Bagaimana peluang Demokrat? Tren Partai yang di ketuai SBY ini masih dinamis. Sejumlah pemberitaan masih menempatkan Demokrat sebagai pendulum politik. Hal ini terlihat dari statement petinggi demokrat yang menyebut kader pendamping khofifah harus ber-KTA Demokrat. Bahkan Ketua DPD Demokrat Jatim, Soekarwo juga menegaskan meski partainya nanti menjadi pengusung terbesar bagi Khofifah, Gubernur Jatim ini tak akan menjadi jurkam.
Berdasarkan analisa Teknopol, lanjut Petrus, passion pemberitaan muncul indikasi politik pendulum yang dijalankan Partai Demokrat. Partai berlogo Bintang ini secara implisit bisa disimpulkan akan mengunci posisi Calon Wakil Gubernur pendamping Khofifah.
“Artinya, jika nanti pendamping KIP bukan dari Demokrat, tentunya sangat berpotensi membangun poros baru bersama Gerindra, PAN yang sampai kini belum mengumumkan nama calon,” ujar Petrus.
Terkait kemungkinan sejumlah nama dalam poros baru itu, Petrus menjelaskan selama kurun waktu 1 bulan terakhir, ada 2 nama paling potensial untuk diusung, yakni La Nyalla dan Emil Dardak untuk menjadi Gubernur. Hal itu berdasarkan tone pemberitaan terhadap Emil Dardak yang mencapai 555 dan La Nyalla 501 news.
Untuk posisi wakil, ada nama seperti Nurwiyatno, Masfuk, Ipong, Rendra, Suyoto. Tren Nurwiyatno dan Ipong terlihat menguat dalam hal pemberitaan. Ekpos Nurwiyatno mencapai 367, Masfuk 207, Ipong 200, Rendra 169, sedangkan Suyoto 144.
Sementara itu, Maman Suherman, Senior Advisor IPOL Indonesia menambahkan para warganet yang aware dengan ICT, sudah mulai aktif dalam sebuah kontestasi pilkada. “Tren ini menarik, dan harus di cermati sebagai bagian dari pendidikan politik. Seorang kandidat bisa di kenal pemilih adalah melalui pemberitaan, dan informasi yang mereka dapat dari Internet,” imbuhnya. (mdr)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




