Gus Ipul Dihantui Mitos Wagub Selalu Kalah dalam Pilkada

Gus Ipul Dihantui Mitos Wagub Selalu Kalah dalam Pilkada Petrus Haryanto (tengah), CEO iPOL saat merilis hasil survei Pilkada Jatim dengan pendekatan teknologi. foto: DIDI ROSADI/ BANGSAONLINE

Sementara itu, Maman Suherman konsultan politik iPOL mengungkapkan pendekatan teknologi menjadi penting dalam pilkada Jatim tahun 2018. Sebab, pemilih milenial yang jumlahnya mencapai 14,5 juta orang akan menjadi penentu kemenangan.

Mereka yang lahir pada tahun 1981 sampai 1994 ini dikenal melek teknologi dan akrab dengan smartphone atau gadget. Karena itu, pasangan yang mampu mendekati pemilih Generasi Y yang dikenal rasional ini akan dapat meraih simpati. Karena itu, kampanye lewat media sosial dan media online akan efektif untuk menyampaikan pesan kampanye kepada generasi milenial.

“Generasi milenial jumlahnya sangat signifikan, karena itu serangan udara melalui media sosial menjadi penting untuk meraih simpati generasi milenial yang akrab dengan medsos,” imbuh pria yang akrab disapa Kang Maman itu.

Pria berkepala plontos itu menguraikan, saat ini di Jawa Timur ada sekitar 13 juta pengguna facebook. Dari data tersebut , rentang usia paling aktif adalah usia 17-35 tahun. Generasi Y ini aktif memantau informasi melalui akun facebook, termasuk informasi tentang pilkada Jatim dan kandidat Cagub.

“Khofifah adalah calon yang unggul di media sosial karena paling banyak beritanya di media online. Sedangkan Emil Dardak yang masuk generasi milenial sebagai sosok yang diasosiasikan sebagai pendamping yang tepat untuk Khofifah. Keduanya sangat menonjol di pembemberitaan media online dan media sosial,” pungkasnya. (mdr/rev)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO