Kepala Dindik Jatim, Aries Agung Paewai, saat sosialisasi Gerakan Ramadhan Pendidikan Berdampak.
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur meluncurkan Gerakan Ramadhan Pendidikan Berdampak 1447 Hijriah untuk mendorong siswa mengisi bulan suci dengan kegiatan positif, produktif, dan bermakna meski berpuasa dan libur sekolah cukup panjang.
Gerakan ini disosialisasikan oleh Kepala Dindik Jatim, Aries Agung Paewai, dalam rapat koordinasi virtual yang diikuti pejabat eselon, kepala bidang, kepala UPT, cabang dinas, serta tim kerja, Rabu (18/2/2026).
BACA JUGA:
- Hardiknas 2026: Gubernur Khofifah Tegaskan Jawa Timur Jadi Barometer Pendidikan Nasional
- Jawa Timur Konsisten Perkuat Pendidikan Vokasi, UPT PTKK Raih 2 Penghargaan
- Educampus Expo 2026, Lia Istifhama dan Dindik Jatim Ajak Siswa Produktif dan Kurangi Gadget
- Atap Tiga Kelas SMKN 1 Ampelgading Ambruk, KBM Tetap Berjalan
Berdasarkan kalender pendidikan, libur awal Ramadhan berlangsung 16-22 Februari 2026, KBM kembali 23 Februari-15 Maret 2026, libur Idul Fitri 16-29 Maret 2026, dan siswa masuk kembali 30 Maret 2026. Program ini menyasar seluruh SMA, SMK, dan SLB di Jawa Timur, dengan total ribuan sekolah negeri dan swasta.
“Ramadhan bukan alasan untuk melambat. Justru ini momentum untuk meningkatkan kualitas diri, pelayanan, dan kinerja pendidikan,” kata Aries.
Setiap sekolah diminta menyelenggarakan minimal tiga kegiatan yang mencerminkan empat pilar utama: menguatkan spiritualitas, meningkatkan produktivitas, menebar kepedulian, dan mendorong inovasi.
Bentuk kegiatan meliputi pesantren kilat, proyek mini pembelajaran, gerakan sedekah, lomba konten edukatif, Ramadhan tanpa sampah plastik, hingga program Guru Asuh.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




