Kamis, 20 September 2018 06:22

Penis Anda Melengkung seperti Pisang? Mungkin Anda Berisiko Kanker

Selasa, 14 November 2017 11:54 WIB
Editor: Choirul
Penis Anda Melengkung seperti Pisang? Mungkin Anda Berisiko Kanker
lezaaaat.... foto: bintang.com

LONDON, BANGSAONLINE.com – Jika penis Anda melengkung seperti pisang, maka Anda berisiko terkena kanker. Demikian hasil riset ilmuwan, bahwa ada kaitan antara penyakit Peyronie dan kanker tertentu.

Sebuah penelitian kepada 1,5 juta pria, telah mengungkap kaitan antara Penyakit Peyronie - sebuah kondisi yang menyebabkan penis melengkung saat ereksi - dengan beberapa bentuk kanker, yaitu perut, kulit, dan testis.

Penelitian ini baru-baru ini dipresentasikan di American Society for Reproductive Medicine.

Peyronie's juga dikenal sebagai penis fibroses, mempengaruhi sekitar 155.000 orang dewasa pria di Inggris. Ini lebih cenderung berkembang setelah pria mencapai usia 40 tahun, namun bisa menyerang pria di usia berapa pun.

Dilansir The Telegraph, tinjauan data pasien oleh Baylor College di Houston menemukan, mereka yang didiagnosis menderita Peyronie di antarnya 40 persennya berisiko lebih tinggi menderita kanker testis; 29 persen risiko melanoma lebih tinggi; dan 40 persen untuk kanker perut.

Para ahli di balik penelitian tersebut menyarankan agar orang-orang yang menderita Peyronie diawasi secara ketat, dan melakukan pemeriksaan rutin, sehingga perkembangan kankernya dapat dapat terdeteksi secara dini.

Analisis genetika lebih lanjut oleh para ilmuwan menemukan, seorang ayah dan anak yang keduanya memiliki penis melengkung, berbagi satu set gen yang diketahui mempengaruhi terhadap kanker urologis. Ini menunjukkan sebuah tautan yang jelas; sebuah indikator dari sebuah pola.

"Kami pikir ini penting karena kondisi ini sebagian besar diterima begitu saja sebagai takdir," kata Dr Alexander Pastuszak.

"Penis adalah bagian penting dalam siklus hidup seksual dan reproduksi pasien. Untuk itu, orang-orang (yang didiagnosis Peyronie) ini harus dipantau."

Penting untuk dicatat bahwa meski ada beberapa perbandingan yang harus dibuat, belum diketahui apa yang menyebabkan Peyronie's.

Seorang juru bicara Cancer Research UK menambahkan, Peyronie belum sepenuhnya dipahami. Penelitian lebih lanjut akan berlangsung. "Screening untuk kanker tidak selalu bermanfaat dan disertai dengan bahaya, jadi ini program skrining yang perlu didukung bukti kuat," kata Emma Shields dari Cancer Research UK.

Sumber: mirror.co.uk
Suparto Wijoyo
Senin, 17 September 2018 22:10 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*DEMOKRASI sejak mulanya adalah kerumunan yang meneguhkan kekuatan tanda kuasa sedang digumpalkan. Rakyat terlibat langsung untuk mengatur penyelenggaraan negara kota (polis) yang skala kepentingan maupun wilayahnya tidak seleba...
Selasa, 11 September 2018 13:55 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag. . .   ‘Asaa rabbukum an yarhamakum wa-in ‘udtum ‘udnaa waja’alnaa jahannama lilkaafiriina hashiiraan (8).Cukup jelas pesan ayat studi ini, bahwa Allah SWT pasti menyayangi hamba-Nya yang mau be...
Dr. KH. Imam Ghazali Said
Sabtu, 18 Agustus 2018 10:03 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...
Minggu, 16 September 2018 18:57 WIB
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Wisata susur sungai sekarang sudah ada di Kabupaten Tuban, tepatnya di Desa Bektiharjo, Kecamatan Semanding. Destinasi wisata susur sungai bernama Wisata Tubing ini resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pariwisata, Kebuda...