Dewan Berharap Pemkot Mojokerto Tidak Setengah-setengah Bantu PDAM

Dewan Berharap Pemkot Mojokerto Tidak Setengah-setengah Bantu PDAM Sumarmi Astutik, anggota tim Penyehatan PDAM Kota Mojokerto. foto: YUDI EKO P/BANGSAONLINE

Sumarmi yang juga Kepala Bagian Perekonomian Setdakot Mojokerto itu memaparkan sejumlah upaya Iewan mengejar impiannya. "PDAM menawarkan program pemasangan baru gratis ke masyarakat. Responnya ya, banyak yang ambil blangkonya tapi sedikit yang mengembalikan," terangnya.

Pemkot sendiri, lanjutnya, tak tinggal diam. "Pemerintah daerah tak kenal lelah menyampaikan imbauan agar masyarakat menggunakan air PDAM. Kita juga berharap agar tiap OPD (Organisasi Pemerintah Daerah) berlangganan PDAM, yang ini draftnya kami susun untuk diteruskan Walikota dalam bentuk Surat Edaran, " tandasnya.

Ia mengatakan, langkah yang diharapkan terealisasi bulan ini dapat diimbangi oleh PDAM sendiri. "Langkah ini dapat menambah jumlah pelanggan meski tak signifikan. Dan harus didukung PDAM sendiri sebab terobosan ini akan terkendala oleh ketiadaan pipa jaringan ke OPD," keluhnya.

Menurutnya, langkah itu belum lagi soal tantangan finansial. "Pemkot tidak lagi bisa memberikan bantuan dana lewat penyertaan modal. PDAM harus mencari sendiri ke Pusat agar semua program dijalankan," tegasnya.

Meski demikian, tiga bulan sejak dilantik jadi Dirut baru, Iewan sudah melakukan beberapa upaya. "Jadi selama ini pihak PDAM berusaha mendeteksi kebocoran pipa jaringan yang sampai 60 persen itu. Alhasil, kini dilakukan pembenahan pipa di Jalan Empunala, Gajahmada dan Jalan Ijen," katanya.

Ia mengungkapkan kebocoran pipa menjadi beban produksi PDAM. "Pipa kita banyak yang bocor, karena sebagian besar pipa peninggalan Belanda. Hal ini akan menjadi kendala karena PDAM harus menyuplai pelanggan-pelanggan baru," tandasnya. (yep/ian)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO