Senin, 19 November 2018 13:16

Pilih Jadi Pendamping PKH, Tiga Petugas PPS di Tuban Mengundurkan Diri Sebelum Dilantik

Rabu, 22 November 2017 20:34 WIB
Wartawan: Gunawan Wihandono
Pilih Jadi Pendamping PKH, Tiga Petugas PPS di Tuban Mengundurkan Diri Sebelum Dilantik
KPUD Kabupaten Tuban, Kasmuri.

TUBAN, BANGSAONLINE.com - Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Tuban akan segera melantik Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) pada Pilkada serentak tahun 2018 di Gedung Graha Sandiya, komplek Perumdin PT. Semen Gresik, Kamis (23/11) besok.

Namun sebelum dilakukan pelantikan, ada beberapa orang yang mengundurkan diri dari PPS karena double job menjadi petugas di instansi dan lembaga pemerintahan lain, salah satunya menjadi pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) yang dinaungi oleh Kementerian Sosial.

Terkait hal ini, Ketua KPUD Kabupaten Tuban Kasmuri menyatakan pihaknya telah melakukan koordinasi dengan pihak Dinsos. "Sebenarnya peraturan yang ada di KPU tidak mempermasalahkan petugas PPS merangkap jabatan sebagai pendamping PKH, namun dalam peraturan PKH sendiri tidak memperbolehkan hal tersebut," ujar Kasmuri kepada BANGSAONLINE.com, Selasa (22/11).

Adapun tiga anggota PPS yang mengundurkan diri berasal dari Desa Penidon, dan Desa Sumberagung, Kecamatan Plumpang, serta dari Desa Sabontoro, Kecamatan Tambakboyo.

Selain itu, masih ada dua orang lagi yang telah memberitahukan segera mengundurkan diri dari PPS karena hal yang sama, yakni dari Desa Gaji dan Desa Margomulyo, Kecamatan Kerek.

“Baru ada pemberitahuan pengunduran diri, surat resminya belum diserahkan. Kami masih menunggunya,” tambahnya.

Meski ada yang mengundurkan diri, Kasmuri menjamin hal itu tidak akan mengganggu jalannya pelantikan yang akan dilaksanakan. Petugas yang telah mengundurkan diri tersebut telah dilakukan Pergantian Antar Waktu (PAW), dan diambilkan dari para calon yang telah mengikuti seleksi.

“Sudah kita ganti dengan petugas baru, dari peserta yang sudah daftar. Lebih baik mengundurkan diri di awal, jadi tidak perlu melakukan pelantikan ulang,” tegasnya.

Beberapa hari yang lalu, para petugas pendamping PKH yang terpilih sebagai petugas PPS memang dipanggil ke kantor Dinas Sosial setempat.

“Aturannya pendamping PKH tidak diperkenankan double job atau merangkap jabatan. Mereka harus memilih salah satunya, tidak bisa dua-duanya diikuti,” terang Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak, Nurjanah.

Data yang berhasil dihimpun BANGSAONLINE.com, total ada sebanyak 100 anggota PPK dan 984 anggota PPS yang tersebar di 328 Desa dari 20 Kecamatan yang ada di Kabupaten Tuban akan mengikuti pelantikan. (gun/rev)

Rabu, 14 November 2018 00:10 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*SUASANA khusuk menyelimuti Jumat malam 9 November 2018 di lorong-lorong kampung, di ruas-ruas musholla, di beranda-beranda langgar, di ruang-ruang masjid, surau ataupun gardu desa. Rakyat membaca doa dengan selingan renungan tent...
Senin, 19 November 2018 11:17 WIB
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag. . .   Waja’alnaa allayla waalnnahaara aayatayni famahawnaa aayata allayli waja’alnaa aayata alnnahaari mubshiratan litabtaghuu fadhlan min rabbikum walita’lamuu ‘adada alssiniina waalhisaaba...
Sabtu, 10 November 2018 10:00 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...
Selasa, 06 November 2018 22:28 WIB
MADIUN, BANGSAONLINE.com - Dua tahun terakhir Kabupaten Madiun mendapatkan penghargaan Anugerah Wisata Tingkat Provinsi Jawa Timur. Pertama anugerah wisata buatan terbaik provinsi diraih Taman Wisata Madiun Umbul Square tahun 2017, menyusul kemudian ...