Selasa, 18 Mei 2021 17:58

DPRD Jatim Minta Sistem Zonasi pada PPDB Diikuti Kemampuan Siswa

Selasa, 30 Juni 2020 21:08 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: M. Didi Rosadi
DPRD Jatim Minta Sistem Zonasi pada PPDB Diikuti Kemampuan Siswa
Lilik Hendarwati, Anggota DPRD Jatim F-PKS. foto: ist.

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keinginan pemerintah menerapkan sistem zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk menghilangkan stigma sekolah favorit, dan ingin menjadikan semua sekolah memiliki kualitas dan kuantitas sama, memang patut diacungi jempol. Tapi sayangnya, model ini tidak dibarengi dengan penataan tenaga pengajar atau kemampuan siswa.

Anggota DPRD Jatim dari Fraksi PKS, Lilik Hendarwati menilai munculnya kejadian tersebut seharusnya menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah. Artinya, sistem zonasi harus dibarengi dengan kemampuan siswa. Jangan sampai karena jarak, justru banyak siswa yang tidak naik kelas. Dan ini akan menjadi masalah baru.

"Parameter nilai tidak boleh dikalahkan oleh jarak dan usia. Karena bakat dan kemampuan adalah pondasi pendidikan," ujar anggota DPRD Jatim dari daerah pemilihan Surabaya ini, Selasa (30/6).

Terpisah, anggota Komisi E DPRD Jatim, Zainiye menjelaskan jika pihaknya banyak mendapat keluhan dari para orang tua siswa yang anaknya tidak bisa naik kelas atau cenderung mengasingkan diri meski telah diterima di sekolah negeri.

BACA JUGA : 

Persiapkan Pembelajaran Tatap Muka, Gubernur Khofifah Minta Sekolah Bentuk Tim Satgas Covid-19

Anggota DPRD Jatim Desak Dispendik Segera Perbaiki SDN Prambangan Pasca Diterjang Puting Beliung

​Disiplin Laksanakan Protokol Kesehatan, Ning Fitri Apresiasi Kader Ansor

​PAN Jatim: Perlu Perbaikan Struktur dan Jadikan Komoditas Pangan Strategis Agar Impor Berkurang

Usut punya usut, ternyata si siswa tidak mampu dengan model belajar yang diterapkan oleh para guru, karena mereka terbiasa mengajar siswa pandai yang memiliki kemampuan lebih.

"Inilah yang seharusnya dipikirkan oleh Mendikbud terkait penggunaan sistem zonasi. Di mana sistem ini tidak hanya fokus pada jarak antara rumah dan sekolahan. Tapi kemampuan siswa juga harus diukur jika mau dimasukan sekolah negeri yang dulunya menjadi sekolah favorit yang dikenal siswanya pandai-pandai," tegas politikus PPP ini.

Akibatnya bagi siswa yang tidak mampu memilih mengasingkan diri atau tidak naik kelas. Sementara orang tua tidak mau tahu, yang pasti anaknya sudah masuk sekolah negeri yang notabene eks sekolah favorit.

"Kondisi ini yang harus diubah atau ditinjau kembali. Artinya sebelum zonasi diberlakukan seharusnya instrumen tenaga pengajarnyapun harus dilakukan rolling. Atau paling tidak zonasi juga harus dibarengi dengan kemampuan siswa," imbuh Zainiye. (mdr/rev)

Viral Emak-emak Damprat Kurir Online Shop: Blok-G*oblok
Selasa, 18 Mei 2021 00:40 WIB
JAKARTA, BANGSAONLINE.com - Video emak-emak mendamprat kurir jual beli online via sistem COD atau cash on delivery tengah ramai di media sosial. Si emak itu mengaku ditipu dengan paket yang isinya tidak sesuai dengan yang dipesannya via online sho...
Sabtu, 15 Mei 2021 22:16 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Bunga tabebuya, khususnya yang berwarna kuning, bermekaran lagi di jalanan Kota Surabaya. Bunga berwarna kuning indah itu semakin mempercantik jalanan, terutama jalan protokol pada saat Idul Fitri atau lebaran kali i...
Selasa, 18 Mei 2021 05:35 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Dahlan Iskan, wartawan terkemuka, kembali menulis konflik keluarga bos Liek Motor, Like Moeljanto. Royce – anak Like Moeljanto –merasa mendapat karma karena perbuatan ayahnya yang suka adu ayam jago.Loh? Bukankah du...
Minggu, 16 Mei 2021 06:58 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*65. fawajadaa ‘abdan min ‘ibaadinaa aataynaahu rahmatan min ‘indinaa wa’allamnaahu min ladunnaa ‘ilmaanLalu mereka berdua bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berika...
Jumat, 14 Mei 2021 10:11 WIB
Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Won...