Kamis, 24 Januari 2019 10:46

Pasca Imunisasi MR, Delapan Balita di Blitar Dirawat di Rumah Sakit

Rabu, 23 Agustus 2017 17:51 WIB
Wartawan: Akina Nur Al Ana
Pasca Imunisasi MR, Delapan Balita di Blitar Dirawat di Rumah Sakit
Ilustrasi

BLITAR, BANGSAONLINE.com - Sebanyak delapan balita di Kabupaten Blitar yang menjadi sasaran imunisasi MR harus dirawat di rumah sakit pasca diimunisasi campak dan rubella. Diungkapkan Kasi Imunisasi dan Surveilan Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, Hendro Subagyo sejak dicanangkan pada 1 Agustus lalu, hingga sekarang pihaknya telah menerima laporan sebanyak 133 kejadian ikutan atau efek pasca imunisasi.

Rata-rata mereka mengalami efek ringan seperti demam, muntah dan diare. Sedangkan delapan yang sampai dirawat di rumah sakit sebelumnya sudah mengalami penurunan kondisi tubuh.

"Yang 125 itu cuma efek ringan, sedangkan delapan sisanya mengalami efek yang harus dirawat di rumah sakit karena sebelumnya sudah mengalami penurunan kondisi tubuh," ungkap Hendro Subagyo, Rabu (23/8).

Menurut Hendro, saat ini petugas Dinas Kesehatan sudah turun ke lapangan untuk melakukan pantauan langsung kepada ke delapan balita itu. Saat ini semua sudah ditindaklanjuti serta sudah ditangani tim kesehatan dan dinyatakan sembuh. Hendro mengaku, rata-rata mereka yang terkena efek samping karena saat imunisasi dalam kondisi kurang sehat tetapi enggan mengatakannya kepada petugas imunisasi .

"Memang ada sebagian balita yang tidak bisa mendapatkan imuniasai MR karena kondisi tubuhnya menurun, jadi dari total 100 persen yang datang untuk diimunisasi ada 40 persen yang kondisinya kurang sehat sehingga tidak dilakukan imunisasi. Nah untuk kasus yang sampai terjadi efek samping itu, biasanya orang tua tidak memberitahukan kepada pihak kami jika anaknya sedang kirang sehat," jelasnya.

Hendro menambahan, efek samping dalam imunisasi merupakan hal yang wajar. Dari 133 laporan itu termasuk angka yang kecil. Karena hanya 1% dari sasaran yang diimunisasi yakni sebanyak 86.000 sasaran.

"Hal ini sebenarnya adalah hal yang wajar, namanya memasukkan sesuatu ke dalam tubuh pasti ada efek sampingnya. Namun semua sudah bisa diatasi," pungkasnya.

Sampai hari ini, informasi yang diterima Dinkes Kabupaten Blitar, sebagian besar balita yang dirawat intensif di puskesmas dan rumah sakit berangsur berkurang. Ada yang sudah diperbolehkan pulang dan rawat jalan. (blt1/tri/rev)

BERITA VIDEO: Tuntut Pilpres 2019 Ada Calon Independen, Inilah Sosok yang Diusung "Tikus Pithi"
Kamis, 03 Januari 2019 13:53 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Tikus Pithi, kelompok massa yang menggelar demo di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ngawi, Kamis (3/1) menuntut agar di Pilpres 2019 kali ini ada calon independen, alias nonparpol.Saifuddin, Korlap Tikus Pithi Ka...
Jumat, 28 Desember 2018 23:10 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Kampung Toronan Semalam yang berada di Desa Blumbungan, Kecamatan Larangan, Pamekasan, Madura memiliki keindahan tersendiri yang bisa dinikmati para wisatawan. Kampung ini cukup unik lantaran bunga Sakura yang kerap...
Suparto Wijoyo
Rabu, 23 Januari 2019 10:48 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*SAMPAI saat ini masih banyak pihak yang meramaikan debat capres-cawapres 17 Januari 2019 sambil menanti hadirnya agenda serupa 17 Februari 2019. Debat itu seolah tidak lapuk oleh hujan nan tiada kering oleh panas, seterik ap...
Sabtu, 19 Januari 2019 12:37 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.AgAl-Isra': 20-22 20. kullan numiddu haaulaa-i wahaaulaa-i min ‘athaa-i rabbika wamaa kaana ‘athaau rabbika mahtsuuraanKepada masing-masing (golongan), baik (golongan) ini (yang menginginkan dunia) maupun (gol...
Sabtu, 10 November 2018 10:00 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...