Kader dan pengurus PAN Jatim yang tergabung dalam Gerakan Penyelamat Partai (GPP) saat memberi keterangan pers di Surabaya, Senin (1/5).
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Dinamika politik di internal Partai Amanat Nasional (PAN) Jawa Timur kembali bergejolak. PAN Jatim pun terancam terbelah dua kubu. Hal itu dipicu dari keputusan DPW PAN Jatim di bawah kepemimpinan Masfuk yamg mencopot Kuswiyanto dari jabatan Sekretaris DPW PAN Jatim dan menggantinya dengan Basuki Babussalam.
Tak hanya Kuswiyanto, orang-orang yang dianggap dekat dengan Kuswiyanto juga dicopot dari posisi strategis. Di antaranya, Malik Effendy. Posisi Malik sebagai Ketua Fraksi PAN DPRD Jatim digantikam Agus Maimun yang dikenal orang dekat Masfuk.
BACA JUGA:
- Zulhas Sebut Ning Ema Contoh Kader Baru PAN yang Hebat
- Survei Terbaru, Elektabilitas PAN Melesat di Jatim, Gerindra Gusur PKB dan PDIP
- Awas Copet Suara di TPS, PAN Jatim Ingatkan Calon Saksi Barra-Rizal dan Khofifah-Emil di Mojokerto
- PAN Beberkan Alasan Langsung Beri Rekom Gus Barra, tanpa Buka Penjaringan
Nasib yang sama juga dialami Suli Da’im. Posisinya sebagai pimpinan Komisi E DPRD Jatim juga dicopot, digantikan Basuki Babussalam yang juga orang dekat Masfuk. Bahkan posisi Suli Da’im sebagai Wakil Ketua Fraksi juga ikut dilengserkan, kemudian posisi Wakil Ketua Fraksi ditiadakan.
Aksi bersih-bersih orang Kuswiyanto itu mendapat reaksi keras dari kader PAN di Jawa Timur. Mereka mengatasnamakan Gerbong Penyelamat Partai (GPP) mengancam pelengseran Masfuk dan gerbongnya dari posisi struktur DPW PAN Jatim. Mereka juga bertekad menetapkan struktur partai sesuai hasil Musyawarah Wilayah ke- 4 PAN Jatim di Kediri yang dimenangkan Kuswiyanto. Dalam Muswil itu Kuswiyanto unggul dengan perolehan suara 336 suara, sedangkan Masfuk 24 suara. Tapi, dengan alasan deadlock, DPP mengambil alih dan menetapkan Masfuk sebagai Ketua DPW PAN Jatim.
“Kami prihatin melihat perkembangan partai belakangan ini. Kami melihat ada aksi bersih-bersih terhadap orang-orang yang dianggap bukan orang Ketua DPW saat ini. Padahal, mereka yang dilengserkan itu kader loyal dan berkompeten. Kami berharap situasi ini diakhiri atau kami lengserkan Masfuk dari kursi Ketua DPW PAN Jatim,” tegas anggota Majelis Pertimbangan Partai (MPP) DPW PAN Jatim, Didik Setyobudi, Senin (1/5).
Didik mengungkapkan, pasca pelaksanaan muswil, ketum Zulkifli Hasan bersama Masfuk yang oleh DPP ditetapkan sebagai ketua sudah berjanji kepada seluruh kader akan mengakomodir seluruh keinginan kader, bahkan akan menyatukan seluruh kader untuk satu visi membesarkan PAN. Tapi faktanya janji tersebut tidak direalisasikan, malah yang terjadi Masfuk telah mendzolimi kalangan yang harusnya menang tapi dikalahkan dengan cara yang tidak benar.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




