikan dir...
Sabtu, 16 Februari 2019 11:20 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.AgAl-Isra': 24وَاخْفِضْلَهُمَاجَنَاحَالذُّلِّمِنَالرَّحْمَةِوَقُلْرَّبِّارْحَمْهُمَاكَمَارَبَّيٰنِيْصَغِيْرًاۗWaikhfidh...
Dr. KH. Imam Ghazali Said.
Jumat, 01 Februari 2019 11:02 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...