Senin, 22 April 2019 08:02

Mentan RI Bakal Adopsi Program 1.000 Embung Bojonegoro ke Pemerintah Pusat

Rabu, 08 Maret 2017 13:31 WIB
Wartawan: Eky Nurhadi
Mentan RI Bakal Adopsi Program 1.000 Embung Bojonegoro ke Pemerintah Pusat
Mentan RI Andi Amran Sulaiman didampingi Bupati Bojonegoro Suyoto. foto: EKY NURHADI/ BANGSAONLINE

BOJONEGORO, BANGSAONLINE.com - Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman melakukan kunjungan kerja di Desa Samberan, Kecamatan Kanor, Bojonegoro, Rabu pagi (8/3). Dalam kunjungan itu Andi menjajal langsung proses penggarapan tanah dengan mesin traktor dan melakukan panen raya di desa setempat.

"Saya tidak ingin mendengar lagi harga gabah Rp 3.200 saat panen. Bulog segera bergerak cepat serap gabah petani," ujar Mentan dalam sambutannya di depan puluhan pejabat yang hadir serta ratusan masyarakat setempat.

Ia mengimbau agar para petani tidak lagi menjual gabah ke tengkulak karena sarat permainan harga. Terkait hal itu, Mentan meminta Bulog turun langsung di lokasi yang sedang panen. "Jual saja ke Bulog dengan harga Rp 3.700 ya pak, buk," tutur Mentan.

Selain bicara soal harga gabah, dia juga berbicara soal asuransi pertanian. Di Bojonegoro hingga kini pemerintah telah mengucurkan dana senilai Rp 4 miliar untuk program klaim asuransi pertanian tersebut. Dana itu sudah dicairkan kepada pendaftar asuransi.

"Cairnya jangan lama-lama. Kalau bisa dua minggu sudah cair, maksimal satu bulan. Supaya para petani yang gagal panen bisa segera melakukan tanam ulang maupun beli pestisida," tandasnya.

Mentan menambahkan, Bojonegoro menjadi lumbung padi karena ketersediaan air tercukupi baik dari Bengawan Solo maupun air yang ada di embung-embung yang ada.

"Oleh karena itu, saya akan adopsi program pak Bupati Suyoto yang matoh ini (pembuatan embung, red) ke pemerintah pusat. Kami akan membangun 10.000 embung yang tersebar di seluruh Indonesia, kalau di Bojonegoro sudah ada 1.000 embung, mantab sekali," ucapnya disambut tepuk tangan meriah.

Sementara itu, Bupati Suyoto mengatakan, ia meminta para petani di wilayahnya melakukan jeda tanam. Hal itu untuk mengurangi munculnya hama pada tanaman padi. "Kami sudah sering menyampaikan ke pak Kepala Dinas Pertanian agar memberikan sosialisasi masa tanam ini kepada petani," tuturnya. (nur/rev)

Polda Jatim Gerebek Pabrik Makanan Ringan Berbahan Tawas dan Bumbu Kadaluarsa di Sidoarjo
Jumat, 15 Maret 2019 05:14 WIB
SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Tim Satgas Pangan Polda Jatim menggerebek pabrik produksi makanan ringan (snack) di Dusun Dodokan, Desa Tanjungsari, Taman, Sidoarjo, Kamis (14/3). Dalam penggerebekan ditemukan bahan baku berbahaya dan kadaluarsa y...
Selasa, 26 Maret 2019 21:54 WIB
MADIUN, BANGSAONLINE.com - KAI Daop 7 ajak beberapa wartawan wilayah Madiun, mulai dari wartawan cetak, online, dan televisi, ke tempat bangunan bersejarah Lawang Sewu dan Stasiun Ambarawa, Selasa (26/3). Kegiatan ini dilakukan selama dua hari (25-26...
Yogi Indra Pratama
Jumat, 19 April 2019 21:53 WIB
Oleh: Yogi Indra Pratama, ST.,MT.*Istilah golput atau golongan putih pertama kali muncul pada tahun 1971. Pada masa itu, golput merupakan suatu bentuk gerakan protes yang dikumandangkan oleh pemuda dan mahasiswa dengan datang ke TPS untuk mencob...
Senin, 22 April 2019 00:24 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag36. Walaa taqfu maa laysa laka bihi ‘ilmun inna alssam’a waalbashara waalfu-aada kullu ulaa-ika kaana ‘anhu mas-uulaanDan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Se...
Dr. KH. Imam Ghazali Said.
Jumat, 01 Februari 2019 11:02 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...