Jumat, 23 Agustus 2019 09:02

Cabai Impor juga Masuk Lumajang, Dindag Pantau Pasar

Sabtu, 04 Maret 2017 00:55 WIB
Wartawan: Imron
Cabai Impor juga Masuk Lumajang, Dindag Pantau Pasar
Ada cabai yang ciri-cirinya mirip impor dijual di pasar-pasar tradisional. 

LUMAJANG, BANGSAONLINE.com - Cabai impor kini mulai masuk di pasar Lumajang. Sejak temuan itu, Dinas Perdagangan Lumajang, kini gencar melakukan pemantauan di sejumlah pasar untuk mengantisipasinya.

Kepala Dinas Perdagangan Lumajang, Drs Agus Eko mengatakan, ada dua pasar yang sudah dipantau. Yakni Pasar Kecamatan Sukodono dan Pasar Klojen Kecamatan Kota. Hasil pantauan di kedua pasar itu, positif bebas dari cabai impor.

“Kita tidak temukan cabai yang diduga impor seperti di Pasar Baru,” katanya kemarin.

Pemantauan tersebut dilakukan, untuk meminimalisir peredaran cabai impor yang sudah banyak ditemukan di sejumlah pasar di Jawa Timur. Ia tidak menginginkan hal itu juga terjadi di Lumajang.

Agus menegaskan, kekahwatiran itu muncul lantas cabai impor masih belum diketahui apakah aman sepenuhnya untuk dikonsumsi. Lantaran belum diketahui kandungannya, dikhawatirkan ada zat aditif yang membahayakan. “Kita belum tahu, aman atau tidak,” katanya.

Masuknya cabai impor, kata Agus, sebenarnya tidak terlalu dipermasalahkan jika sudah diketahui pasti tingkat keamanan konsumsi. Karena saat ini sudah memasuki pasar bebas ASEAN.

Namun saat ini pihak Dindag sendiri, tidak bisa berbuat banyak untuk melakukan pemantauan barang yang beredar. Karena soal pengawasan sudah menjadi tanggungjawab dari Pemprov Jatim langsung. “Kita hanya sebatas koordinasi saja dalam pengawasan,” jelasnya.

Sementara untuk cabai yang diduga impor yang sempat ditemukan, sampai saat ini masih belum diketahui hasilnya. Ia juga masih menunggu keterangan resmi untuk itu.

Agus juga tidak bisa berkomentar banyak soal temuan di lapangan. “Untuk itu saya masih menunggu hasilnya, tidak bisa berkomentar banyak. Takut salah,” tegasnya.

Dindag sendiri juga terus gencar melakukan sosialisasi kepada para pedagang tentang adanya cabai impor ini. Karena perbedaannya yang tidak terlalu jauh dengan cabai lokal. Yang paling terlihat adalah ketika sudah kering. Cabai impor lebih gelap dan halus.

Sedangan harga cabai saat ini di pasaran, masih berada di kisaran Rp 120 ribu per kilogram untuk jenis cabai rawit. Sementara untuk cabai keriting Rp 45 ribu per kilogramnya.

Bahkan ada banyak pedagang yang mencampur dua jenis cabai itu sehingga harganya bisa menjadi lebih murah. “Bisa menjadi Rp 80 ribu per kilogram. Sehingga harganya bisa dijangkau masyarakat,” pungkasnya. (ron/rev)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Rabu, 21 Agustus 2019 17:27 WIB
BANGSAONLINE.com - Destinasi wisata di Indonesia tidak hanya Bali, Lombok, ataupun Jogjakarta. Masih banyak destinasi wisata lain dengan panorama yang tidak kalah indah, salah satunya adalah Lampung. Letaknya yang berada di ujung Pulau Sumate...
Minggu, 11 Agustus 2019 17:36 WIB
Oleh: Em Mas’ud AdnanPeta politik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Kota Surabaya kembali berubah. Awalnya ada tiga kekuatan kubu politik di internal PDIP Kota Surabaya. Kubu Wihsnu Sakti Buana (wakil wali kota Surabaya), Bambang...
Senin, 19 Agustus 2019 01:09 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag58. wa-in min qaryatin illaa nahnu muhlikuuhaa qabla yawmi alqiyaamati aw mu’adzdzibuuhaa ‘adzaaban syadiidan kaana dzaalika fii alkitaabi masthuuraanDan tidak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduk...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...