Selasa, 21 Agustus 2018 17:18

Spesialis Pembobol Rumah Kosong di Tuban Berhasil Diringkus

Senin, 25 September 2017 17:48 WIB
Wartawan: Suwandi
Spesialis Pembobol Rumah Kosong di Tuban Berhasil Diringkus
Kapolres Tuban, AKBP Fadly Samad menunjukkan hasil jarahan pelaku berupa perhiasan. foto: SUWANDI/ BANGSAONLINE

TUBAN, BANGSAONLINE.com - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tuban berhasil meringkus tersangka maling spesialis pembobol rumah kosong. Pelakunya adalah RA (32), warga Desa Sendanghaji, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban.   

Kapolres Tuban, AKBP Fadly Samad mengungkapkan bahwa pelaku ditangkap pada Minggu, 27 Agustus 2017 lalu. "Pelaku sudah melakukan aksinya berulang kali. Dalam aksinya pelaku kerap mengambil barang-barang berharga. Seperti, uang, perhiasan, laptop, dan barang elektronik lainnya. Jika terdapat rumah kosong, pelaku langsung masuk," tutur Kapolres.

Guna melancarkan aksinya, pelaku berpura-pura sebagai penjual martabak keliling ke kompleks perumahan. Sembari keliling dari rumah ke rumah, pelaku mencoba mengamati setiap rumah kosong. Setelah mendapatkan sasaran, kemudian pelaku melancarkan aksinya. Dalam aksinya, pelaku selalu mencongkel jendela dan keluar melalui pintu rumah dengan cara merusaknya.

"Pelaku melakukan pencurian tidak hanya malam hari, tapi juga terkadang siang hari," ujarnya.

Namun aksi pelaku terhenti saat membobol rumah Priyo Agus Wahyudi (37) warga Desa Karang Indah, Gang Sejahtera nomor 1 RT 11, RW 005 Kelurahan Karang, Kecamatan Semanding.

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan dari tangan pelaku, di antaranya 2 handphone, 1 notebook, 2 gelang emas, 1 buah liontin emas, 1 buah cincin emas dan satu anting emas. Sedangkan hasil pencurian lainnya yang nilainya diperkirakan mencapai ratusan telah digunakan pelaku untuk kehidupan sehari-hari.

"Setelah dilakukan pengembangan, petugas juga mengumpulkan barang bukti 2 STNK, batu akik, cincin akik, 3 buah tas dan permata hitam," urainya.

Atas perbuatannya, pelaku bakal dijerat dengan pasal 363 (1) ke 5e KUHP pidana ancaman 7 tahun penjara. "Kasus ini akan kami kembangkan, sebab pelaku dalam aksinya disinyalir tidak sendirian," pungkasnya. (wan/rev)

Sabtu, 11 Agustus 2018 16:43 WIB
Oleh: Ach. Taufiqil Aziz*Sekitar jam 17.00, pada 9 Agustus 2018, kami sekeluarga masih menonton stasiun televisi tentang pengumuman Cawapres Jokowi. Di televisi, beberapa stasiun dan pengamat sudah menganalisa bahwa Mahfud MD (MMD) yang akan menjadi ...
Kamis, 16 Agustus 2018 17:26 WIB
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag. . .   In ahsantum ahsantum li-anfusikum wa-in asa'tum falahaa fa-idzaa jaa-a wa’du al-aakhirati liyasuu-uu wujuuhakum waliyadkhuluu almasjida kamaa dakhaluuhu awwala marratin waliyutabbiruu maa ‘al...
Dr. KH. Imam Ghazali Said
Sabtu, 18 Agustus 2018 10:03 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...
Rabu, 08 Agustus 2018 10:41 WIB
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Asosiasi Wisata Gua Indonesia (Astaga) dan Mahasiswa Pecinta Alam (Mahipal) Unirow Tuban akhirnya memaparkan data pemetaan gua di Desa Jadi, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban. Data tersebut dikeluarkan setelah tim me...