Rabu, 21 Agustus 2019 06:33

Warga Pamekasan Anti Pancasila: Pademawu, Pakong dan Pegantenan

Jumat, 15 Agustus 2014 14:10 WIB
Warga Pamekasan Anti Pancasila:  Pademawu, Pakong dan Pegantenan
foto: sareangmadura.blogspot.com

PAMEKASAN(BangsaOnline)Kepala Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpol Linmas) Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, Herman Kusnadi menyatakan ada kelompok masyarakat yang antipancasila di wilayah itu. Kelompok itu tersebar di 3 kecamatan.

"Kelompok ini berada di tiga kecamatan, yakni di Kecamatan Pakong, Pegantenan dan Kecamatan Pademawu," kata Herman seperti dikutip dari Antara, Jumat (15/8).

Herman menjelaskan bahwa adanya kelompok yang antipancasila ini berdasarkan temuan di lapangan serta informasi intelijen baik dari unsur TNI, Polri maupun Kejaksaan Negeri Pamekasan. Pihaknya juga telah menyampaikan keberadaan kelompok antipancasila tersebut dalam rapat forum pimpinan daerah agar menjadi perhatian pihak berwajib.

"Kesbangpol Linmas juga akan melakukan pengawasan khusus terhadap kelompok ini, guna memantau kemungkinan berkembang luasnya kelompok tersebut," terang Herman.

Hanya saja Herman tidak merinci alamat detail kelompok masyarakat yang antipancasila tersebut dengan alasan untuk kepentingan keamanan.

Sementara itu Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pamekasan dan Lembaga Pengkajian dan Penerapan Syariat Islam (LP2SI) Pamekasan menyarankan Pemkab dan Forpimda melakukan pemantauan khusus terhadap keberadaan kelompok masyarakat yang antipancasila itu. Ketua LP2SI Pamekasan Moh Zahid menyatakan dasar negara Pancasila serta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sudah final dan merupakan harga mati.

"Keberadaan kelompok masyarakat yang menyatakan antipancasila berarti ancaman terhadap NKRI dan ini adalah tantangan," kata Zahid.

Selain ditemukan adanya kelompok masyarakat antipancasila, Kesbangpol Linmas Pamekasan juga menyatakan, telah mendeteksi keberadaan kelompok Islam garis keras yang saat ini pergi ke luar negeri ke sejumlah negara Islam yang dikenal berpaham garis keras, seperti Pakistan.

Sumber: merdeka.com
Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 09 Agustus 2019 19:52 WIB
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Kediri memiliki destinasi wisata baru bernama Dewi Cemara. Obyek wisata berbasis pertanian dan peternakan di Desa Kedung Malang, Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri ini telah diresmikan oleh Gubernur Jawa Timur...
Minggu, 11 Agustus 2019 17:36 WIB
Oleh: Em Mas’ud AdnanPeta politik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Kota Surabaya kembali berubah. Awalnya ada tiga kekuatan kubu politik di internal PDIP Kota Surabaya. Kubu Wihsnu Sakti Buana (wakil wali kota Surabaya), Bambang...
Senin, 19 Agustus 2019 01:09 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag58. wa-in min qaryatin illaa nahnu muhlikuuhaa qabla yawmi alqiyaamati aw mu’adzdzibuuhaa ‘adzaaban syadiidan kaana dzaalika fii alkitaabi masthuuraanDan tidak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduk...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...