Minggu, 15 Desember 2019 01:32

Cabai Impor juga Masuk Lumajang, Dindag Pantau Pasar

Sabtu, 04 Maret 2017 00:55 WIB
Wartawan: Imron
Cabai Impor juga Masuk Lumajang, Dindag Pantau Pasar
Ada cabai yang ciri-cirinya mirip impor dijual di pasar-pasar tradisional. 

LUMAJANG, BANGSAONLINE.com - Cabai impor kini mulai masuk di pasar Lumajang. Sejak temuan itu, Dinas Perdagangan Lumajang, kini gencar melakukan pemantauan di sejumlah pasar untuk mengantisipasinya.

Kepala Dinas Perdagangan Lumajang, Drs Agus Eko mengatakan, ada dua pasar yang sudah dipantau. Yakni Pasar Kecamatan Sukodono dan Pasar Klojen Kecamatan Kota. Hasil pantauan di kedua pasar itu, positif bebas dari cabai impor.

“Kita tidak temukan cabai yang diduga impor seperti di Pasar Baru,” katanya kemarin.

Pemantauan tersebut dilakukan, untuk meminimalisir peredaran cabai impor yang sudah banyak ditemukan di sejumlah pasar di Jawa Timur. Ia tidak menginginkan hal itu juga terjadi di Lumajang.

Agus menegaskan, kekahwatiran itu muncul lantas cabai impor masih belum diketahui apakah aman sepenuhnya untuk dikonsumsi. Lantaran belum diketahui kandungannya, dikhawatirkan ada zat aditif yang membahayakan. “Kita belum tahu, aman atau tidak,” katanya.

Masuknya cabai impor, kata Agus, sebenarnya tidak terlalu dipermasalahkan jika sudah diketahui pasti tingkat keamanan konsumsi. Karena saat ini sudah memasuki pasar bebas ASEAN.

Namun saat ini pihak Dindag sendiri, tidak bisa berbuat banyak untuk melakukan pemantauan barang yang beredar. Karena soal pengawasan sudah menjadi tanggungjawab dari Pemprov Jatim langsung. “Kita hanya sebatas koordinasi saja dalam pengawasan,” jelasnya.

Sementara untuk cabai yang diduga impor yang sempat ditemukan, sampai saat ini masih belum diketahui hasilnya. Ia juga masih menunggu keterangan resmi untuk itu.

Agus juga tidak bisa berkomentar banyak soal temuan di lapangan. “Untuk itu saya masih menunggu hasilnya, tidak bisa berkomentar banyak. Takut salah,” tegasnya.

Dindag sendiri juga terus gencar melakukan sosialisasi kepada para pedagang tentang adanya cabai impor ini. Karena perbedaannya yang tidak terlalu jauh dengan cabai lokal. Yang paling terlihat adalah ketika sudah kering. Cabai impor lebih gelap dan halus.

Sedangan harga cabai saat ini di pasaran, masih berada di kisaran Rp 120 ribu per kilogram untuk jenis cabai rawit. Sementara untuk cabai keriting Rp 45 ribu per kilogramnya.

Bahkan ada banyak pedagang yang mencampur dua jenis cabai itu sehingga harganya bisa menjadi lebih murah. “Bisa menjadi Rp 80 ribu per kilogram. Sehingga harganya bisa dijangkau masyarakat,” pungkasnya. (ron/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Sabtu, 14 Desember 2019 23:59 WIB
KOTA BATU, BANGSAONLINE.com - Crystal Universe, akan menjadi andalan di Milenial Glow Garden (MGG), salah satu wahana baru Jatim Park 3 yang di-launcing pada Sabtu (14/12). Betapa tidak, di ruangan ini pengunjung akan dipikat dengan keindahan 5.433 l...
Sabtu, 14 Desember 2019 13:01 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan*Mengerikan! Itulah gambaran sikap saling serang atau saling bully antar penganut agama di media sosial (medsos). Tanpa risih dan tedeng aling-aling mereka saling serang dengan memakai kata-kata kasar, sadis, dan kejam. Mere...
Sabtu, 30 November 2019 20:10 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*76. Wa-in kaaduu layastafizzuunaka mina al-ardhi liyukhrijuuka minhaa wa-idzan laa yalbatsuuna khilaafaka illaa qaliilaan.Dan sungguh, mereka hampir membuatmu (Muhammad) gelisah di negeri (Mekah) karena engkau h...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...