Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mendampingi Menteri Pertanian Republik Indonesia Andi Amran Sulaiman, saat melakukan kunjungan kerja ke Pabrik Gula Pesantren Baru, Kota Kediri. (Ist)
KOTA KEDIRI,BANGSAONLINE.com - Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mendampingi Menteri Pertanian Republik Indonesia Andi Amran Sulaiman, saat melakukan kunjungan kerja ke Pabrik Gula Pesantren Baru, Kota Kediri, Selasa (15/7/2025).
Kunjungan kerja ini dalam rangka koordinasi dengan industri gula BUMN, sebagai upaya pemerintah dalam mempercepat terwujudnya swasembada gula dan memperkuat ketahanan energi nasional.
BACA JUGA:
- Wali Kota Kediri Jelaskan 3 Raperda, dari Jalanan hingga Cadangan Pangan
- Rumah Kerap Bocor, Nenek 76 Tahun di Kota Kediri Terima Bantuan Bedah Rumah Rp20 Juta
- Kegiatan Mlaku Bareng Dipadati Ribuan Warga PSHT Kota Kediri
- Dispendukcapil Kota Kediri Pastikan Fotokopi KTP-el Masih Diperbolehkan Asal Bijak Digunakan
Pada kunjungannya ke PG Pesantren Baru, Menteri Pertanian menekankan untuk meningkatkan produksi eksponensial.
Saat zaman penjajahan, produksi gula Indonesia terbesar nomor dua di dunia, dengan produktivitasnya mencapai 14 ton per hektar.
Namun, lanjutnya, setelah merdeka, angka tersebut justru menurun menjadi hanya 4 ton. Berbagai tantangan yang dihadapi, mulai dari sisi regulasi, budidaya, dan lainnya akan terus dilakukan perbaikan secara bertahap.
"Semoga tiga tahun ke depan paling lambat 4 tahun kita bisa swasembada. Dengan begitu kita bisa menghemat devisa sebesar 50 triliun, itu dari gula. Dan untuk white sugar atau gula putih tahun depan sudah target swasembada," ujarnya.
Menteri Pertanian Andi Amran juga menyampaikan bahwa pada kunjungannya ke Kediri ini juga mengumumkan beberapa regulasi yang disetujui atas usulan seluruh petani Indonesia.
Mulai dari kredit usaha rakyat (KUR) yang bunganya flat hanya 6%. Lalu ada pula alokasi dana besar untuk mendukung sektor perkebunan tebu nasional.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




