Sabtu, 31 Juli 2021 03:04

Salurkan Bansos di Madura, Mensos: Uangnya Jangan Dipakai Belanja di Pasar

Senin, 19 Juni 2017 00:15 WIB
Salurkan Bansos di Madura, Mensos: Uangnya Jangan Dipakai Belanja di Pasar

SAMPANG, BANGSAONLINE.com - Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mewanti-wanti ibu-ibu Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) agar dana bantuan sosial (bansos) tidak dibelanjakan keperluan pakaian lebaran.

Mensos tegaskan bansos yang cair untuk tahap pertama dan kedua total Rp 1 juta, dimanfaatkan untuk pendidikan anak dan belajar menabung. Saat ini memang menjelang hari raya, tetapi harus diingat bahwa saat ini juga persiapan anak masuk sekolah. Bansos PKH untuk anak sekolah.

"Ambil uang bansos seperlunya, jangan lantas diambil semua. Uang PKH untuk keperluan sekolah anak-anak, sisihkan juga untuk ditabung," ujar Mensos saat berdialog dengan warga Sampang di Pendopo Kabupaten Sampang, Minggu (18/6).

Di hadapan 350 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH, Mensos menjelaskan bahwa pencairan kedua yang jatuh pada Bulan Juni sangat berdekatan dengan Idul Fitri. Biasanya, kebutuhan keluarga meningkat.

BACA JUGA : 

Bupati dan Wabup Sidoarjo Blusukan Bagikan Sembako ke Warga Terdampak Covid-19

Mensos Risma Cek Penyaluran Bansos BST, PKH, BPNT, dan BSB di Kecamatan Gubeng, Minta Dipercepat

Pemkab Jember Kembali Salurkan Bansos, Bupati Hendy: Ini Wujud Nyata Kehadiran Pemerintah

Kemensos Siapkan Bansos Beras 5 Kilogram untuk Warga Non-PKH, Non-BPNT, dan Non-BST

"Kalau diambil semua, takutnya malah uangnya dibawa ke pasar beli baju baru," tutur Mensos disambut tawa para ibu.

Sementara itu berdasarkan pantauan, sejumlah ibu-ibu tampak berbaris rapi di depan sebuah mobil Teras Keliling ATM milik BRI yang terparkir di halaman pendopo. Didampingi petugas BRI, mereka belajar cara menggunakan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) yang berisi uang bansos PKH.

Untuk mengurangi antrean dan mempercepat pencairan bansos, BRI juga telah menyiapkan 14 Agen BRILink untuk melayani KPM.

"Saya imbau kepada pihak bank maupun Pendamping PKH agar terus menerus memberikan edukasi dan sosialisasi mengenai PKH nontunai dan pemanfaatannya," kata Khofifah.

Di Kabupaten Sampang, Mensos menyerahkan bantuan sosial sebesar Rp 269 miliar yang terdiri dari bantuan PKH Non Tunai, bantuan Beras Sejahtera (Rastra), bansos Disabilitas, bansos Lansia, bansos Keserasian Sosial, bansos Keserasian Sosial, bantuan Usaha Ekonomi Produktif Kelompok Usaha Bersama (UEP KUBE).

Usai membagikan bansos PKH dan menyerahkan bingkisan bahan-bahan pokok, Khofifah melakukan takziah ke keluarga almarhum Bupati Sampang.

Menyanyi "Garuda Pancasila" Bangkalan

Kunjungan kerja Mensos di Madura berlanjut ke Bangkalan. Ada dua agenda yang dilakukan, yakni meninjau pencairan bansos nontunai PKH dan menyalurkan bansos total sebesar Rp 235,5 miliar rupiah.

Dalam pembagian bansos yang bertempat di halaman pondok pesantren ini, Mensos mengajak para ibu menyanyi lagu "Garuda Pancasila".

"Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) yang digunakan untuk mengambil bansos, coba lihat warnanya apa. Merah putih ya. Cinta tidak dengan Indonesia? Coba buktinya apa? Ayo kita nyanyi sama-sama Garuda Pancasila," ujar Mensos semangat.

Mendengar komando sang Menteri, sebanyak 350 KPM langsung berdiri dan menyanyi bersama. Anak-anak berprestasi dari keluarga PKH juga turut menyanyi dengan suka cita sambil bertepuk tangan.

"Alhamdulillah semua cinta Merah Putih, semua cinta Indonesia, hafal lagunya. Di bulan yang baik dan penuh berkah ini, saya minta ibu-ibu mendoakan bangsa dan para pemimpin bangsa agar amanah dan semakin baik bangsa ini. Dampaknya tentu juga kita yang merasakan," papar Khofifah.

Mengakhiri kunjungan kerjanya di Madura, Mensos meresmikan Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis di Pondok Pesantren Al Anwar Bangkalan. Selanjutnya Mensos beserta rombongan menuju Surabaya untuk berbuka puasa bersama keluarga besar Yayasan Taman Pendidikan dan Sosial Nahdlatul Ulama Khadijah Surabaya. Sebuah yayasan pendidikan di mana Khofifah menjabat sebagai ketua. (*)

Sumber: *Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Sosial RI
Respons Keluhan Ojol Karena Terdampak Pandemi, ASC Foundation Bagikan Paket Sembako dan Uang Bensin
Kamis, 29 Juli 2021 13:40 WIB
MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Muhammad Al Barra bersama Tim ASC Foundation-nya, telah menyalurkan paket sembako kepada para pedagang terdampak PPKM darurat di 12 kecamatan di Kabupaten Mojokerto. Aksi sosial ini terus dilakukan Gus Barra. Kali i...
Kamis, 15 Juli 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Ini ide baru. Untuk menyiasati pandemi. Menggelar resepsi pernikahan di dalam bus. Wow.Lalu bagaimana dengan penghulunya? Silakan baca tulisan wartawan terkemuka Dahlan Iskan di  Disway, HARIAN BANGSA dan B...
Selasa, 27 Juli 2021 06:32 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Mayat korban covid yang perlu dibakar – sesuai keyakinan mereka – terus bertambah. Bahkan menumpuk. Sampai perusahaan jasa pembakaran mayat kewalahan. Celakanya, hukum kapitalis justru dipraktikkan dalam pe...
Kamis, 15 Juli 2021 12:37 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*66. Qaala lahu muusaa hal attabi’uka ‘alaa an tu’allimani mimmaa ‘ullimta rusydaanMusa berkata kepadanya, “Bolehkah aku mengikutimu agar engkau mengajarkan kepadaku (ilmu yang benar) yang telah diajark...
Sabtu, 17 Juli 2021 10:23 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...