Senin, 24 Februari 2020 09:46

Komisi E Pertanyakan Soal PPDB dan Menurunnya Hasil UNBK SMA/SMK

Selasa, 23 Mei 2017 00:51 WIB
Wartawan: M Didi Rosadi
Komisi E Pertanyakan Soal PPDB dan Menurunnya Hasil UNBK SMA/SMK
Anggota Komisi E DPRD Jatim, Mochammad Eksan.

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Komisi E DPRD Jawa Timur memanggil sejumlah kepala sekolah SMA/SMK di Surabaya bersama Kepala Dinas Pendidikan Jatim. Dalam pertemuan tersebut, anggota dewan menyoroti masalah Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dan menurunnya hasil ujian nasional berbasis komputer (UNBK).

Anggota Komisi E DPRD Jatim Agatha Retnosari mengatakan, kuota 10 persen bagi siswa sekolah daerah terlalu besar. Dengan jumlah itu dikhawatirkan peserta didik asal wilayah tersebut tidak mendapat jatah sekolah. Meski sebenarnya PPDB telah diatur menurut zona secara penerimaan siswa. Namun, tidak begitu dengan pendaftaran di mana siswa boleh memilih sekolah.

"Coba dilihat, memang penerimaan menurut zona. Tapi bagaimana dengan pendaftarannya, jika siswa tersebut ingin mendaftar sekolah di luar daerah pada pilihan pertamanya. Dan meletakkan sekolah di nomor dua, bagaimana," ujar Agatha, Senin (22/5).

Dalam PPDB memang disebutkan bahwa ada tiga alternatif yang tersedia bagi siswa. Di antaranya, pilihan pertama pada sekolah di dalam zona (sekolah terdekat dengan domisi) dan pilihan kedua di dalam zona pada sekolah di luar zona. Kemudian pilihan pertama pada sekolah di dalam zona dan pilihan sekolah di luar zona. Lalu pilihan pertama pada sekolah di luar zona dan pilihan kedua di sekolah di dalam zona.

Kalau siswa memilih pada alternatif ketiga, serta pada ranking hasil UNBK mencukupi untuk masuk, politisi asal PDI Perjuangan itu khawatir siswa dari kalangan menengah ke bawah kesulitan mencari sekolah. "Biasanya anak siswa orang kaya itu sebelum UNBK bimbingan belajar. Sehingga nilainya bisa tinggi. Sedangkan siswa kurang mampu persiapannya kurang maksimal. Itu nanti khawatirnya akan kalah," bebernya.

Sikap yang berbeda ditunjukkan Wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim Suli Dai’m memilih untuk melihat dahulu hasil pelaksanaan PPDB. Baru setelah itu akan dievaluasi selanjutnya. Pasalnya waktu peneriman peserta didik hanya menyisakan dua bulan lagi.

"Nanti kami evaluasi lah. Biar ini berjalan dulu. Waktunya kan mepet, kalau diotak-atik lagi pastinya membutuhkan waktu," kata Suli Dai’m.

Sementara itu, anggota Komisi E DPRD lainnya Mochammad Eksan dalam pertemuan tersebut lebih menyoroti hasil dari UNBK. Terlebih untuk posisi untuk hasil Kota Surabaya yang berada di peringkat 21. Meski posisinya meningkat, tapi sebagai ibu kota provinsi seharusnya ada di nomor satu.

"Melihat peringkatnya, berarti infrastruktur pendidikan tidak korelasi dengan posisi. Begitu juga dengan hasil kelulusan hanya 55 persen untuk SMK dan 85 persen bagi SMA. Berarti ada yang salah," kata Eksan.

Menanggapi hasil UNBK, Kepala Dinas Pendidikan Jatim Saiful Rachman mengatakan, kebanyakan dari siswa jeblok nilainya di mata pelajaran matematika dan fisika. "Mungkin tingkat kesulitannya. Maka dari itu, kami akan melakukan upaya semuanya untuk dievaluasi di seluruh tingkatan kepala sekolah, kabupaten dan kepala cabang dinas. Artinya nanti perolehan nilainya harus meningkat," kata Saiful Rahman.

Mengenai masalah PPDB, mantan Kepala Badiklat Jatim ini memastikan bahwa sistem zonasi tersebut akan melindungi siswa asli daerah. Kendati jumlah 10 persen lebih besar dari sebelumnya. Namun dirinya meyakinkan jika penerimana zona sudah sesuai.

"Saya rasa tidak. Kenapa kesulitan. Dulu memang ada pembatasan 1 persen. tapi sekarangkan ada zona. Itu bakal menjadi pembatasan. Nanti Surabaya ada lima zona," pungkasnya. (mdr/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Jumat, 21 Februari 2020 20:10 WIB
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Tuban mempunyai wisata edukasi baru berupa Taman Kelinci. Suasana Taman Kelinci yang terletak di tepi jalan Desa Mliwang, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban ini begitu adem, asri, dan sejuk, karena jauh dar...
Senin, 17 Februari 2020 20:01 WIB
Oleh: M Mas’ud AdnanGus Sholah. Panggilan yang enak didengar. Sekaligus menyejukkan. Siapa pun yang pernah bertemu, berbincang – apalagi akrab. Pasti terkesan: santun, tawaddlu’, sederhana, egaliter dan moderat. Moderat sesungguhnya. Bukan ...
Kamis, 20 Februari 2020 11:01 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*81. Waqul jaa-a alhaqqu wazahaqa albaathilu inna albaathila kaana zahuuqanDan katakanlah, “Kebenaran telah datang dan yang batil telah lenyap.” Sungguh, yang batil itu pasti lenyap.TAFSIR AKTUALAyat kaji 80 ...
Rabu, 29 Januari 2020 10:58 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, MA. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...