Senin, 23 September 2019 10:50

HKTI Pamekasan Desak Pemerintah Daerah Gelar Operas Pasar

Sabtu, 20 Januari 2018 00:49 WIB
Wartawan: Erri Sugianto
HKTI Pamekasan Desak Pemerintah Daerah Gelar Operas Pasar

PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Mendesak pemerintah daerah untuk segera melakukan operasi pasar terkait naiknya harga kebutuhan pokok terutama beras yang saat ini melambung.

Wakil Ketua HKTI Kabupaten Pamekasan H. Moh. Nasiriruddin menegaskan bahwa secara umum kenaikan harga beras sebetulnya menguntungkan petani. Namun, masyarakat juga mengeluhkan tingginya harga beras, terutama yang tidak punya penghasilan tetap.

“Memang kenaikan harga beras akhir-akhir ini mengalami kenaikan yang berkisar 20 persen, sehingga banyak masyarakat yang menjerit,” tutur Nasiruddin. Jumat (19/01).

Harga beras yang mengalami kenaikan di sejumlah pasar wilayah Kapaten Pamekasan, yakni jenis Premium dan jenis Medium. Untuk jenis premium, seharga Rp 13.500 per kilogram, sedangkan HET-nya seharga Rp 12.800. Sementara untuk beras jenis medium di pasar wilayah perkotaan Rp 11 ribu, dengan HET-nya Rp. 9.450. Kenaikan harga sebesar Rp. 1.550 per kilogram dan terindikasi terus akan melambung.

Nasiriruddin menjelaskan, kenaikan harga beras cukup berdampak kepada masyarakat golongan ekonomi lemah. Selain itu, kenaikan beras itu akan memicu kenaikan beberapa bahan pokok yang lainnnya, sehingga ekonomi masyarakat terkuras dan terbebani untuk kebutuhan yang lain.

Pihaknya meminta agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan secepatnya mengambil langkah-langkah untuk menekan kenaikan harga beras yang dimungkinkan berdampak kepada kenaikan harga bahan pokok lainnya.

"Kami harapkan pemerintah tidak menganggap main-main dalam hal seperti ini, saya anggap sebagai musibah buat masyarakat," ungkapnya.

"Selanjutnya kami menginginkan agar Pemkab segera melakukan operasi pasar sebagai kepanjangan tangan dari pemerintah pusat. Kami berharap, agar pemerintah juga bisa menepati janjinya yang akan membuat lahan pertanian yang tidur untuk dijadikan lahan yang produktif," pungkasnya. (err/rev)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 23 Agustus 2019 22:22 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Masyarakat Kabupaten Ngawi dan sekitarnya kini sedang gandrung dengan destinasi wisata baru di Desa Bringin, Kecamatan Bringin, Ngawi. Di mana, salah satu obyek wisata yang dikenal dengan nama 'Jurang Krowak' banyak men...
Rabu, 11 September 2019 18:57 WIB
Oleh: Em Mas'ud Adnan*Indonesia – terutama Jawa Timur – memang sepotong taman surga. Tanah subur, pohon rimbun, air mengalir dan gunung bertebaran menghiasi alam. Indah luar biasa. Masih ditambah satu anugerah lagi: keajaiban alam!Lihatlah blue...
Minggu, 22 September 2019 14:32 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag63. Qaala idzhab faman tabi’aka minhum fa-inna jahannama jazaaukum jazaa-an mawfuuraanDia (Allah) berfirman, “Pergilah, tetapi barang siapa di antara mereka yang mengikuti kamu, maka sungguh, neraka Jahanamla...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...