Minggu, 19 Agustus 2018 10:51

Oknum Staf Kecamatan Dukuh Pakis Diduga Palsukan Surat Kependudukan

Rabu, 06 Desember 2017 23:22 WIB
Wartawan: Nur Khasanah Yulistiani
Oknum Staf Kecamatan Dukuh Pakis Diduga Palsukan Surat Kependudukan

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Oknum pegawai staf Kecamatan Dukuh Pakis berinisial SG diduga merangkap sebagai biro jasa kepengurusan surat kependudukan. Sayangnya, selain menarik ongkos jutaan rupiah, dia diduga memalsukan surat-surat itu.

Biaya pengurusan KTP, KK dan Akte Kelahiran, milik warga yang bernama Sri Wulansari dikenakan biaya Rp 8,2 Juta. Parahnya, surat KK yang sudah jadi diketahui Aspal (Asli Palsu). Ketika dilakukan pengecekan ke pusat data Dispendukcapil Kota Surabaya, surat KK ini belum masuk database.

Proses pengurusannya KTP, KSK, dibilang sangat mudah, tanpa harus membawa surat pindah dari daerah asal yakni, Dipendukcapil Kediri.

Andi, kerabat Sri Wulandari, saat ditemui di kantor Humas pemkot Surabaya, Rabu (6/12) mengatakan, hanya dengan menyerahkan nama, tempat tanggal lahir dan orang tua sudah dapat KTP dan KSK Surabaya.

“Untuk data cabut bendel dari Dispenduk capil dari Kediri tidak perlu, cukup hanya mengisi data nama, tempat tanggal lahir dan nama orang tua, janjinya seminggu jadi, ternyata sebulan lebih baru jadi. Untuk pembuatan KTP, KSK dan Akte Kelahiran saya disuruh bayar Rp 8.250.000,- dan sudah bayar lunas, tinggal aktenya yang belum,” terangnya.

Namuh demikian, Andi menjelaskan, kalau untuk keaslian data yang menurut SG itu asli, tapi belum terekam di database Dispendukcapil Surabaya.

“Untuk mengetahui asli atau tidak saya tidak tahu, menurut dia (SG, Red) datanya asli, tapi belum terekam di database Dispendukcapil. Dan saya tidak tahu caranya gimana,”ucapnya.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispenduk capil) Kota Surabaya Suharto Wardoyo mengatakan, untuk data berdasarkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan biodata sudah dicek dan tidak ditemukan dalam database.

"Data sudah saya cek berdasarkan NIK dan biodata, yang bersangkutan tidak ditemukan di database alias tidak terdaftar," ungkapnya.

Kasus ini sudah ditangani Inspektorat Kota Surabaya. Andi telah dipanggil Inspektorat Kota Surabaya untuk diklarifikasi kebenaran kasus yang dialami saudaranya. (yul/ros)

Sabtu, 11 Agustus 2018 16:43 WIB
Oleh: Ach. Taufiqil Aziz*Sekitar jam 17.00, pada 9 Agustus 2018, kami sekeluarga masih menonton stasiun televisi tentang pengumuman Cawapres Jokowi. Di televisi, beberapa stasiun dan pengamat sudah menganalisa bahwa Mahfud MD (MMD) yang akan menjadi ...
Kamis, 16 Agustus 2018 17:26 WIB
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag. . .   In ahsantum ahsantum li-anfusikum wa-in asa'tum falahaa fa-idzaa jaa-a wa’du al-aakhirati liyasuu-uu wujuuhakum waliyadkhuluu almasjida kamaa dakhaluuhu awwala marratin waliyutabbiruu maa ‘al...
Dr. KH. Imam Ghazali Said
Sabtu, 18 Agustus 2018 10:03 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...
Rabu, 08 Agustus 2018 10:41 WIB
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Asosiasi Wisata Gua Indonesia (Astaga) dan Mahasiswa Pecinta Alam (Mahipal) Unirow Tuban akhirnya memaparkan data pemetaan gua di Desa Jadi, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban. Data tersebut dikeluarkan setelah tim me...