Aksi unjuk rasa mahasiswa di depan kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sampang
SAMPANG,BANGSAONLINE.com - Puluhan massa Aliansi Mahasiswa Sampang menggelar aksi unjuk rasa di Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispertan KP) Sampang, Rabu (14/1/2026).
Aksi tersebut dipicu dugaan penjualan pupuk bersubsidi di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) serta hilangnya hand tractor milik Dispertan KP Sampang.
BACA JUGA:
- Polsek Karang Penang Sampang Intensifkan Patroli Sore, Antisipasi Kriminalitas dan Laka Lantas
- Diskopimdag Sebut Konflik Timur Tengah Belum Pengaruhi Harga Pangan di Sampang
- Bukan karena Konflik Timteng, Pemkab Sampang Sebut Stok LPG Dipengaruhi Permintaan Tinggi
- Konflik Timur Tengah Masih Panas, Disnaker Sampang Sebut Pengiriman Pekerja Migran Tetap Berjalan
Massa mendesak Dispertan KP Sampang segera menertibkan kios-kios pupuk yang diduga melanggar ketentuan pemerintah.
Koordinator Lapangan (Korlap) aksi, Faisol, menyampaikan bahwa pihaknya menemukan sejumlah dugaan pelanggaran di beberapa wilayah.
Ia menambahkan, hingga kini pihaknya belum mengungkapkan seluruh lokasi temuan tersebut kepada publik.
Namun demikian, Faisol menegaskan pihaknya akan kembali menggelar aksi dengan jumlah massa yang lebih besar apabila tuntutan tersebut tidak segera ditindaklanjuti.
Menurutnya, praktik penjualan pupuk bersubsidi di atas HET bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani yang mewajibkan negara menjamin ketersediaan serta keterjangkauan sarana produksi pertanian bagi petani.
“Jika praktik ini terus dibiarkan tanpa tindakan tegas, maka ada indikasi lemahnya pengawasan, bahkan pembiaran oleh pihak yang seharusnya bertanggung jawab,” tegasnya.
Selain persoalan pupuk, Faisol juga menyoroti dugaan hilangnya mesin hand tractor di lingkungan Dispertan KP Sampang. Ia menyayangkan peristiwa tersebut yang dinilainya mencerminkan minimnya pengawasan aset.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




