Kamis, 23 November 2017 04:50

Penis Anda Melengkung seperti Pisang? Mungkin Anda Berisiko Kanker

Selasa, 14 November 2017 11:54 WIB
Editor: Choirul
Penis Anda Melengkung seperti Pisang? Mungkin Anda Berisiko Kanker
lezaaaat.... foto: bintang.com

LONDON, BANGSAONLINE.com – Jika penis Anda melengkung seperti pisang, maka Anda berisiko terkena kanker. Demikian hasil riset ilmuwan, bahwa ada kaitan antara penyakit Peyronie dan kanker tertentu.

Sebuah penelitian kepada 1,5 juta pria, telah mengungkap kaitan antara Penyakit Peyronie - sebuah kondisi yang menyebabkan penis melengkung saat ereksi - dengan beberapa bentuk kanker, yaitu perut, kulit, dan testis.

Penelitian ini baru-baru ini dipresentasikan di American Society for Reproductive Medicine.

Peyronie's juga dikenal sebagai penis fibroses, mempengaruhi sekitar 155.000 orang dewasa pria di Inggris. Ini lebih cenderung berkembang setelah pria mencapai usia 40 tahun, namun bisa menyerang pria di usia berapa pun.

Dilansir The Telegraph, tinjauan data pasien oleh Baylor College di Houston menemukan, mereka yang didiagnosis menderita Peyronie di antarnya 40 persennya berisiko lebih tinggi menderita kanker testis; 29 persen risiko melanoma lebih tinggi; dan 40 persen untuk kanker perut.

Para ahli di balik penelitian tersebut menyarankan agar orang-orang yang menderita Peyronie diawasi secara ketat, dan melakukan pemeriksaan rutin, sehingga perkembangan kankernya dapat dapat terdeteksi secara dini.

Analisis genetika lebih lanjut oleh para ilmuwan menemukan, seorang ayah dan anak yang keduanya memiliki penis melengkung, berbagi satu set gen yang diketahui mempengaruhi terhadap kanker urologis. Ini menunjukkan sebuah tautan yang jelas; sebuah indikator dari sebuah pola.

"Kami pikir ini penting karena kondisi ini sebagian besar diterima begitu saja sebagai takdir," kata Dr Alexander Pastuszak.

"Penis adalah bagian penting dalam siklus hidup seksual dan reproduksi pasien. Untuk itu, orang-orang (yang didiagnosis Peyronie) ini harus dipantau."

Penting untuk dicatat bahwa meski ada beberapa perbandingan yang harus dibuat, belum diketahui apa yang menyebabkan Peyronie's.

Seorang juru bicara Cancer Research UK menambahkan, Peyronie belum sepenuhnya dipahami. Penelitian lebih lanjut akan berlangsung. "Screening untuk kanker tidak selalu bermanfaat dan disertai dengan bahaya, jadi ini program skrining yang perlu didukung bukti kuat," kata Emma Shields dari Cancer Research UK.

Sumber: mirror.co.uk
Rabu, 22 November 2017 10:04 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*TANGGAL 21 November 2017 kemarin diperingati secara internasional sebagai Hari Pohon. Gerakan tanam pohon untuk bersedekah oksigen nyaris tidak terdengar secara massal di belantara ontran-ontran dramatik Ketua DPR RI Setya N...
Sabtu, 04 November 2017 19:50 WIB
​Oleh: Dr. KHA Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KHA Musta'in Syafi'ie M.Ag. . .   Subhaana alladzii asraa bi’abdihi laylan mina almasjidi alharaami ilaa almasjidi al-aqshaa alladzii baaraknaa hawlahu linuriyahu min aayaatinaa innahu huwa alssamii’u albashiiru (1).Setelah du...
Oleh: Dr. KH. Imam Ghazali Said., MA
Sabtu, 11 November 2017 10:48 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...
Kamis, 16 November 2017 12:03 WIB
LONDON, BANGSAONLINE.com - Chelsea Louise Thompson, artis berusia 27 tahun ini pamer lekuk tubuh indahnya, di kamar mandi. Foto telanjangnya diupload dengan caption: Waktu mandi.Dalam foto itu, tampak satu lengannya dipergunakan untuk menut...