Bukan karena Konflik Timteng, Pemkab Sampang Sebut Stok LPG Dipengaruhi Permintaan Tinggi

Bukan karena Konflik Timteng, Pemkab Sampang Sebut Stok LPG Dipengaruhi Permintaan Tinggi Abdi Barri, Bagian Perekonomian dan SDA Setkab Sampang.

SAMPANG, BANGSAONLINE.com - Pemerintah Kabupaten Sampang memastikan bahwa stok dan distribusi masih dalam kondisi normal dan aman.

Analis Kebijakan Muda Bagian Perekonomian dan SDA Setkab Sampang, Abdi Barri, menjelaskan bahwa kelangkaan yang dirasakan di tingkat pengecer bukan disebabkan pengurangan kuota dari Pertamina, melainkan lonjakan konsumsi pasca Idul Fitri dan lebaran ketupat.

“Sebelumnya ada laporan di Rongtengah dan Gunongsekar, sudah kami koordinasikan ke Pertamina Patra Niaga, dua kelurahan sudah dipantau dan diantisipasi kelangkaan yang dimaksud. Secara umum, dari koordinasi Pemkab dan Pertamina Patra Niaga, bahwa kelangkaan ini tidak ada kaitannya dengan stok yang sudah dikucurkan untuk Sampang, stoknya sudah ditetapkan awal tahun tidak ada pengurangan. Distribusi SPBBE agen ke pangkalan tidak ada kendala distribusi,” tutur Barri, Senin (6/4/2026).

Barri menambahkan, terdapat siklus tahunan di Madura, khususnya Sampang, di mana permintaan elpiji meningkat signifikan pada bulan-bulan besar kalender Islam seperti Ramadan, Syawal, Iduladha, dan Maulid.

Pada periode tersebut, berbagai kegiatan tradisi dan perayaan masyarakat mendorong kebutuhan elpiji melonjak secara kultural. 

Meski demikian, ia memastikan stok yang dikucurkan Pertamina untuk tahun 2026 tidak mengalami pengurangan.

Abdi Barri juga mengimbau masyarakat agar tidak panik atau melakukan panic buying, serta tidak mudah terpengaruh isu hoaks yang mengaitkan kondisi stok BBM maupun elpiji dengan konflik geopolitik di Timur Tengah.

Ia menegaskan bahwa distribusi dari Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBBE) ke agen hingga pangkalan berjalan lancar tanpa kendala. (van)