Senin, 19 November 2018 13:15

Oknum Staf Kecamatan Dukuh Pakis Diduga Palsukan Surat Kependudukan

Rabu, 06 Desember 2017 23:22 WIB
Wartawan: Nur Khasanah Yulistiani
Oknum Staf Kecamatan Dukuh Pakis Diduga Palsukan Surat Kependudukan

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Oknum pegawai staf Kecamatan Dukuh Pakis berinisial SG diduga merangkap sebagai biro jasa kepengurusan surat kependudukan. Sayangnya, selain menarik ongkos jutaan rupiah, dia diduga memalsukan surat-surat itu.

Biaya pengurusan KTP, KK dan Akte Kelahiran, milik warga yang bernama Sri Wulansari dikenakan biaya Rp 8,2 Juta. Parahnya, surat KK yang sudah jadi diketahui Aspal (Asli Palsu). Ketika dilakukan pengecekan ke pusat data Dispendukcapil Kota Surabaya, surat KK ini belum masuk database.

Proses pengurusannya KTP, KSK, dibilang sangat mudah, tanpa harus membawa surat pindah dari daerah asal yakni, Dipendukcapil Kediri.

Andi, kerabat Sri Wulandari, saat ditemui di kantor Humas pemkot Surabaya, Rabu (6/12) mengatakan, hanya dengan menyerahkan nama, tempat tanggal lahir dan orang tua sudah dapat KTP dan KSK Surabaya.

“Untuk data cabut bendel dari Dispenduk capil dari Kediri tidak perlu, cukup hanya mengisi data nama, tempat tanggal lahir dan nama orang tua, janjinya seminggu jadi, ternyata sebulan lebih baru jadi. Untuk pembuatan KTP, KSK dan Akte Kelahiran saya disuruh bayar Rp 8.250.000,- dan sudah bayar lunas, tinggal aktenya yang belum,” terangnya.

Namuh demikian, Andi menjelaskan, kalau untuk keaslian data yang menurut SG itu asli, tapi belum terekam di database Dispendukcapil Surabaya.

“Untuk mengetahui asli atau tidak saya tidak tahu, menurut dia (SG, Red) datanya asli, tapi belum terekam di database Dispendukcapil. Dan saya tidak tahu caranya gimana,”ucapnya.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispenduk capil) Kota Surabaya Suharto Wardoyo mengatakan, untuk data berdasarkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan biodata sudah dicek dan tidak ditemukan dalam database.

"Data sudah saya cek berdasarkan NIK dan biodata, yang bersangkutan tidak ditemukan di database alias tidak terdaftar," ungkapnya.

Kasus ini sudah ditangani Inspektorat Kota Surabaya. Andi telah dipanggil Inspektorat Kota Surabaya untuk diklarifikasi kebenaran kasus yang dialami saudaranya. (yul/ros)

Rabu, 14 November 2018 00:10 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*SUASANA khusuk menyelimuti Jumat malam 9 November 2018 di lorong-lorong kampung, di ruas-ruas musholla, di beranda-beranda langgar, di ruang-ruang masjid, surau ataupun gardu desa. Rakyat membaca doa dengan selingan renungan tent...
Senin, 19 November 2018 11:17 WIB
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag. . .   Waja’alnaa allayla waalnnahaara aayatayni famahawnaa aayata allayli waja’alnaa aayata alnnahaari mubshiratan litabtaghuu fadhlan min rabbikum walita’lamuu ‘adada alssiniina waalhisaaba...
Sabtu, 10 November 2018 10:00 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...
Selasa, 06 November 2018 22:28 WIB
MADIUN, BANGSAONLINE.com - Dua tahun terakhir Kabupaten Madiun mendapatkan penghargaan Anugerah Wisata Tingkat Provinsi Jawa Timur. Pertama anugerah wisata buatan terbaik provinsi diraih Taman Wisata Madiun Umbul Square tahun 2017, menyusul kemudian ...