Minggu, 19 Agustus 2018 10:48

Dua Maling Asal Surabaya Diamuk Massa, Kepergok Mencuri di Rumah Warga Peterongan Jombang

Selasa, 04 Juli 2017 17:14 WIB
Wartawan: Romza
Dua Maling Asal Surabaya Diamuk Massa, Kepergok Mencuri di Rumah Warga Peterongan Jombang
Dua maling saat dievakuasi polisi dari kerumunan warga yang emosi. foto: ROMZA/ BANGSAONLINE

JOMBANG, BANGSAONLINE.com - Ratusan warga mengamuk setelah memergoki dua pencuri yang mengaku bernama Deni (30) dan Karnoto (30), keduanya berasal dari Kelurahan Banyuurip, Kecamatan Sawahan Surabaya. Dua maling ini babak belur dihajar massa karena kepergok mencuri di rumah Ernawati (28), warga Dusun/Desa Senden Kecamatan Peterongan, Selasa (4/7).

Pelaku kemudian dibawa ke balai desa setempat. Pantauan polisi sampai kesulitas saat mengevakuasi kedua pencuri tersebut karena warga yang emosi terus berusaha menyerang kedua maling tersebut.

“Pelaku sempat dikira saudara saya yang hendak mengambil televisi, namun setelah saya katakan dia bukan saudara, langsung dikejar oleh warga. Yang diambil televisi LED 32 inch, laptop dan uang tunai Rp 1,5 juta,” kata Ernawati kepada wartawan.

Erna melanjutkan, setelah diketahui jika kedua pria itu pencuri, warga langsung melakukan pengejaran terhadap kedua pelaku. Dengan menggunakan sepeda motor Suzuki Satria FU yang belum diketahui nopolnya, keduanya kabur ke arah selatan hingga akhirnya tertangkap di Desa Ngrandu.

“TV-nya langsung dibuang sampai rusak saat tahu kalau dikejar warga. Kabarnya motor pelaku juga dibakar setelah tertangkap,” ujar salah satu warga yang enggan menyebutkan namanya.

Kedua pelaku yang berhasil ditangkap langsung dibawa ke kantor balai desa sambil menunggu datangnya petugas Polsek Peterongan yang telah mendapat laporan oleh perangkat desa sebelumnya. Di sinilah kedua pencuri menjadi sasaran amuk massa yang berkumpul.

Lantaran jumlah massa yang berkumpul sangat banyak, proses evakuasi juga melibatkan petugas Sabhara Polres Jombang. Kericuhan kembali pecah saat para petugas melakukan evakuasi ke dalam truk polisi yang sudah disiapkan.

Tak hanya memukul, warga yang terlanjur emosi juga melempar batu ke arah pencuri. Polisi pun terpaksa membalas dengan pukulan rotan ke ke rumunan warga yang terus mendekat. “Para pelaku dievakuasi ke Mapolres Jombang sekaligus untuk proses hukum lebih lanjut,” ungkap Kapolsek Peterongan AKP Mintarto usai proses evakuasi.

Mintarto juga menyayangkan aksi main hakim sendiri yang dilakukan warga. “Warga tidak sabar sehingga main hakim sendiri. Sedangkan di negara ini adalah negara hukum, biarlah mereka diadili lewat proses hukum yang ada,” tandasnya. (rom)

Sabtu, 11 Agustus 2018 16:43 WIB
Oleh: Ach. Taufiqil Aziz*Sekitar jam 17.00, pada 9 Agustus 2018, kami sekeluarga masih menonton stasiun televisi tentang pengumuman Cawapres Jokowi. Di televisi, beberapa stasiun dan pengamat sudah menganalisa bahwa Mahfud MD (MMD) yang akan menjadi ...
Kamis, 16 Agustus 2018 17:26 WIB
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag. . .   In ahsantum ahsantum li-anfusikum wa-in asa'tum falahaa fa-idzaa jaa-a wa’du al-aakhirati liyasuu-uu wujuuhakum waliyadkhuluu almasjida kamaa dakhaluuhu awwala marratin waliyutabbiruu maa ‘al...
Dr. KH. Imam Ghazali Said
Sabtu, 18 Agustus 2018 10:03 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...
Rabu, 08 Agustus 2018 10:41 WIB
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Asosiasi Wisata Gua Indonesia (Astaga) dan Mahasiswa Pecinta Alam (Mahipal) Unirow Tuban akhirnya memaparkan data pemetaan gua di Desa Jadi, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban. Data tersebut dikeluarkan setelah tim me...