Senin, 26 Oktober 2020 22:38

DPRD Jatim Minta Sistem Zonasi pada PPDB Diikuti Kemampuan Siswa

Selasa, 30 Juni 2020 21:08 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: M. Didi Rosadi
DPRD Jatim Minta Sistem Zonasi pada PPDB Diikuti Kemampuan Siswa
Lilik Hendarwati, Anggota DPRD Jatim F-PKS. foto: ist.

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keinginan pemerintah menerapkan sistem zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk menghilangkan stigma sekolah favorit, dan ingin menjadikan semua sekolah memiliki kualitas dan kuantitas sama, memang patut diacungi jempol. Tapi sayangnya, model ini tidak dibarengi dengan penataan tenaga pengajar atau kemampuan siswa.

Anggota DPRD Jatim dari Fraksi PKS, Lilik Hendarwati menilai munculnya kejadian tersebut seharusnya menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah. Artinya, sistem zonasi harus dibarengi dengan kemampuan siswa. Jangan sampai karena jarak, justru banyak siswa yang tidak naik kelas. Dan ini akan menjadi masalah baru.

"Parameter nilai tidak boleh dikalahkan oleh jarak dan usia. Karena bakat dan kemampuan adalah pondasi pendidikan," ujar anggota DPRD Jatim dari daerah pemilihan Surabaya ini, Selasa (30/6).

Terpisah, anggota Komisi E DPRD Jatim, Zainiye menjelaskan jika pihaknya banyak mendapat keluhan dari para orang tua siswa yang anaknya tidak bisa naik kelas atau cenderung mengasingkan diri meski telah diterima di sekolah negeri.

Usut punya usut, ternyata si siswa tidak mampu dengan model belajar yang diterapkan oleh para guru, karena mereka terbiasa mengajar siswa pandai yang memiliki kemampuan lebih.

"Inilah yang seharusnya dipikirkan oleh Mendikbud terkait penggunaan sistem zonasi. Di mana sistem ini tidak hanya fokus pada jarak antara rumah dan sekolahan. Tapi kemampuan siswa juga harus diukur jika mau dimasukan sekolah negeri yang dulunya menjadi sekolah favorit yang dikenal siswanya pandai-pandai," tegas politikus PPP ini.

Akibatnya bagi siswa yang tidak mampu memilih mengasingkan diri atau tidak naik kelas. Sementara orang tua tidak mau tahu, yang pasti anaknya sudah masuk sekolah negeri yang notabene eks sekolah favorit.

"Kondisi ini yang harus diubah atau ditinjau kembali. Artinya sebelum zonasi diberlakukan seharusnya instrumen tenaga pengajarnyapun harus dilakukan rolling. Atau paling tidak zonasi juga harus dibarengi dengan kemampuan siswa," imbuh Zainiye. (mdr/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Senin, 26 Oktober 2020 13:58 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com-Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mewanti-wanti dan minta seluruh masyarakat Jatim untuk mewaspadai risiko penularan Covid-19 sepanjang libur panjang Maulid Nabi. Hal ini lantaran, penambahan kasus positif coron...
Senin, 12 Oktober 2020 19:15 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan --- Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) minta para kepala daerah meniru Jawa Timur dan Sulawesi Selatan dalam menangani Covid-19. Dua provinsi tersebut – menurut Jokowi - mampu menekan angka kasus Covid-19."Saya mencata...
Kamis, 22 Oktober 2020 10:40 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*34. wakaana lahu tsamarun faqaala lishaahibihi wahuwa yuhaawiruhu anaa aktsaru minka maalan wa-a’azzu nafaraandan dia memiliki kekayaan besar, maka dia berkata kepada kawannya (yang beriman) ketika bercakap-ca...
Jumat, 23 Oktober 2020 10:38 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&l...