Selasa, 23 Januari 2018 02:43

Kakek Tewas OD, dalam Sebuah Festival Fetish Seks

Selasa, 19 Desember 2017 11:23 WIB
Editor: Choirul
Wartawan: -
Kakek Tewas OD, dalam Sebuah Festival Fetish Seks
perkemahan seks tepi hutan. foto: mirror.cu.uk

KENT, BANGSAONLINE.com - Steven Graves (53) ditemukan tewas berbaring di luar tendanya dengan seorang wanita pingsan di dadanya pada 22 Agustus di Flamefest, di Tunbridge Wells, Kent. Mereka berdua diketahui merupakan pengunjung Festival Fetish Seks di hutan.

Dugaan kuat mereka tewas usai menenggak MDMA (metilendioksi-metamfetamina) dengan dosis mematikan. MDMA ini di Indonesia dikenal dengan nama Ekstasi, E, X, atau XTC.

Steven Graves bertemu dengan seorang wanita di festival tersebut. Pasangan tersebut kemundian menjadi akrab dan mulai berkemah bersama. Hal ini terungkap berdasarkan hasil pemeriksaan di Maidstone .

Mereka masing-masing mengambil pil yang ditawarkan orang asing yang mengatakan bahwa itu adalah ekstasi. Lalu mereka pun menenggaknya. Tak lama, Mr Graves tewas, sedangkan si wanita pingsan.

Geoffrey Smith, asisten petugas pemeriksa mayat di kota Kent , menyimpulkan bahwa kematiannya terkait obat-obatan yang melebihi dosis.

Mr Graves dulu bekerja sebagai teknisi konsultasi teknik Amec Foster Wheeler di Horsham, Sussex Barat.

Sebuah post-mortem menemukan bahwa Mr Graves mengkonsumsi "jumlah alkohol berlebih" dan laporan toksikologi menunjukkan bahwa dia memiliki 11,09 mg ekstasi dalam darahnya.

Mr Smith berkata: "Sudah jelas bagi saya bahwa almarhum meninggal karena menelan dosis mematikan MDMA dan itulah alasan kematiannya."

Sekitar 250 orang diperkirakan menghadiri tahun kedua Flamefest atau yang dikenal dengan Festival Fetish Seks. Mereka berkemah di hutan, dan mengikuti berbagai acara erotisme.

Penyelenggara Helen Smedley menciptakan festival ini untuk menyatukan unsur-unsur yang paling murni dan paling hedonistik dari adegan seks.

Tiket dilaporkan seharga £600 dan termasuk akses ke area erotik, penjara bawah tanah yang sadis dan masokisme, musik, dan pertunjukan.

Sekelompok kecil orang yang bersuka ria diberi izin untuk berkemah lebih lama di lokasi setelah acara selesai.

Sementara Fetish Seks, menurut situs diskusi kaskus, adalah sebuah hasrat seksual terdahap suatu bagian tubuh, objek, atau kegiatan/gerakan pada tubuh. Ini merupakan sebuah "penyakit" psikologi yang membuat penderita fetishism (Fetishist) terobsesi pada bagian tubuh/objek/gerakan. Mereka mencintai hanya bagian tubuh itu, dan peningkatan hasrat seksual pada bagian bagian tertentu itu. Misalnya:

1. Bagian Tubuh: Mata, Hidung, Bibir, Ketiak, Pusar, dll

2. Objek Pada Tubuh: kacamata, stocking, lingerine, korset, behel, dll

3. Gerakan Atau Kegiatan: mengibas rambut, berkeringat, anal, dll

Kenapa disebut dengan penyakit, karena penderita fetishism ini tidak akan tertarik selain objek dari fetish-nya itu sendiri (biasa disebut partialism). Misalnya seseorang Fetishist tertarik pada mata seorang wanita, dia tidak akan peduli bila wanita itu berwajah monster, cacat, atau yang lain. Bagi dia, mata wanita itu, sempurna.

Sumber: mirror.co.uk
Oleh: Suparto Wijoyo*
Rabu, 17 Januari 2018 18:53 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*PILKADA hadir menjadi pesona yang memukaukan pandangan bagi mereka yang gandrung kekuasaan. Hiruk pikuknya dianggap sebagai tembang yang melantunkan merdunya kosa kata. Kampanye digelar guna meneriakkan cita-cita menjemput takdir...
Sabtu, 13 Januari 2018 23:58 WIB
Oleh: Dr. KHA Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KHA Musta'in Syafi'ie M.Ag. . . Subhaana alladzii asraa bi’abdihi laylan mina almasjidi alharaami ilaa almasjidi al-aqshaa alladzii baaraknaa hawlahu linuriyahu min aayaatinaa innahu huwa alssamii’u albashiiru (1)."Subhaana alladzii as...
Oleh: Dr. KH. Imam Ghazali Said., MA
Sabtu, 13 Januari 2018 10:54 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...
Kamis, 18 Januari 2018 23:31 WIB
LONDON, BANGSAONLINE.com - Nell McAndrew (44), mantan model glamour tetap mempertahankan pola hidup sehat. Dia rutin berlatih dan minum jus. Tak heran, di usianya yang tak muda lagi, tubuhnya masih sintal. Saat di puncak kariernya, wajah dan lekuk ...