Selasa, 21 Agustus 2018 17:19

Bupati Sambari Turun Tangan Verifikasi Perusahaan Bodong

Selasa, 29 Agustus 2017 18:41 WIB
Wartawan: M. Syuhud Almanfaluty
Bupati Sambari Turun Tangan Verifikasi Perusahaan Bodong
Bupati Sambari (dua dari kanan) ketika berkunjung ke salah satu perusahaan. foto: SYUHUD/ BANGSAONLINE

GRESIK, BANGSAONLINE.com - Bupati Gresik Sambari Halim Radianto turun tangan memverifikasi perusahaan yang ditengarai izinnya tak lengkap. Didampingi Sekda Kng. Djoko Sulistio Hadi, orang nomor satu di Pemkab Gresik ini mengajak sejumlah Kepala OPD (Organisasi Perangkat Daerah) seperti Kepala BPPKAD (Badan Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah) Yetty Sri Suparyati, Kepala Dispol PP Achmad Nuruddin, Kepala BPTSP Agus Mualif, Kabag Hukum Edy Hadi. S dan Kabag Humas dan Protokoler Suyono untuk memverifikasi sejumlah perusahaan, Selasa (29/8/2017).

Dalam kesempatan itu, Bupati mendatangi PT. MIE di wilayah Manyar meminta agar perusahaan menghentikan kegiatan pengurukan sementara waktu. Langkah itu dilakukan karena pengrukan diduga tidak sesuai dengan SPK (Surat Perintah Kerja).

“Kami sudah lakukan pemantauan melalui OPD terkait, dan sudah jelas-jelas hal itu tidak sesuai dengan SPK yang disampaikan kepada pemerintah,” ungkapnya.

"Pengurukan menggunakan material dolomit. Padahal di SPK tercantum pengurukan menggunakan material pedel dan limestone, " sambungnya.

Untuk itu, ia meminta agar perusahaan tersebut menghentikan sementara waktu kegiatan pengurukan hingga mengantongi legalitas yang jelas.

Sementara General Manager (GM) PT. MIE Ahmad Saiful Anam yang menemui Bupati dan rombongan menyatakan bahwa ketidaksesuaian material urukan merupakan kesalahan rekanan, yakni PT. SA sebagai kontraktor. “Yang kami tahu, pengurukan itu sudah sesuai SPK. Kami tidak periksa secara detail terkait bentuk fisik material yang digunakan PT. SA untuk pengurukan,” katanya.

“Kami bersedia menghentikan sementara dan segera mengikuti prosedur yang telah ditentukan,” janjinya.

Perusahaan lainnya yang kedapatan melakukan pengurukan dan tidak sesuai dengan SPK adalah PT. AK di wilayah Kecamatan Kebomas.

Sementara Kabag Humas dan Protokol Pemkab Gresik Suyono menuturkan bahwa saat ini Bupati Gresik memang tengah gencar-gencarnya melakukan penertiban terkait perizinan pembangunan. “Pak Bupati ingin pembangunan di Gresik sesuai dengan apa yang diharapkan. Yang paling penting adalah terkait dengan perizinan. Oleh sebab itu, Pak Bupati kini sedang gencar melakukan penertiban,” pungkas Suyono. (hud/rev)

Sabtu, 11 Agustus 2018 16:43 WIB
Oleh: Ach. Taufiqil Aziz*Sekitar jam 17.00, pada 9 Agustus 2018, kami sekeluarga masih menonton stasiun televisi tentang pengumuman Cawapres Jokowi. Di televisi, beberapa stasiun dan pengamat sudah menganalisa bahwa Mahfud MD (MMD) yang akan menjadi ...
Kamis, 16 Agustus 2018 17:26 WIB
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag. . .   In ahsantum ahsantum li-anfusikum wa-in asa'tum falahaa fa-idzaa jaa-a wa’du al-aakhirati liyasuu-uu wujuuhakum waliyadkhuluu almasjida kamaa dakhaluuhu awwala marratin waliyutabbiruu maa ‘al...
Dr. KH. Imam Ghazali Said
Sabtu, 18 Agustus 2018 10:03 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...
Rabu, 08 Agustus 2018 10:41 WIB
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Asosiasi Wisata Gua Indonesia (Astaga) dan Mahasiswa Pecinta Alam (Mahipal) Unirow Tuban akhirnya memaparkan data pemetaan gua di Desa Jadi, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban. Data tersebut dikeluarkan setelah tim me...