Sabtu, 16 November 2019 09:04

Pasca Meninggalnya Balita di Kademangan, Dinkes Blitar: Imunisasi MR Aman dan Sesuai Prosedur

Jumat, 25 Agustus 2017 15:15 WIB
Wartawan: Akina Nur Al Ana
Pasca Meninggalnya Balita di Kademangan, Dinkes Blitar: Imunisasi MR Aman dan Sesuai Prosedur
Ilustrasi

BLITAR, BANGSAONLINE.com - Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar memastikan pemberian vaksin Measles Rubela (MR) pada program imunisasi MR aman, karena sudah dilakukan sesuai prosedur. Hal itu ditegaskan Krisna Yekti, Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar pasca meninggalnya Arya Dimas (4) warga Dusun Besole, Desa Darungan, Kecamatan Kademangan.

Sebelumnya, pihaknya sudah menegaskan jika kematian Dimas tidak ada kaitannya dengan imunisasi MR, melainkan karena ada sakit lain yang diderita Dimas, yakni GE (Gastroenteritis) atau penyakit infeksi pada perut.

Namun, gencarnya pemberitaan terkait hal itu nyatanya membuat masyarakat khawatir dan enggan untuk mengikutkan anak atau balitanya untuk diimunisasi MR.

Kata Krisna, efek atau kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) sangat wajar terjadi setelah pemberian vaksin. Karena vaksin adalah virus yang dilemahkan, untuk memancing tubuh membuat anti bodi terhadap virus itu. Begitu juga dengan vaksin MR, sehingga akan ada reaksi pada tubuh terhadap bibit penyakit yang dilemahkan oleh virus tersebut.

"Biasanya demam ringan, ruam merah, bengkak ringan dan nyeri di tempat bekas suntikan setelah imunisasi adalah reaksi normal yang akan menghilang dalam 2-3 hari," ujar Krisna kepada wartawan, Jumat (25/8).

Untuk itu, Krisna mengimbau masyarakat tidak perlu khawatir untuk mengikuti imunisasi MR. Mengingat pentingnya pemberian vaksin MR untuk mencegah virus campak dan rubela.

BERITA TERKAIT:

Meski demikian, Krisna juga memberi catatan jika anak atau balita yang akan diberi vaksin harus benar-benar dalam keadaan sehat, tidak sedang mengalami batuk, pilek, atau demam. Sebelum melakukan suntikan imunisasi, tim tenaga medis yang ada di lapangan juga akan melakukan pemeriksaan terlebih dahulu sebelum memberikan suntikan imunisasi MR.

"Sehingga bukan asal suntik saja, melainkan mempertimbangkan kondisi kesehatan anak," jelasnya.

Hampir serupa dinyatakan Kepala Desa Darungan, Shokib Adiputra. Berdasarkan keterangannya, pemberian imunisasi MR kepada Dimas dinyatakan sudah sesuai prosedur. "Secara teknis imunisasi di Desa Darungan mulai awal sampai akhir, tidak ada kendala dan tidak ada kesalahan. Petugas posyandu dan petugas imunisasi juga sudah melayani dengan maksimal," klaimnya.

"Bahkan ketika akan diimunisasi bidan desa mengatakan jika kondisi Dimas dalam keadaan sehat dan siap diimunisasi," ungkap Shokib kepada wartawan di kantor Desa Darungan.

Diberitakan sebelumnya, Arya Dimas bocah empat tahun meninggal pasca diimunisasi MR pada 15 Agustus lalu. Dinkes membantah bahwa meninggalnya Arya Dimas merupakan dampak dari imunisasi MR. Berdasarkan keterangan Dinkes, Arya Dimas masih bisa bersekolah dan melakukan kegiatan seperti biasanya usai diimunisasi. Baru pada 17 Agustus atau dua hari setelahnya, Dimas mengalami, muntah, diare, serta kejang. Ia sempat dirawat di rumah sakit Aminah Kota Blitar, namun nyawa Dimas tidak tertolong. (blt1/tri/rev)

Badai Kembali Terjang Ngawi, Panggung dan Tenda untuk Lomba Panahan di Alun-alun Porak Poranda
Sabtu, 09 November 2019 00:05 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Hujan disertai angin kencang kembali memporak-porandakan Kabupaten Ngawi, Jumat (8/11) sore. Kali ini badai angin menerjang wilayah alun-alun dan sekitarnya, yang kebetulan sedang digelar lomba panahan....
Jumat, 15 November 2019 23:45 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Wisata Budaya Taneyan Lanjhang yang terletak di Dusun Buddagan I Desa Larangan Luar Kecamatan Larangan Kabupaten Pamekasan semakin diminati wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia. Taneyan Lanjhang merupakan rum...
Rabu, 06 November 2019 12:44 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan*Para elit NU struktural tak bisa menyembunyikan kekecewaannya ketika Presiden Joko Widodo mengumumkan susunan Kabinet Indonesia Maju pada 23 Oktober 2019 lalu. Kekecewaan itu dieskpresikan secara terbuka oleh Wakil Ketua PB...
Kamis, 14 November 2019 13:45 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*70. Walaqad karramnaa banii aadama wahamalnaahum fii albarri waalbahri warazaqnaahum mina alththhayyibaati wafadhdhalnaahum ‘alaa katsiirin mimman khalaqnaa tafdhiilaan.Dan sungguh, Kami telah memuliakan anak ...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...