Senin, 14 Oktober 2019 18:53

Tanya-Jawab Islam: Menikah Pada Saat Berpuasa Ramadhan

Sabtu, 24 Juni 2017 04:37 WIB
Tanya-Jawab Islam: Menikah Pada Saat Berpuasa Ramadhan
DR KH Imam Ghazali Said MA

>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<<

Pertanyaan:

Assalamualaikum wr wb, Pak Yai saya mau bertanya, apa boleh pada siang bulan Ramadhan ini pada saat menjalankan puasa itu melamar atau dilamar dan menikah atau dinikah? Apa boleh itu dilakukan atau menunggu berbuka puasa dulu? Terima kasih. (Muhammad, Mojokerto)

Jawaban:

Tidak ditemukan dalil satu pun baik di dalam Alquran, Hadis dan pendapat para ulama fiqih yang melarang untuk melakukan pernikahan dan pertunangan di bulan Ramadhan atau pada saat berpuasa. Dalam hal muamalah, semua hal boleh dilakukan selama tidak ada dalil atau nash yang melarang hal tersebut. Mungkin saja, ada kebiasaan adat beberapa suku yang melarang pernikahan pada saat puasa Ramadhan, namun itu bukan hukum agama, hanya kebiasaan adat saja yang mengikat budaya suku tersebut.

Memang ada beberapa ulama tidak menganjurkan untuk menikah di bulan suci Ramadhan, bahkan sebagian menghukuminya dengan makruh. Alasan tersebut didasarkan pada kekhawatiran dari mempelai berdua (suami istri) yang baru menikah melanggar dan merusak puasanya, yaitu dengan bersenggama pada saat siang. Hal ini dikarenakan kebiasaan pengantin baru tidak mampu menahan syahwatnya untuk tidak berhubungan badan, siang hari pun terkadang diterjang. Maka, oleh sebab itu kebanyakan para ulama juga tidak menganjurkan menikah pada saat bulan suci Ramadhan, bukan melarangnya tapi tidak menganjurkan.

Alasan kedua, menepis keyakinan bahwa menikah di bulan Ramadhan itu dapat melanggengkan dan penuh dengan berkah. Sebab keyakinan ini tidak ada dalilnya sama sekali. Kalau pun toh menikah itu dianggap amal kebaikan, maka yang dilipatgandakan amal kebaikan itu adalah pahalanya. Sebab langgeng dan tidaknya sebuah pernikahan itu kembali pada kedua mempelai.

Mungkin yang disoalkan penanya adalah menikah atau melamar pada saat melakukan ihram haji atau umrah. Kalau masalah ini bernar ada hukumnya, dan itu haram.

Hadis laporan Abana bin Usman bahwasannya Usman pernah mendengar Rasul bersabda:

الْمُحْرِمُ لاَ يَنْكِحُ وَلاَ يَخْطُبُ

“Seorang yang berihram tidak boleh menikah dan meminang”. (Hr. Muslim:3515)

Dalam kaporan lain disebutkan bahwa Rasul bersabda:

إِنَّ الْمُحْرِمَ لاَ يَنْكِحُ وَلاَ يُنْكِحُ

“Sesungguhnya seorang yang berihram tidak boleh menikah dan menikahkan orang lain”. (Hr. Muslim:3513)

Dalam hadits itu dijelaskan atas keharaman seorang muhrim melamar seorang wanita, menikah dan menikahkan. Jadi seorang muhrim tidak boleh menikah dan tidak boleh menjadi wali yang menikahkan seorang wanita selama dia masih berihrom dan belum bertahallul. Muhrim adalah orang yang sedang menjalankan ibadah haji atau umrah. Nah, ihram ini yang terdapat larangannya, Adapun puasa tidak dilarang melakukan pernikahan, menikahkan atau melamar. Wallahu a’lam.

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Minggu, 13 Oktober 2019 23:15 WIB
BOJONEGORO, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur memiliki wisata unik berbasis minyak dan gas bumi (Migas), tepatnya di Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro.Di desa ini terdapat ratusan sumur minyak tua peninggal...
Senin, 14 Oktober 2019 10:04 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan*Rayap, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesa (KBBI), mengandung dua arti. Pertama, rayap adalah serangga (seperti semut) berwarna putih tidak bersayap. Kedua, rayap berarti orang yang mengeruk kantong orang lain.Dalam berbagai ...
Minggu, 06 Oktober 2019 22:56 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*70. Walaqad karramnaa banii aadama wahamalnaahum fii albarri waalbahri warazaqnaahum mina alththhayyibaati wafadhdhalnaahum ‘alaa katsiirin mimman khalaqnaa tafdhiilaan.Dan sungguh, Kami telah memuliakan ...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...