Sabtu, 21 April 2018 16:43

Bupati Sambari Turun Tangan Verifikasi Perusahaan Bodong

Selasa, 29 Agustus 2017 18:41 WIB
Wartawan: M. Syuhud Almanfaluty
Bupati Sambari Turun Tangan Verifikasi Perusahaan Bodong
Bupati Sambari (dua dari kanan) ketika berkunjung ke salah satu perusahaan. foto: SYUHUD/ BANGSAONLINE

GRESIK, BANGSAONLINE.com - Bupati Gresik Sambari Halim Radianto turun tangan memverifikasi perusahaan yang ditengarai izinnya tak lengkap. Didampingi Sekda Kng. Djoko Sulistio Hadi, orang nomor satu di Pemkab Gresik ini mengajak sejumlah Kepala OPD (Organisasi Perangkat Daerah) seperti Kepala BPPKAD (Badan Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah) Yetty Sri Suparyati, Kepala Dispol PP Achmad Nuruddin, Kepala BPTSP Agus Mualif, Kabag Hukum Edy Hadi. S dan Kabag Humas dan Protokoler Suyono untuk memverifikasi sejumlah perusahaan, Selasa (29/8/2017).

Dalam kesempatan itu, Bupati mendatangi PT. MIE di wilayah Manyar meminta agar perusahaan menghentikan kegiatan pengurukan sementara waktu. Langkah itu dilakukan karena pengrukan diduga tidak sesuai dengan SPK (Surat Perintah Kerja).

“Kami sudah lakukan pemantauan melalui OPD terkait, dan sudah jelas-jelas hal itu tidak sesuai dengan SPK yang disampaikan kepada pemerintah,” ungkapnya.

"Pengurukan menggunakan material dolomit. Padahal di SPK tercantum pengurukan menggunakan material pedel dan limestone, " sambungnya.

Untuk itu, ia meminta agar perusahaan tersebut menghentikan sementara waktu kegiatan pengurukan hingga mengantongi legalitas yang jelas.

Sementara General Manager (GM) PT. MIE Ahmad Saiful Anam yang menemui Bupati dan rombongan menyatakan bahwa ketidaksesuaian material urukan merupakan kesalahan rekanan, yakni PT. SA sebagai kontraktor. “Yang kami tahu, pengurukan itu sudah sesuai SPK. Kami tidak periksa secara detail terkait bentuk fisik material yang digunakan PT. SA untuk pengurukan,” katanya.

“Kami bersedia menghentikan sementara dan segera mengikuti prosedur yang telah ditentukan,” janjinya.

Perusahaan lainnya yang kedapatan melakukan pengurukan dan tidak sesuai dengan SPK adalah PT. AK di wilayah Kecamatan Kebomas.

Sementara Kabag Humas dan Protokol Pemkab Gresik Suyono menuturkan bahwa saat ini Bupati Gresik memang tengah gencar-gencarnya melakukan penertiban terkait perizinan pembangunan. “Pak Bupati ingin pembangunan di Gresik sesuai dengan apa yang diharapkan. Yang paling penting adalah terkait dengan perizinan. Oleh sebab itu, Pak Bupati kini sedang gencar melakukan penertiban,” pungkas Suyono. (hud/rev)

Kamis, 19 April 2018 18:28 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*DEBAT perdana Kandidat Gubernur Jawa Timur telah dihelat 10 April 2018 lalu dan terus mengiangkan diksi dan intonasi kata “kemiskinan” selama saya mengikutinya dalam perjalanan. Pasangan Khofifah Indar Parawansa-Emil E...
Senin, 19 Maret 2018 19:42 WIB
Dr. KHA Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KHA Musta'in Syafi'ie M.Ag. . .      Wa-aataynaa muusaa alkitaaba waja’alnaahu hudan libanii israa-iila allaa tattakhidzuu min duunii wakiilaan (2).Dzurriyyata man hamalnaa ma’a nuuhin innahu kaana ‘abdan syakuuraa...
Sabtu, 21 April 2018 12:32 WIB
Assalamualaikum Ustad, saya ingin bertanya. Bapak saya punya saudara laki-laki dan dia punya cucu perempuan, apakah boleh saya menikahinya. Mohon di jawab. Waalaikumsalam.(Muhammad Tesan, Netizen)Jawab:Status hubungan keluarga di atas adalah sudah ...
Jumat, 20 April 2018 23:01 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Ngawi dikenal mempunyai Alas Srigati atau Alas Ketonggo yang terletak 12 Km arah selatan dari kota. Menurut masyarakat Jawa, Alas Ketonggo merupakan salah satu wilayah angker atau ‘wingit’ di tanah Jawa.Ha...