Agustin Poliana
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Siswa SMA/SMK yang berasal dari keluarga miskin di Surabaya akan mendapatkan bantuan biaya pendidikan dari Pemkot Surabaya.
Ketua Komisi D DPRD Surabaya, Agustin Poliana, Jumat (3/3) mengatakan, bantuan tersebut akan dianggarkan melalui MPAK (Mendahului Perubahan APBD). Prosesnya, wali kota mengirimkan surat pengajuan biaya pendidikan untuk siswa miskin melalui MPAK ke DPRD atas dasar kerjasama pemerintah kota dengan Pemprov Jatim.
BACA JUGA:
- Mudahkan Masyarakat, Pemkot Segera Buka Posko SPMB di Sekolah SD-SMP Negeri se-Surabaya
- Sampoerna Academy Gelar STEAM Expo 2026
- Sampoerna Academy Perkuat Kolaborasi Orang Tua dan Sekolah untuk Optimalkan Potensi Anak
- SMKN 7 Surabaya Siap Songsong Tahun Ajaran Baru dengan Program Unggulan dan Inovasi Digital
“Gak asal bantu, nanti di kerjasama tersebut akan jelas by name by address termasuk pengawasannya,” terangnya.
Namun, Agustin poliana mengaku, hingga saat ini proses pendataan siswa miskin masih berlangsung. Berdasarkan data sementara dari pemerintah kota, jumlah siswa miskin yang mengajukan permohonan pembebasan biaya SPP ke sekolah sekitar 11.038 siswa, dari sebanyak 45 ribu siswa SMA/SMK. Politisi PDIP ini menyebutkan, dari data yang masuk di beberapa kecamatan jumlah siswa miskin yang mengajukan permohonan masih relatif kecil.
“Jumlah ini perkiraan saya masih sebagian, karena dari sekolah masih ada yang belum serahkan,” katanya.
Dari data Dinas Pendidikan, di kecamatan Karang Pilang siswa miskin yang mengajukan sebanyak 8 siswa, Ngagel 6 siswa, Medokan Ayu 8 siswa, Wonokromo 19 siswa dan Rungkut Kidul 20 siswa. “Dari jumlah yang ada, kan gak mungkin cuma segitu, untuk itu perlu verifikasi dan validasi data” tuturnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




