Senin, 19 November 2018 11:12

Pasca Imunisasi MR, Delapan Balita di Blitar Dirawat di Rumah Sakit

Rabu, 23 Agustus 2017 17:51 WIB
Wartawan: Akina Nur Al Ana
Pasca Imunisasi MR, Delapan Balita di Blitar Dirawat di Rumah Sakit
Ilustrasi

BLITAR, BANGSAONLINE.com - Sebanyak delapan balita di Kabupaten Blitar yang menjadi sasaran imunisasi MR harus dirawat di rumah sakit pasca diimunisasi campak dan rubella. Diungkapkan Kasi Imunisasi dan Surveilan Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, Hendro Subagyo sejak dicanangkan pada 1 Agustus lalu, hingga sekarang pihaknya telah menerima laporan sebanyak 133 kejadian ikutan atau efek pasca imunisasi.

Rata-rata mereka mengalami efek ringan seperti demam, muntah dan diare. Sedangkan delapan yang sampai dirawat di rumah sakit sebelumnya sudah mengalami penurunan kondisi tubuh.

"Yang 125 itu cuma efek ringan, sedangkan delapan sisanya mengalami efek yang harus dirawat di rumah sakit karena sebelumnya sudah mengalami penurunan kondisi tubuh," ungkap Hendro Subagyo, Rabu (23/8).

Menurut Hendro, saat ini petugas Dinas Kesehatan sudah turun ke lapangan untuk melakukan pantauan langsung kepada ke delapan balita itu. Saat ini semua sudah ditindaklanjuti serta sudah ditangani tim kesehatan dan dinyatakan sembuh. Hendro mengaku, rata-rata mereka yang terkena efek samping karena saat imunisasi dalam kondisi kurang sehat tetapi enggan mengatakannya kepada petugas imunisasi .

"Memang ada sebagian balita yang tidak bisa mendapatkan imuniasai MR karena kondisi tubuhnya menurun, jadi dari total 100 persen yang datang untuk diimunisasi ada 40 persen yang kondisinya kurang sehat sehingga tidak dilakukan imunisasi. Nah untuk kasus yang sampai terjadi efek samping itu, biasanya orang tua tidak memberitahukan kepada pihak kami jika anaknya sedang kirang sehat," jelasnya.

Hendro menambahan, efek samping dalam imunisasi merupakan hal yang wajar. Dari 133 laporan itu termasuk angka yang kecil. Karena hanya 1% dari sasaran yang diimunisasi yakni sebanyak 86.000 sasaran.

"Hal ini sebenarnya adalah hal yang wajar, namanya memasukkan sesuatu ke dalam tubuh pasti ada efek sampingnya. Namun semua sudah bisa diatasi," pungkasnya.

Sampai hari ini, informasi yang diterima Dinkes Kabupaten Blitar, sebagian besar balita yang dirawat intensif di puskesmas dan rumah sakit berangsur berkurang. Ada yang sudah diperbolehkan pulang dan rawat jalan. (blt1/tri/rev)

Rabu, 14 November 2018 00:10 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*SUASANA khusuk menyelimuti Jumat malam 9 November 2018 di lorong-lorong kampung, di ruas-ruas musholla, di beranda-beranda langgar, di ruang-ruang masjid, surau ataupun gardu desa. Rakyat membaca doa dengan selingan renungan tent...
Minggu, 18 November 2018 03:20 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag. . .   Wayad’u al-insaanu bialsysyarri du’aa-ahu bialkhayri wakaana al-insaanu ‘ajuulaan (11).Ayat studi ini mengingatkan, betapa watak dasar manusia itu tak sabaran, maunya segera terwujud ap...
Sabtu, 10 November 2018 10:00 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...
Selasa, 06 November 2018 22:28 WIB
MADIUN, BANGSAONLINE.com - Dua tahun terakhir Kabupaten Madiun mendapatkan penghargaan Anugerah Wisata Tingkat Provinsi Jawa Timur. Pertama anugerah wisata buatan terbaik provinsi diraih Taman Wisata Madiun Umbul Square tahun 2017, menyusul kemudian ...